Berperang Melawan Diri Sendiri: Sebuah Pandangan di Era Milenial*

“Yang beda belum tentu salah.[1]” Oleh: Junaidi Khab

Dokumen Pribadi Junaidi Khab

Pada suatu kesempatan, Imam Syafi’ie pernah mengatakan bahwa semua rumusan pemikiran atau gagasannya (khusus di bidang fikih) itu, menurutnya benar dan bisa saja salah menurut pandangan orang lain. Ungkapan tersebut bukan berarti secara totalitas pemikiran Imam Syafi’ie itu benar menurut pandangannya. Tetapi yang jelas, dia membuat suatu hukum tentu menggunakan landasan yang bisa dipertanggungjawabkan. Imam Syafi’ie menyatakan demikian sebagai bentuk berakhlak, karena di dunia ini yang memiliki Read more of this post

Menemukan dan Memutus Benang Merah Terorisme

Dok. Pribadi Junaidi Khab_Masalah Terorisme Global

Secara khusus Indonesia menjadi tempat gerakan terorisme berbasis agama selain memang secara umum terorisme bergeak di belahan dunia. Aksi terorisme bukan semata menimbulkan ketakutan, tetapi juga konflik sosial. Hingga mengerucut pada persoalan agama. Tak mengherankan jika agama Islam di Indonesia dianggap sarang teroris, karena para pelakunya mengatasnamakan jihad di jalan Allah yang mengibarkan bendera berbau Islam.

Melalui ulasan yang kritis, Fatlolon akan mencoba menelusuri kelahiran terorisme berskala global. Argumentasi-argumentasi yang disuguhkan oleh Fatlolon dalam buku ini mengacu pada Read more of this post

Pahlawan yang Peduli pada Rakyat Kecil

Dok. Pribadi Junaidi Khab_Markesot Bertutur

Gaya Cak Nun mengkritik lingkungan sosial hingga pemerintahan dalam buku ini cukup unik, menarik, dan cerdik. Melalui tokoh fiktifnya, dia berhasil mengolah kata-kata dan bahasa sedemikian pedas. Metodenya yaitu dengan meng-kambing-hitamkan sosok Markesot sebagai ladang kritik-sindiran. Sosok Markesot digambarkan sebagai sosok yang lugu, kadang pula cerdas, aneh, dan penuh dengan misteri dalam kehidupan sehari-harinya. Tapi, kepekaan solidaritas kemasyarakatannya tidak bisa diragukan lagi. Apalagi jika membicarakan tentang keadilan bagi rakyat jelata, Markesot seakan-akan siap menjadi jibakutai seperti tentara Jepang yang rela mati.

Kritik itu sangat penting untuk membangun negeri ini agar lebih baik. Namun, kadang sebuah kritik dianggap Read more of this post

%d bloggers like this: