Jokpin dan Universalitas Makna dalam Berpuisi

Lampung Post: Minggu, 14 Januari 2018

Oleh: Junaidi Khab*

Ilustrasi oleh Sugeng Riyadi_Lampung Post: Minggu, 14 Januari 2018

Puisi merupakan karya sastra yang secara gamblang sangat mudah pembuatannya. Namun, jika ingin menghasilkan makna yang tajam dan penuh arti bagi kehidupan manusia, hal itu yang sangat sulit dan rumit untuk dilakukan. Kita memerlukan permenungan yang cukup mendalam untuk menghasilkan puisi yang bisa memberikan makna luar biasa. Bukan hanya penyusunan diksi, tetapi sebuah rasa yang diselipkan memerlukan kesucian jiwa untuk melahirkan puisi yang bernas.

Dalam hal ini, Joko Pinurbo (Jokpin) sebagai penyair telah mampu melahirkan puisi-puisi renyah dan ringan tetapi penuh makna. Salah satunya diterbitkan oleh penerbit Basabasi Yogyakarta berjudul Telepon Genggam (2017). Dengan gaya bahasa yang sederhana, Jokpin menghadirkan telepon genggam sebagai eksistensi kehidupan manusia. Telepon genggam menjadi teman hidup manusia dalam Read more of this post

Advertisements

Kamu Perlu Membaca Buku Ini!

Dok. Pribadi_Junaidi Khab Memegang Buku_Kamu Sedang Membaca Tulisan Ini_Karya Eko Triono

Dalam beberapa pertemuan kesusasteraan, kumpulan cerita pendek disebut-sebut sebagai karya (sastra) yang tidak menarik. Berbeda dengan novel yang kisah-kisahnya membawa alur yang enak dan renyah dibaca. Kumpulan cerita pendek hanya menyajikan kisah-kisah mirip cebol meski sedikit menarik sebagai kelucuan, namun tema-temanya tak bersesuaian. Mungkin hal itu yang menjadi daya kritik atas buku kumpulan cerita pendek. Meskipun demikian, kumpulan cerita pendek tetap tergolong sebagai Read more of this post

Kreatifisasi Kerja bagi Kaum Difabel

RADAR SURABAYA ‚óŹ Rabu, 20 Pebruari 2013

Oleh: Junaidi Khab*

Junaidi Khab di Kebun Binatang Surabaya

Bukan hal asing lagi persepsi kita mengatakan bahwa kaum difabel tidak memiliki kemampuan dalam menghasilkan karya untuk kepentingan hidup, baik untuk dirinya sendiri atau orang lain. Presepsi yang demikian untuk mengahadapi para kaum penyandang cacat harus diubah dengan pemikiran yang bernilai positif. Mereka masih memiliki kemampuan yang tertanam di balik kekurangannya. Maka dari itulah, harus kita gali dan memberikan wadah untuk menampungnya.

Tidak ada perbedaan antara mereka yang Read more of this post

%d bloggers like this: