Ketika Para Ibu Berbagi Cerita Merawat Balita

Tribun Jateng: Minggu, 17 Januari 2019

Doc. Pribadi Junaidi Khab

Di dalam buku ini, kita akan mendapatkan banyak pengalaman dari para penulis yang main keroyok tentang gagasan menghadapi lingkungan sekitar ketika memiliki balita atau momongan. Stop Mom War! mengisahkan gejolak para ibu yang merasakan tekanan saat merawat balita atau anaknya, sehingga menimbulkan gejolak perang batin. Kemelut pertama dikisahkan oleh Ajeng terkait perawatan balita (hlm. 15). Dia bukan hanya berperang melawan waktu, tapi nyinyiran orang lain pun dilaluinya dengan penuh kesabaran, sehingga balitanya tumbuh dan berkembang dengan baik dan sehat.

Merawat balita bukan hal yang mudah, ada banyak tantangan yang harus dihadapi. Dalam berbagai literatur, khsusnya dunia kedokteran modern, air susu ibu (ASI) merupakan asupan gizi yang sangat tepat dan terbaik untuk konsumsi bayi. Ada sebagian ibu yang dihadapkan pada kendala payudara tak mengeluarkan ASI, sehingga selalu dinyinyirin oleh orang-orang di kanan-kirinya. Bahkan, ada sebagian yang memilih memberikan ASI, malah dikata sebagai perempuan yang tak Read more of this post

Pelajaran tentang Hidup Bagi Kaum Perempuan

Dok. Pribadi Junaidi Khab_Hati yang Gembira Adalah Obat.

Pada permulaan buku ini, pembaca akan dikenalkan dengan sosok Sophie Navita. Dia tidak mau disebut sebagai wanita karir dan semacamnya (hlm. 8). Begitu pendirian Sophie. Tapi, dia lebih suka menyebut dirinya sebagai perempuan yang selalu sedih dan penuh dengan kekhawatiran yang hidup di Jakarta (hlm. 10). Tetapi, dengan pengakuan demikian, dia memiliki pemikiran tentang prinsip hidup yang harus dibangun oleh kaum perempuan, termasuk dirinya.

Buku ini menyajikan tentang itu semua, tentang perjalanan hidup dan pemikiran Sophie sebagai inspirasi, setidaknya sebagai bahan introspeksi diri bagi kaum perempuan yang kadang merasa Read more of this post

Menemukan dan Memutus Benang Merah Terorisme

Dok. Pribadi Junaidi Khab_Masalah Terorisme Global

Secara khusus Indonesia menjadi tempat gerakan terorisme berbasis agama selain memang secara umum terorisme bergeak di belahan dunia. Aksi terorisme bukan semata menimbulkan ketakutan, tetapi juga konflik sosial. Hingga mengerucut pada persoalan agama. Tak mengherankan jika agama Islam di Indonesia dianggap sarang teroris, karena para pelakunya mengatasnamakan jihad di jalan Allah yang mengibarkan bendera berbau Islam.

Melalui ulasan yang kritis, Fatlolon akan mencoba menelusuri kelahiran terorisme berskala global. Argumentasi-argumentasi yang disuguhkan oleh Fatlolon dalam buku ini mengacu pada Read more of this post

%d bloggers like this: