Memahami Cinta dan Cara Mencintai

Dok. Pribadi Junaidi Khab_Jangan Salahkan Cinta

Dalam hidup ini, kita sebagai manusia yang dianugerahi hati tidak akan terlepas dari jeratan asmara, cinta. Semua berhak memiliki dan mendapatkan atau memberikannya kepada siapa pun yang dicintai. Cinta menghadirkan sejuta kebahagiaan. Tapi, cinta juga bisa menghadirkan berjuta-juta penderitaan. Menghadapi persoalan cinta yang menjadi benalu dalam kehidupan umat manusia kadang kita terbawa pada hal-hal yang seharusnya bukan impian hidup.

Membaca buku ini akan memberi tambahan pengetahuan tentang substansi cinta. Cinta tidak mudah diartikan dengan mudah. Ada banyak pengertian tentang cinta karena memang sifatnya yang universal. Cinta adalah penghambaan yang utuh untuk Sang Pemberi Cinta. Cinta adalah anugerah terindah yang dimiliki oleh manusia. Cinta adalah sesuatu yang mampu membuat yang tiada menjadi ada (hlm. 29).

Baca:

=> Cara Ibu Merawat Anak

=> Bencana Alam (Aceh) dan Oportunisme Manusia

=> Menata Kehidupan Rumahtangga

=> Agama, Moral, dan Politik

=> Perjuangan Orang Miskin di Indonesia

=> Merekatkan Jalinan Ayah dan Anak

=> Tips dan Trik Menang RANK Mobile Legends Bang Bang (MOBA)

=> Meneladani Kehidupan (Keluarga) Para Nabi

=> Bob Dylan, Alice Munro, dan Karya Peraih Nobel

Sangat filosofis memang pengertiannya. Namun, secara umum cinta selalu dibenturkan dengan segala hal yang bernuansa indah. Meski pada kenyataannya cinta juga kadang membawa manusia pada penderitaan. Penghambaan pada cinta memang selalu membuat manusia selalu ingin memuja cinta seindah mungkin. Sehingga cinta hadir menjanjikan keindahan dan kebahagiaan.

Cinta hadir dalam kehidupan manusia bukan tanpa sebab atau alasan. Kehadirannya menjadi tanda kekuasaan-Nya bagi umat manusia. Tapi, logikanya bisa kita lihat dari eksistensi manusia itu sendiri yang memiliki rasa atau perasaan. Melalui rasa itu, cinta hadir menghiasi hidup manusia (hlm. 53). Rasa yang menjadi sebab kita memendam sesuatu terhadap seseorang atau terhadap sesuatu yang lain.

Kehadiran cinta secara tidak langsung juga dibarengi dengan perasaan-perasaan yang lain seperti benci, dengki, iri, dan sombong. Karena sifat-sifat itu bersumber dari satu objek rasa. Tuhan itu Maha Adil menciptakan makhluknya. Ada barat, ada timur. Ada atas, ada bawah. Ada cinta, juga ada benci. Seluruhnya diciptakan dengan berpasangan agar manusia menyadari bahwa Tuhan itu Maha Adil atas segala makhluknya di muka bumi ini.

Cinta-Mencintai

Dalam konteks linguistik, bercinta dan mencintai itu memiliki pengertian yang berbeda. Melalui deretan tentang substansi cinta, kita harus tahu cara mencintai seseorang atau hal lainnya. Namun, kita harus tahu tanda-tanda cinta sebelum menjalani percintaan yang tumbuh dari rasa. Salah satu tanda cinta tumbuh yaitu selalu ingin menghamba kepada yang dicintai (hlm. 100). Termasuk cinta kepada manusia dan khususnya cinta kepada Tuhan. Semuanya selalu diikuti dengan penghambaan yang tulus dan murni.

Baca juga:

=> Lipstik

=> Baju Ayah

=> Sehelai Kerudung

=> Motivasi

=> Politasasi Bahasa

=> Cerita Dewasa

=> Meneladani Langkah Kepolisian Medan

=> Puisi-Puisi Junaidi Khab* 1

Ada beberapa hal yang diajarkan melalui curhatan di dalam buku tentang persoalan cinta-mencintai baik sesama makhluk atau kepada Tuhan. Namun, yang ditekankan dalam buku ini yaitu mencintai Tuhan karena substansi pemilik dan pemberi cinta adalah Tuhan. Selebihnya mencintai manusia sebagai ciptaan-Nya.

Mengungkapkan cinta sudah tentu lumrahnya diawali dengan sebuah perkenalan (hlm. 137). Mencintai Tuhan juga melalui perkenalan antara manusia dengan segala kebesaran-Nya. Jika mencintai Tuhan melalui jalinan kasih tauhid, maka mencintai manusia nilai-nilai kebaktian dan pernikahan (hlm. 187). Nikah menjadi landasan utama manusia mencintai lawan jenisnya. Menikah sudah menjadi puncak pembuktian rasa cinta kepada lawan jenis. Begitu juga mencintai Tuhan akan menemukan puncaknya ketika seorang hamba bertakwa kepada-Nya, dan menikah merupakan bagian dari takwa kepada-Nya sebagai puncak dari awal perjalanan cinta umat manusia.

Kehadiran buku cukup enak dijadikan teman saat rehat dan waktu senggang untuk membuka pemahaman tentang eksistensi hidup yang tidak lepas dari persoalan cinta. Kisah-kisah dan sajian motivasinya memberikan nuansa rileks dan segar meski sebagian tampak kurang serius, namun penuh makna. Selamat membaca dan menemukan hakikat cinta serta pemahamannya hingga jiwa dan hati kita merasa tenang dan bahagia dengan kehadiran cinta!

Judul               : Jangan Salahkan Cinta

Penulis             : Firmansyah

Penerbit           : Pastel

Cetakan           : I, 2016

Tebal               : 232 h.; 20,5 cm

ISBN               : 978-602-0851-68-6

Peresensi         : Junaidi Khab*

* Peresensi adalah Akademisi dan Pecinta Baca Buku asal Sumenep, lulusan UIN Sunan Ampel Surabaya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: