Konstruksi Sosial Kaum Perempuan

Lady Susan (Dok. Junaidi Khab)

Sosok perempuan bukan hanya menjadi dambaan setiap kaum laki-laki, tapi perempuan juga menjadi sumber segala persoalan. Dalam kehidupan ini, kita tidak akan lepas dari perempuan, meskipun pada hakikatnya perempuan juga demikian. Namun, perempuan seakan menjadi magnet segala arus perkembangan zaman yang memiliki pengaruh yang cukup kuat dalam kehidupan.

Sebuah novel berjudul Lady Susan yang ditulis oleh Jane Austen ini menceritakan tentang sosok perempuan bernama Lady Susan yang ditinggal mati oleh suaminya. Dengan demikian, Lady Susan berstatus sebagai janda. Dalam lingkungan sosialnya, dia menjadi buah bibir para wanita sebagai perlawanan atas dirinya (hlm. 11) dan terlebih kaum lelaki yang selalu menaruh perhatian padanya untuk mempersunting.

Baca: Menyembuhkan Stres di Era Modern

Rumor berkembang saat Susan hidup menjanda. Ada banyak kaum lelaki dan khususnya yang masih berstatus suami menggoda Susan. Bahkan, di antara suami para wanita tetangga Susan rela mengabaikan istrinya demi mendapatkan Susan. Hal itu sebenarnya disadari oleh Susan, status jandanya membawa dampak buru bagi keluarga orang lain. Begitu pula, nama baiknya tercoreng karena dianggap merebut suami orang.

Berbagai kompleksitas kehidupan dijalani oleh Susan dengan normal meski dari sisi kanan-kirinya berhamburan cacian atas dirinya. Kisah-kisah perjalanan Susan yang menjanda ini perlu menjadi bahan ajaran bagi kita, khususnya kaum perempuan agar jangan menjanda terlalu lama. Karena di balik itu – dengan status janda – menjadikan dirinya sebagai objek perhatian kaum lelaki.

Baca juga: Usaha Mengubah Nasib Kita Sendiri

Demi menjaga dirinya dan perempuan yang ditinggal suaminya demi mendapat kehangatan cintanya, akhirnya Susan memutuskan untuk menikah dengan lelaki pilihannya (hlm. 119). Suatu pilihan yang bijak. Selain mengembalikan nama baik dirinya, dia juga telah merukunkan kembali kehidupan rumahtangga orang lain.

Kaum perempuan selalu menempati bagian kedua dalam lingkungan sosial, khususnya perempuan yang berstatus janda. Hal itu bukan karena kesalahan siapa-siapa. Namun, kesadaran bersama untuk saling menemukan eksistensi dan tanggung jawab bersama tidak begitu kita pahami secara berimbang. Sehingga, perempuan menempati di bagian yang tergolong marjina. Padahal tidak demikian kenyataannya. Perempuan memiliki kekuatan tersendiri di lingkungan sosial yang perlu digali dan dipahami secara kreatif agar kehidupan mereka tetap mulia.

Baca lainnya: Baju Ayah

Novel yang berjudul Lady Susan ini menceritakan tentang seorang perempuan yang menjadi bahan pembicaraan di lingkungannya. Dengan berbagai pertimbangan yang matang, akhirnya Lady Susan menemukan jalan terbaik dalam menempuh hidupnya sebagai seorang perempuan. Dia memilih rumah tangga sebagai pijakan dalam menjaga harmoni bermasyarakat. Pelajaran tentang perjalanan hidup Lady Susan ini, mungkin cukup memberikan inspirasi bagi para kaum perempuan gunaka mengonstruksi mereka di lingkungan sosial.

Pernikahan menjadi fondasi hidup bahagia dengan disertai kesetiaan dan semangat kebersamaan. Lady Susan, sebuah novel yang sarat dengan inspirasi kehidupan dalam mengatasi persoalan berumahtangga. Ada banyak pesan moral sebagai bekal kehidupan yang dikisahkan di dalam novel ini, baik bagi kaum lelaki atau perempuan. Segala aspek persoalan rumahtangga menjadi perbincangan melalui korespondensi yang utuh dan penuh dengan permenungan mendalam. Selamat membaca dan menemukan inspirasi kehidupan untuk membangun kehidupan berumahtangga!

Judul               : Lady Susan

Penulis             : Jane Austen

Penerbit           : Qanita

Cetakan           : I, September 2016

Tebal               : 132 hlm.; 20,5 cm

ISBN               : 978-602-402-042-2

Peresensi         : Junaidi Khab*

* Peresensi adalah Akademisi dan Pecinta Baca Buku asal Sumenep, lulusan UIN Sunan Ampel Surabaya.

2 Responses to Konstruksi Sosial Kaum Perempuan

  1. Pingback: Cara Ibu Merawat Anak | junaidikhab

  2. Pingback: Bencana Alam (Aceh) dan Oportunisme Manusia | junaidikhab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: