Sehelai Kerudung

Kedaulatan Rakyat: Minggu, 11 November 2018

Oleh: Junaidi Khab*

Dok. KR_Joko Santoso_Junaidi Khab_Sehelai Kerudung

Beberapa hari sejak kabar itu kudengar, keadaan kampung jadi runyam. Ada warga merasa tak terima karena kerudung yang dipajang di depan rumahnya dibakar oleh anak lelaki yang berusia sekitar tujuh belas tahun. Adnan memasang kerudung itu sebagai jimat agar rumahnya tak diganggu jin atau setan.

Keadaan kampungku semakin kisruh ketika Adnan mengajak teman-temannya untuk memberi pelajaran pada Arif. Arif menghilang. Hanya teman-temannya yang dijumpai oleh Adnan.

“Saya tak tahu Pak. Kata Arif, berdoa minta pertolongan agar tak diganggu jin atau setan itu hanya Read more of this post

Advertisements

Merekatkan Jalinan Ayah dan Anak

Tribun Jateng: Minggu, 11 November 2018

Dok. Pribadi Junaidi Khab_Anakku Sayang, Ada Ayah di Sini

Buku parentingAnakku Sayang, Ada Ayah di Sini – yang ditulis secara keroyokan ini kiranya sangat tepat untuk dijadikan sebagai bahan bacaan para keluarga yang sudah menikah, khususnya yang memiliki anak atau ayang sedang dalam masa kehamilan. Di dalam buku ini, pembaca akan disuguhi tentang kisah seorang ayah dalam berinteraksi dengan anak guna memajukan dan mendukung perkembangan fisik, emosional, sosial, dan perkembangan kecerdasan anak.

Kisah-kisah inspiratif seorang ayah dalam mengasuh anak memungkinkan para orangtua untuk mengambil pelajaran dari pengalaman tersebut. Salah satunya membangun komitmen antara suami dan istri: ayah-ibu. Misalkan ketika anak menangis bersama ayahnya (berseteru karena suatu hal), maka Read more of this post

Perjuangan Orang Miskin di Indonesia

Dok. Pribadi Junaidi Khab_Teduh

Perjalanan hidup di dunia ini tidak akan selamanya penuh kebahagiaan, begitu juga tidak akan selalu dalam kesedihan. Segala bentuk keadaan akan datang silih berganti dan bahkan beriringan. Seperti lagu lama, hidup ini bagai roda yang terus berputar. Kadang sebagian sisinya di bawah, samping, dan atas. Begitu juga dengan peristiwa hidup yang dijalani oleh manusia di dunia. Segalanya berputar dan bergantian, kadang cepat juga kadang pelan mengalami perputaran.

Begitu kiranya hal yang ingin disampaikan oleh Sigit dalam novel nerjudul Teduh ini. Perjalanan hidup ini masih tetap panjang selama ajal masih belum menjemput kematian. Sosok tokoh yang menjadi gambaran pemikiran di dalam novel ini yaitu Read more of this post

%d bloggers like this: