Landasan Hidup Orang Madura

Jawa Pos-Radar Madura: Minggu, 15 Oktober 2017

Filsafat Moral Pergumulan Etis Keseharian Hidup Manusia (Dok. Junaidi Khab)

Judul               : Filsafat Moral Pergumulan Etis Kesehatan Hidup Manusia

Penulis             : Agustinus W. Dewantara

Penerbit           : Kanisius

Cetakan           : I, 2017

Tebal               : 120 halaman

ISBN               : 978-979-21-5295-1

Peresensi         : Junaidi Khab*

Sejak dahulu, masyarakat Madura dipandang sebagai suku yang berkarakter keras. Hal itu lahir karena peristiwa carok – pembunuhan yang dilakukan dengan adu kekuatan antara dua orang menggunakan senjata tajam. Stereotip semacam itu sudah mendarah daging di nusantara. Sehingga, carok seakan menjadi sebuah budaya masyarakat Madura.

Padahal tidak demikian, hanya sebagian saja yang Read more of this post

Sebuah Pelajaran dari Konflik Keluarga

Harian Bhirawa: Jumat, 09 September 2016

Adonis Berhenti mengagumiku dalam diam (dok. Junaidi Khab)

Adonis Berhenti mengagumiku dalam diam (dok. Junaidi Khab)

Judul               : Adonis Berhenti mengagumiku dalam diam

Penulis             : Ambhita Dhyaningrum

Penerbit           : Pustaka Populer (PT Bentang Pustaka)

Cetakan           : I, 2015

Tebal               : vi + 218 hlm.; 20,5 cm

ISBN               : 978-602-291-075-6

Peresensi         : Junaidi Khab*

Melalui karya ini, Ambhita mengemas sebuah kisah perjalanan rumah tangga Kalea dan Alfa. Mereka berdua sudah jatuh cinta sejak masih duduk di bangku kuliah. Hingga pada akhirnya mereka menikah dengan restu kedua orang tuanya atas dasar cinta sama cinta dan sayang sama sayang. Tidak ada paksaan. Kehadiran rasa cinta dan sayang dalam Read more of this post

Pendidikan Moral Berbasis Guru

Duta Masyarakat: Senin, 23 Februari 2015

Oleh: Junaidi Khab*

Junaidi Khab

Junaidi Khab

Jika guru kencing berdiri, maka murid akan kencing berlari”. Mungkin pepatah lawas tersebut bagi masyarakat sudah tidak asing lagi. Siapa pun sudah dapat dipastikan mengetahui hakikat pepatah tersebut. Meskipun kadang sebagian orang masih memaknainya secara harfiah (tersurat) juga secara mendalam (tersirat). Bahkan, belakangan ini, pepatah tersebut sudah berkembang dan diubah sesuai selera masyarakat: “Jika guru kencing berdiri, maka murid kencing berlari, lalu masyarakat kencing terbirit-birit”.

Begitulah gambaran tentang moral kehidupan bangsa Indonesia. Secara harfiah, pepatah tersebut mengungkapkan bahwa jika seorang guru ketahuan kencing berdiri, sudah dipastikan muridnya yang tahu akan lebih parah dari perilaku gurunya, yaitu kencing berdiri. Mereka akan melakukan Read more of this post

%d bloggers like this: