Larangan Menikah meskipun Sunnah

Duta Masyarakat: Sabtu, 17 November 2018

Doc. Pribadi Junaidi Khab_Tart untuk Naila

Dalam syariat (ajaran) agama Islam, menikah merupakan sesuatu yang disunnahkan. Dalam sebuah hadist dijelaskan: Dari Abdullah bin Abbas bin Mas’ud r.a, Rasullah Saw. berkata pada kami: “Wahai para pemuda! Barang siapa yang mampu di antara kalian untuk kawin, maka menikahlah, maka sesungguhnya menikah bisa menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Barang siapa yang belum mampu untuk menikah, maka berpuasalah, karena puasa bisa menjadi pengendali.” HR. Bukhari dan Muslim.

Sebuah kisah dalam novel Tart untuk Nayla karya Sigit Apriyanto ini menyuguhkan tentang pernikahan yang dilarang (hlm. 38). Tak boleh. Sigit menuliskannya dengan bahasa setengah ambigu, mungkin sebagai bentuk kreasi agar Read more of this post

Menyiapkan Mental Akademik Mahasiswa

Duta Masyarakat: Kamis, 27 Desember 2018

Oleh: Junaidi Khab*

Dok. Pirbadi Junaidi Khab

Mahasiswa identik dengan kaum akademik yang keilmuannya selalu diharapkan oleh masyarakat. Namun, dari sekian banyak harapan masyarakat, mahasiswa kadang mengecewakannya, karena peran mereka masih minim ketika lulus dari bangku kuliah. Ini merupakan kegagalan nilai akademik dalam diri mahasiswa. Kegagagalan tersebut bukan hanya dipicu oleh satu persoalan saja. Tetapi, ada beberapa persoalan yang menjadi penyebabnya yang harus kita sadari dan mencarikan solusinya.

Untuk mengurangi kegagagalan mahasiswa sebagai kaum akademik sebagaimana yang diharapkan oleh masyarakat, kita harus melihat dari sekian banyak aktivitasnya, baik di lingkungan kampus atau di luar kampus. Dengan melihat aktivitas sehari-hari tersebut, kita akan menemukan penyebab, solusi, dan argumentasi yang tepat agar para mahasiswa tidak Read more of this post

Kultur Perayaan Kematian

Duta Masyarakat: Sabtu, 28 September 2019

Cover Doc. Pribadi Junaidi Khab

Dunia gaib seperti kematian menjadi parameter bagi kita untuk mengukur antara logika dan keyakinan. Hal ini menuntut kita untuk menganggapnya ada sebagaiamana dituliskan oleh Muna Masyari dalam kumpulan cerpen ini. Pandangan masyarakat lokal di seluruh nusantara memiliki perspektif yang beragam dalam memandang hal-hal gaib. Termasuk cara Muna dalam memetaforkan kematian sebagai jalan penuh khidmat, meskipun secara logis Muna tak menelaah lebih dalam tentang hakikat kematian, kecuali hanya demi martabat dan nilai-nilai kemanusiaan.

Tapi, memang benar apa yang diungkapkan oleh Ludwig Josef Johann Wittgenstein bahwa ada tiga hal yang tak bisa dijangkau oleh nalar (logika) manusia: subjek, kematian, dan Read more of this post

%d bloggers like this: