Perjuangan Orang Miskin di Indonesia

Dok. Pribadi Junaidi Khab_Teduh

Perjalanan hidup di dunia ini tidak akan selamanya penuh kebahagiaan, begitu juga tidak akan selalu dalam kesedihan. Segala bentuk keadaan akan datang silih berganti dan bahkan beriringan. Seperti lagu lama, hidup ini bagai roda yang terus berputar. Kadang sebagian sisinya di bawah, samping, dan atas. Begitu juga dengan peristiwa hidup yang dijalani oleh manusia di dunia. Segalanya berputar dan bergantian, kadang cepat juga kadang pelan mengalami perputaran.

Begitu kiranya hal yang ingin disampaikan oleh Sigit dalam novel nerjudul Teduh ini. Perjalanan hidup ini masih tetap panjang selama ajal masih belum menjemput kematian. Sosok tokoh yang menjadi gambaran pemikiran di dalam novel ini yaitu Read more of this post

Advertisements

Agama, Moral, dan Politik

Kedaulatan Rakyat: Minggu, 11 November 2018

Dok. Pribadi Junaidi Khab_Islam Santai

Agama – khususnya Islam – merupakan salah satu media untuk menuntun manusia pada jalan kebaikan. Sebagaimana karya Acep ini, Islam Santai, menjadi cerminan cara beragama kita yang – dengan kata lain – sudah tidak santai lagi dan moral mulai terkikis. Apalagi belakangan ini kita seperti disuguhi oleh gerakan-gerakan yang mengatasnamakan Islam, tetap mengundang kontroversi dan membuat resah.

Karya ini akan mengajak pembaca untuk merefleksikan kembali tentang jati diri masyarakat Indonesia yang multikultural dan multiagama agar Read more of this post

Baju Ayah

Solopos: Minggu, 15 Juli 2018

Oleh: Junaidi Khab*

Dok. Solopos_Junaidi Khab_Baju Ayah

Aku punya tiga saudara perempuan. Mereka sudah berkeluarga. Muna memiliki dua anak. Meri masih baru hamil lima bulan. Sementara Mai masih bertunangan. Mai menunggu tamat sekolah menengah atas untuk menikah. Bukan aku iri pada mereka, tapi aku merasa malu pada tetangga. Bukan pula aku tak bahagia, aku selalu dipenuhi rasa yang selalu menjembarkan. Ada banyak bahan bacaan yang membuat pikiranku tenang dan hatiku tetap nyaman: novel, majalah, dan tabloid.

Tapi, hatiku tersayat bila melihat Muna menimang-nimang anak keduanya dan menyusuinya dengan penuh kebahagiaan. Perasaanku penuh duka-lara saat memergoki Read more of this post

%d bloggers like this: