Bangsa Asing dan Eksotisme Masyarakat Nias

Dok. Pribadi Junaidi Khab_Tanah Para Pendekar

Dalam beberapa struktur kenusantaraan, Indonesia memiliki banyak kekayaan, bukan hanya pada persoalan materi alamnya yang melimpah-ruah. Tetapi lebih dari itu, Indonesia secara kultural dihuni oleh masyarakat dengan corak yang beragam. Dari keberagaman itu kembali ditemukan eksotisme keindonesiaan yang jarang dan bahkan tak mungkin dimiliki oleh bangsa-bangsa di belahan dunia.

Melalui buku ini, Vanni Puccioni yang berkebangsaan Italia akan mencoba untuk mengulas perjalanan panjang pendahulunya – Elio Modigliani – yang bisa bertahan dari sifat ganas masyarakat Nias. Karena di sana, seperti kabar yang beredar di Eropa bahwa masyarakat Nias sebagai pemburu kepala manusia. Di Nias, para penjajah Belanda lari kocar-kacir karena hantaman sifat masyarakat Nias terhadap orang Asing. Berbeda halnya dengan Modigliani yang bisa mengumpulkan banyak artefak seperti tengkorak manusia untuk dijadikan sebagai bahan rujukan penelitian di negerinya.

Baca:

=> Cara Ibu Merawat Anak

=> Bencana Alam (Aceh) dan Oportunisme Manusia

=> Menata Kehidupan Rumahtangga

=> Agama, Moral, dan Politik

=> Perjuangan Orang Miskin di Indonesia

=> Merekatkan Jalinan Ayah dan Anak

=> Tips dan Trik Menang RANK Mobile Legends Bang Bang (MOBA)

=> Bob Dylan, Alice Munro, dan Karya Peraih Nobel

Kisah penemuan pulau Nias, hubungannya dengan dunia kuno dan modern, usaha tentara Belanda untuk menjajah Nias, merupakan hal yang sangat memukau sekaligus berharga untuk memahami perilaku suku Nias dan Modigliani sendiri. Mengenal tata cara, adat istiadat masyarakat Nias, dan pengetahuan mereka juga tak kalah penting. Kita juga harus mengingat Modigliani berasal pada musim semi 1886 (hlm. 30). Hanya dengan cara itu kita dapat menghargai warna pertemuan dua budaya yang sangat berbeda tersebut.

Melihat dari strategi bangsa Asing seperti Belanda yang berhasil menjajah Indonesia sekitar tiga abad bukan serta-merta tanpa perhitungan. Mereka melakukan penelitian dan mempelajari segala corak masyarakat yang akan dijajah. Berbagai biaya riset hingga menjadi dokumen berhasil dikumpulkan, sehingga mereka dengan mudah mengenali watak masyarakat yang menjadi objek penjajahannya. Tak heran jika bangsa Asing sering melakukan penelitian di nusantara yang pada substansinya mereka memiliki kepentingan untuk memahami pola pikir dan perilaku, kemudian melakukan berbagai tindakan yang berusaha untuk menguasai masyarakat kita.

Dari ulasan Puccioni ini, kita akan mendapat pelajaran tentang bangsa Asing untuk masuk ke Indonesia. Dari sudut pandang penulis, buku ini mengulas tentang cara Modigliani masuk ke pulau Nias dengan selamat dengan empat pengawal berkebangsaan Jawa. Tetapi, dalam sudut pandang lain, kita akan memahami tentang cara bangsa Asing masuk ke nusantara hingga menginjakkan kaki-kakinya dengan kuat.

Yang pertama membicarakan masyarakat Asia Timur dalam budaya klasik adalah Tolomeo (100-175 SM). Dia menyebutkan pulau yang bernama Maldive (Maladewa) dan juga Lacchedives (Lakshadweep – dideskripsikan  sebagai kepulauan, mereka keliru dengan kepulauan di Asia Timur). Tolomeo sendiri menyebutkan pulau bernama Taprobana, yang pertama di antara pulau-pulau tersebut di dunia. Banyak petunjuk yang menunjukkan pulau tersebut adalah Sumatera dimana di pesisir baratnya terletak pulau Nias (hlm. 34).

Untuk saat ini, masyarakat Nias dikenal dengan tradisi lompat batu. Konon pada tempo dulu lompat batu tersebut sebagai simbol anak dewasa dan layak untuk menikah. Jauh dari itu, masyarakat Nias dahulu juga dikenal dengan pemenggal kepala manusia, dan bahkan kepala manusia bisa dijadikan sebagai mahar atau mas kawin. Rumah-rumah mereka cenderung berada di tempat yang sulit dan tak mudah dijangkau agar terhindar dari berbagai ancaman musuh termasuk orang Asing. Namun, Modigliani dengan strateginya berhasil masuk ke dalam masyarakat Nias dengan selamat.

Baca juga:

=> Lipstik

=> Baju Ayah

=> Sehelai Kerudung

=> Motivasi

=> Politasasi Bahasa

=> Cerita Dewasa

=> Meneladani Langkah Kepolisian Medan

=> Puisi-Puisi Junaidi Khab* 1

=> Meneladani Kehidupan (Keluarga) Para Nabi

Kehadiran buku ini merupakan sebagai bahan reflektif bagi bangsa kita yang dengan mudah dipengaruhi oleh bangsa Asing. Dengan mudah, seakan bangsa Asing – Eropa – mengenal dan mengetahui keberadaan nusantara ini dengan begitu rinci. Sehingga tak heran jika bangsa kita hanya melongo saat data-data kehidupan masyarakat nusantara banyak ditemukan di Eropa.

Secara khusus, buku ini mengulas perjalanan Modigliani yang selamat dalam menyusuri pulau Nias dengan masyarakatnya yang dikenal dengan pemenggal kepala manusia. Namun secara umum, buku ini akan memberikan gambaran tentang strategi bangsa Asing masuk ke Indonesia yang dalam konteks buku ini dumulai dari pembahasan dari pulau Nias. Selamat membaca dan merefleksikan kekayaan nusantara!

Judul               : Tanah Para Pendekar

Penulis             : Vanni Puccioni

Penerbit           : Gramedia

Cetakan           : 2016

Tebal               : 376 hlm; 20 cm

ISBN               : 978-602-03-3164-5

Peresensi         : Junaidi Khab*

* Peresensi adalah Akademisi dan Pecinta Baca Buku asal Sumenep, lulusan UIN Sunan Ampel Surabaya. Sekarang Belajar di Yogyakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: