KT, KR, Merapi, MI, RP, RS, dan SM

Junaidi Khab

Junaidi Khab

KORAN TEMPO (KT): Sabtu, 22 Oktober 2016

Cerpen oleh Mona Sylviana (Reuni)

Puisi oleh Nezar Patria (Di Bioskop Bersama Palastik, Bermain Monopoli, Di Kedai Ah Mei)

Buku oleh Udji Kayang Aditya Supriyanto (Obrolan Politik Seno Gumira Ajidarma)

KEDAULATAN RAKYAT (KR): Sabtu, 22 Oktober 2016

Resensi oleh Nurul Hasana (Membaca Jodoh dari Wajah), M Taufik (Sepakbola dan Raung Simulasi), Umy Kha (Cak Nun Meluruskan Sejarah), Ngarjito Ardi Setyanto (Pesan dari Petuah Jawa).

KEDAULATAN RAKYAT (KR): Minggu, 23 Oktober 2016

Cerpen oleh Luhur Satya Pambudi (Berbincang Menunggu Giliran)

Esai oleh Tjahjono Widarmanto (Menghikmati Puisi dan Metamorfosis)

Puisi oleh Dedet Setiadi (Kuali, Kendi, Tampah, Kukusan, Ketemu Penyair, Mata Penyair)

Cernak oleh Fery Yani (Godaan Mangga Muda)

MERAPI: Jumat, 21 Oktober 2016

Puisi oleh Dedet Setiadi (Antologi Pohon, Ikan, Topi, Kaki, Bakiak, dan Jembatan)

Esai oleh Riza Multazam Luthfy (Buku yang Menjauhi Mainstream)

MEDIA INDONESIA (MI): Minggu, 23 Oktober 2016

Cerpen oleh Araman AZ (Tapis Mastoh)

Puisi oleh Setia Naka Andrian ([Bukan] Mantan Aktifis, Sebagian yang Luput) dan Bernando J Sujibto (Seperti Deras Sungai Tigris, Meditasi ke Tepi Mediterania, Ini Tigris).

RIAU POS (RP): Minggu, 23 Oktober 2016

Cerpen oleh Risda Nur Widia (Kabut Ayah)

Puisi oleh Jasman Bandul (Kau yang Bersorban Matahari, Berkerudung Pelangi, Renyai Senja, Munajar Kuwarkahkan, Ranggas) dan Ade Novi (Negeri di Atas Awan, Rahasia Dua Hati, Laki-laki, Subuhku Indah, Maaf)

Esai oleh Rafita Dewi (Bahasa Daerah di Ambang Kepunahan) dan Dantje S Moeis (Riau yang Pulang ke Rumah Besar Seni Rupa).

RADAR SURABAYA (RS): Minggu, 23 Oktober 2016

Cerpen oleh Wasis Dian PS (Kasur Busa)

Puisi oleh Sindi Violinda (Besar Rinduku, Rahasia Hati, Segera, Tanpe Tentang, Tolonglah Kami)

Esai oleh Aminullah (Perempuan-Perempuannya Seno Gumira Ajidarma)

Resensi oleh Anindita S. Thayf (Percakapan dengan Kenangan)

SUARA MERDEKA (SM): Minggu, 23 Oktober 2016

Cerpen oleh Ryan Rachman (Bapak dan Ribuan Nisan)

Esai oleh Bandung Mawardi (Mengenang Bacaan Lama di Jawa)

Pengantar Mayat

Riau Pos: Ahad, 29 September 2013 – 08.58 WIB

Oleh: Riza Multazam Luthfy

Baiknya, kuperkenalkan kau kepada seseorang yang sangat penting dalam hidupmu, sebelum ajal benar-benar hinggap di tengkuk.

Meski uban belum menghuni kepalamu yang subur, meski garis-garis keriput belum merayapi kulitmu yang lindap, meski rabun dan pikun belum mengendap di mata dan pikiranmu, meski batuk disertai darah hitam-kental belum muncrat dari mulutmu yang kerap bersumpah serapah itu, kusarankan agar kau mengenalnya terlebih dahulu. Read more of this post

%d bloggers like this: