Tiang Lampu

Kedaulatan Rakyat: Minggu, 26 November 2017

Oleh: Junaidi Khab*

Ilustrasi Cerpen Kedaulatan Rakyat edisi Minggu 26 November 2017 karya Joko Santoso

Ruangan itu tampak dipenuhi oleh sanak keluarga Kurnia yang sedang sakit. Tetangga dekatnya pun ikut membesuk ke rumah sakit. Kurnia kecelakaan di salah satu jalan pelosok saat mengendarai mobil. Jalan itu tidak ramai, juga ada banyak polisi tidur. Tapi, Kurnia bisa menabrak tiang lampu. Mobilnya penyok dan Kurnia harus dirawat di rumah sakit. Sementara teman-temannya Read more of this post

Tumbal atas Kejahatan Korupsi

Duta Masyarakat: Kamis, 12 Oktober 2017

Oleh: Junaidi Khab*

Junaidi Khab

Berbagai kasus kebangsaan di negeri ini silih berganti tidak menemukan titik terang penyelesaian. Misalkan kasus korupsi sudah menjadi berita aktual yang tak pernah basi. Hingga hari ini kasus e-KTP tidak selesai. Berbagai bentuk kejahatan (korupsi) dan pemberontakan oleh bangsa Indonesia sendiri telah sering menjadi polemik di negeri ini. Misalkan beberapa tahun yang silam kasus Papua, Mesuji, Sandal Jepit, dan berbagai kasus lain yang sama rumit penyelesaiannya. Itu masih lain dari persolan kebangsaan-keagamaan yang tidak seaktual korupsi.

Kasus yang lebih mendominasi di negeri ini adalah korupsi dari masa ke masa yang terus mengalir tiada henti. Kasus korupsi di negeri ini seakan Read more of this post

Penulis yang Memberikan Hadiah Buku

Junaidi Khab

Junaidi Khab

Pada Jumat, 7 Agustus 2015 resensiku dimuat di Harian Analisa, Medan. Resensi tersebut berjudul “Menyelami Hakikat Pelaksanaan Umrah” atas buku yang berjudul “99 Days Umratan; Perjalanan Spiritual ke Tanah Nabi” karya mbak Ratna Dks. Kemudian, pada 11 Agustus 2015 aku mendapat pesan via FB. Isinya salam, perkenalan, dan ucapan terimakasih. Dari siapa? Dari seorang perempuan kreatif tentunya. Mbak Ratna Dks. Si penulis buku tadi.

Di tengah perkenalan, dia minta alamatku. Tapi, aku sedikit tidak langsung merespon. Malu rasanya, karena aku tahu dia pasti mau memberikan sesuatu karena sudah meresensi bukunya. Akhirnya, aku berikan alamat surat-menyurat pada mbak Ratna Dks. Tidak seberapa lama, kiriman dari Sumatera pun datang dengan selamat. Aku yakin, dia akan memberikan Read more of this post

%d bloggers like this: