Organisasi dan Tujuan Pergerakan Pemuda

Dok. Pribadi Junaidi Khab_Pemuda Bergerak Mencapai Kejayaan Nusantara

Karya ini menghadirkan tentang pemikiran renaisans yang lahir dari Eropa hingga menjadi renaisans yang berkembang di Indonesia. Dalam buku ini, penulis menawarkan konsepsi power of knowledge sebagai sebuah upaya untuk meningkatkan kapabilitas kaum muda saat ini dan sebagai cermin renaisans yang pernah hidup di Eropa. Dengan pengertian lain, modal intelektual didudukkan di tempat yang strategis dalam konteks kinerja atau kemajuan suatu organisasi.

Sebuah kekuatan tak lagi harus mengandalkan uang atau kedekatan personal seperti yang lazim dilakukan akhir-akhir ini. Namun, hal itu bertumpu pada kekuatan pengetahuan, yaitu pengetahuan sebagai sebuah kekuatan guna menghadapi tantangan zaman yang terus bergulir bagai bola salju (hlm. vi).

Pemuda memiliki potensi untuk melakukan suatu kemajuan melalui organisasi dan pergerakan lainnya. Namun, cara-cara dan strateginya pun memerlukan ide serta gagasan yang cemerlang. Kita menyadari bahwa dimana ada pemuda, di situ tersimpan harapan tentang perubahan. Entah itu perubahan negatif atau positif, hal tersebut tergantung dari proses yang didapatkan oleh para pemuda.

Baca:

Baca:

=> Sastra dan Persatuan Suku Masyarakat Melayu

=> Cara Ibu Merawat Anak

=> Bencana Alam (Aceh) dan Oportunisme Manusia

=> Meneladani Langkah Kepolisian Medan

=> Cerita Dewasa

=> Politasasi Bahasa

=> Tips dan Trik Menang RANK Mobile Legends Bang Bang (MOBA)

Di prancis, gerakan pemuda, terutama mahasiswa yang bergejolak pada bulan Mei 1968 yang kemudian dikenal dengan istilah “Revolusi Mahasiswa” hampir saja menumbangkan Jenderal De Gaulle di tampuk kekuasan. Meskipun tergolong sebagai revolusi yang gagal, tapi gerakan pemuda di Prancis ini merupakan gerakan politik mahasiswa pertama yang berhasil menebarkan wacana kebebasan dan demokrasi. Begitu juga Manifesto Cordoba di Argentina pada tahun 1918 (hlm. 11-12).

Namun, di Indonesia tak kalah dalam pergerakan pemuda. Di negari kita sendiri sebenarnya apa yang disebut “pergerakan pemuda” sudah lebih awal muncul, yaitu dimulai sejak tahun 1908, yakni adanya Budi Utomo. Walau masih dalam bentuk pergerakan yang cenderung lebih kooperatif bahkan lunak terhadap kekuatan establishment (pendirian). Tapi, Budi Utomo menjadi gerbang kelahiran organisasi-organisasi lainnya seperti; Sarekat Islam, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan organisasi masyarakat bumiputera lainnya. Pada masa itu pula, para mahasiswa yang ada di Belanda membentuk organisasi Indische Vereeniging atau Perhimpunan Indonesia. Sebuah perkumpulan kaum muda cerdik-pandai yang menyuarakan kesengsaraan dan kemerdekaan bangsanya. Mereka bukan pemuda yang ditopang oleh kekuatan uang atau kedekatan individual, tapi mereka tidominasi oleh kecerdasan emosional dan intelektual.

Peran Pemuda

Ada banyak peran dan tugas bagi para pemuda dalam melakukan gerakan guna menjayakan dan memakmurkan nusantara. Hal itu bisa dilakukan dengan melakukan reposisi yang bisa mengembalikan political will pemuda itu sendiri dalam melembagakan nilai dan hasrat untuk meraih kemanusiaan yang modern, maju, dan progresif. Reposisi tersebut yaitu dengan menempatkan peranan gerakan pemuda sebagai “intelektual ognum”. Yaitu, komunitas cendekiawan yang santun, namun aktif dan kritis dengan membangun kesadaran untuk masa depan nusa dan bangsa (hlm. 122).

Kehadiaran karya ini memang tampak terlalu terburu-buru meski memiliki ide dan gagasan yang cemerlang. Ada banyak fluktuasi kata-kata dan repstisi kalimat yang perlu dibenahi untuk memudahkan para pembaca dalam memahami setiap ide cemerlang terkait kepemudaan, organisasi, dan gerakan agar tidak terperosok pada jurang kekuatan uang serta kedekatan individu dalam membangun singgasana kejayaan dan kesejahteraan bagi nusa dan bangsa.

Baca juga:

=> Puisi-Puisi Junaidi Khab* 1

=> Foto Kenangan

=> Lipstik

=> Agama, Moral, dan Politik

=> Perjuangan Orang Miskin di Indonesia

=> Merekatkan Jalinan Ayah dan Anak

=> Mengenal Rasa dan Aroma Kopi Bajawa dari Flores

=> Alasan Mata Minus dan Cara Mencegahnya

Sudah saatnya kita menjadikan pengetahuan sebagai kekuatan utama dalam pergerakan pemuda. Dengan kata lain, modal kecerdasan intelektual harus menempati kursi strategis dalam mengusung keranda organisasi dan pergerakan yang pada akhir-akhir ini sudah terperosok pada kungkungan labirin money politic. Jika sebelumnya kekuasaan bergerak karena kekuatan fisik (dominasi lewat senjata) dan kekuatan uang (dominasi lewat penawaran atau pengambilan keuntungan material), maka di masa depan kekuasaan harus bergerak lewat kekuatan ilmu pengetahuan sebagai perantara.

Seperti yang pernah dituturkan oleh Napoleon Bonaparte: “Suatu ketika nanti, akan tiba masanya sebuah gagasan mempunyai kekuatan yang lebih dahsyat dibanding satu batalion tentara” (hlm. 124). Inilah tantangan terbesar kaum muda zaman sekarang, yakni berani mengadakan perubahan mendasar sikap mental yang meminta jabatan ke arah pengembangan intelektual. Jika kita bergerak untuk memperbarui diri, maka dengan begitu kita harus menata kembali keadaban politik pemuda. Tentu, yang nantinya juga menuju pada tanggung jawab bagi keadaban publik.

Membaca karya ini sama dengan membaca perjalanan kehidupan bangsa Indonesia dari masa kejayaan (baca: Arus Balik), keterpurukan, hingga usaha-usaha mengembalikan kejayaan tersebut melalui peran pemuda dengan kekuatan ilmu pengetahuan. Buku ini mengajak kita bersama para pemuda sebagai “jembatan kultural” dalam pergerakan untuk belajar bersama tentang arti sebuah peranan dan tangggung jawab bagi zaman. Untuk menjadi jembatan tersebut, pemuda perlu melakukan terobosan baru dengan meningkatkan kapablitas dirinya, khususnya dalam hal ilmu pengetahuan dan kecerdasan intelektual.

Judul               : Pemuda Bergerak Mencapai Kejayaan Nusantara

Penulis             : Fitroh Nurwijoyo Legowo

Penerbit           : DPD KNPI DIY

Cetakan           : I, 2016

Tebal               : xii + 132 hlm., 19 cm

Peresensi         : Junaidi Khab*

* Peresensi adalah Akademisi dan Pecinta Baca Buku asal Sumenep, lulusan UIN Sunan Ampel Surabaya. Sekarang Belajar di Yogyakarta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: