Kultur Perayaan Kematian

Duta Masyarakat: Sabtu, 28 September 2019

Cover Doc. Pribadi Junaidi Khab

Dunia gaib seperti kematian menjadi parameter bagi kita untuk mengukur antara logika dan keyakinan. Hal ini menuntut kita untuk menganggapnya ada sebagaiamana dituliskan oleh Muna Masyari dalam kumpulan cerpen ini. Pandangan masyarakat lokal di seluruh nusantara memiliki perspektif yang beragam dalam memandang hal-hal gaib. Termasuk cara Muna dalam memetaforkan kematian sebagai jalan penuh khidmat, meskipun secara logis Muna tak menelaah lebih dalam tentang hakikat kematian, kecuali hanya demi martabat dan nilai-nilai kemanusiaan.

Tapi, memang benar apa yang diungkapkan oleh Ludwig Josef Johann Wittgenstein bahwa ada tiga hal yang tak bisa dijangkau oleh nalar (logika) manusia: subjek, kematian, dan Read more of this post

Sehelai Kerudung

Kedaulatan Rakyat: Minggu, 11 November 2018

Oleh: Junaidi Khab*

Dok. KR_Joko Santoso_Junaidi Khab_Sehelai Kerudung

Beberapa hari sejak kabar itu kudengar, keadaan kampung jadi runyam. Ada warga merasa tak terima karena kerudung yang dipajang di depan rumahnya dibakar oleh anak lelaki yang berusia sekitar tujuh belas tahun. Adnan memasang kerudung itu sebagai jimat agar rumahnya tak diganggu jin atau setan.

Keadaan kampungku semakin kisruh ketika Adnan mengajak teman-temannya untuk memberi pelajaran pada Arif. Arif menghilang. Hanya teman-temannya yang dijumpai oleh Adnan.

“Saya tak tahu Pak. Kata Arif, berdoa minta pertolongan agar tak diganggu jin atau setan itu hanya Read more of this post

Baju Ayah

Solopos: Minggu, 15 Juli 2018

Oleh: Junaidi Khab*

Dok. Solopos_Junaidi Khab_Baju Ayah

Aku punya tiga saudara perempuan. Mereka sudah berkeluarga. Muna memiliki dua anak. Meri masih baru hamil lima bulan. Sementara Mai masih bertunangan. Mai menunggu tamat sekolah menengah atas untuk menikah. Bukan aku iri pada mereka, tapi aku merasa malu pada tetangga. Bukan pula aku tak bahagia, aku selalu dipenuhi rasa yang selalu menjembarkan. Ada banyak bahan bacaan yang membuat pikiranku tenang dan hatiku tetap nyaman: novel, majalah, dan tabloid.

Tapi, hatiku tersayat bila melihat Muna menimang-nimang anak keduanya dan menyusuinya dengan penuh kebahagiaan. Perasaanku penuh duka-lara saat memergoki Read more of this post

%d bloggers like this: