Tauhid Kemanusiaan

Dok. Pribadi Junaidi Khab_Tauhid Kemanusiaan

Secara umum ajaran Agama Islam terdiri dari tiga hal pokok: akidah, syariah dan akhlak. Tiga hal tersebut saling terkait antara satu dengan lainnya. Kesempurnaan keberagamaan terwujud saat tiga hal tersebut dapat dipahami dan diwujudkan secara benar dan tepat. Secara praktis, akidah biasanya dirumuskan dalam rukun iman yang enam. Sementara itu, syariah dirumuskan secara praktis dalam bingkai lima rukun Islam. Pemahaman yang benar dan tepat tentang iman kepada Allah, pada saatnya juga mesti diikuti dengan hal serupa terkait dengan iman kepada para rasul Allah, kitab-kitab Allah, malaikat, hari akhir dan qadha serta qadar. Selanjutnya diikuti dengan entry point bersyariah yaitu syahadat yang benar dan tepat, dan dilanjutkan dengan shalat, zakat, puasa dan haji. Dan berikutnya mewujud dalam akhlak mulia. Hal ini merupakan salah satu pengejawantahan tauhidullah dalam Read more of this post

Merekatkan Jalinan Ayah dan Anak

Tribun Jateng: Minggu, 11 November 2018

Dok. Pribadi Junaidi Khab_Anakku Sayang, Ada Ayah di Sini

Buku parentingAnakku Sayang, Ada Ayah di Sini – yang ditulis secara keroyokan ini kiranya sangat tepat untuk dijadikan sebagai bahan bacaan para keluarga yang sudah menikah, khususnya yang memiliki anak atau ayang sedang dalam masa kehamilan. Di dalam buku ini, pembaca akan disuguhi tentang kisah seorang ayah dalam berinteraksi dengan anak guna memajukan dan mendukung perkembangan fisik, emosional, sosial, dan perkembangan kecerdasan anak.

Kisah-kisah inspiratif seorang ayah dalam mengasuh anak memungkinkan para orangtua untuk mengambil pelajaran dari pengalaman tersebut. Salah satunya membangun komitmen antara suami dan istri: ayah-ibu. Misalkan ketika anak menangis bersama ayahnya (berseteru karena suatu hal), maka Read more of this post

Perjuangan Orang Miskin di Indonesia

Dok. Pribadi Junaidi Khab_Teduh

Perjalanan hidup di dunia ini tidak akan selamanya penuh kebahagiaan, begitu juga tidak akan selalu dalam kesedihan. Segala bentuk keadaan akan datang silih berganti dan bahkan beriringan. Seperti lagu lama, hidup ini bagai roda yang terus berputar. Kadang sebagian sisinya di bawah, samping, dan atas. Begitu juga dengan peristiwa hidup yang dijalani oleh manusia di dunia. Segalanya berputar dan bergantian, kadang cepat juga kadang pelan mengalami perputaran.

Begitu kiranya hal yang ingin disampaikan oleh Sigit dalam novel nerjudul Teduh ini. Perjalanan hidup ini masih tetap panjang selama ajal masih belum menjemput kematian. Sosok tokoh yang menjadi gambaran pemikiran di dalam novel ini yaitu Read more of this post

%d bloggers like this: