Meraih Beasiswa ke Luar Negeri

Dok. Pribadi Junaidi Khab_Inggris di Tembok Kamarku Kisah Para Penerima Beasiswa

Sebuah ungkapan – entah itu kata-kata atau sabda Nabi Muhammad Saw. – mungkin pernah kita dengar. “Carilah ilmu hingga ke negeri Cina”. Kata-kata tersebut menjadi pemantik dan senjata anak muda Islam untuk terus mencari ilmu ke luar negeri – karena kata-kata itu diyakini sebagai sabda Nabi Muhammad Saw. Namun, jika kita menggunakan pendekatan epistimologi, kata-kata tersebut bersifat universal yang ditujukan bagi seluruh umat manusia di seantero alam.

Karya bunga rampai yang diwakili oleh Enung sebagai penulis buku ini akan menjadi pengantar bagi kita semua untuk belajar ke luar negeri (hlm. 254). Dalam ungkapan di atas ke negeri Cina tidak bisa kita artikan hanya ke negeri Cina saja kita dalam mencari ilmu. Tapi, ke negeri Cina dengan makna sejauh mungkin dari tempat kita tinggal. Atau bisa kita artikan ke negeri Cina dengan melalui banyak pelajaran dari berbagai negara di dunia hingga sampai ke Cina.

Baca:
Membincang Olahraga dan Dunia Kepenulisan
Tauhid Kemanusiaan
Mengajarkan Kebaikan dan Kebijakan pada Anak
Lipstik
Baju Ayah
Sehelai Kerudung

Satu alasan kita dituntut mencari ilmu ke tempat yang jauh. Karena di sana ada pengalaman dan ilmu Tuhan yang tidak kita temukan di tempat kita tinggal. Memang sangat sulit untuk belajar ke tempat yang jauh, khususnya keluar negeri, ke negara lain. Hal tersebut karena biayanya yang mahal, mulai persyaratan administrasi hingga untuk hidup. Dengan membaca karya ini, kita akan menemukan percikan cahaya untuk mencari ilmu ke luar negeri – ke tempat yang jauh dengan melalui beasiswa yang digulirkan oleh pemerintah di setiap negara.

Sebagai kunci keberhasilan mereka yang bisa belajar ke luar negeri yaitu tekun belajar, berkeinginan besar dengan usaha, dan berdoa. Tiga bekal pokok tersebut harus terus bersemi dalam diri kita. Tidak boleh ditinggalkan salah satunya. Persoalan ekonomi tidak akan menjadi penghambat jika tiga tindakan tersebut dilakukan dengan serius. Seperti yang dialami oleh Imron Rosidi, dengan tiga bekal tersebut ia bisa belajar ke Belanda (hlm. 2). Tentunya melalui beasiswa yang dikucurkan oleh pemerintah baginya dan mereka yang layak secara akademis.

Niat dan Tekad

Di mana ada kemauan, di sana ada jalan. Ungkapan tersebut mungkin tidak boleh kita abaikan dalam menempuh pendidikan dengan niat belajar dan mencari ilmu ke luar negeri. Mencari ilmu ke luar negeri membutuhkan banyak biaya. Selain itu, kesiapan mental juga menjadi hal yang sangat dibutuhkan. Namun, kemungkinan besar jika niat dan tekad sudah bulat, jalan untuk mencari ilmu dengan kuliah ke luar negeri akan mudah tercapai. Hal itu dicerminkan dengan kerja keras seperti yang dilakukan oleh Rizky Adi Yanuasari hingga bisa kuliah ke Jepang (hlm. 91).

Memantapkan niat dan tekad akan berpengaruh pada pola hidup yang kita jalani untuk mencari ilmu ke luar negeri. Belajar dan bekerja keras akan menjadi landasan bahwa niat dan tekad yang kita tanam akan tumbuh dengan subur. Hal itu merupakan suatu kesungguhan kita untuk merealisasikan niat yang kita tancapkan di dalam hati impian yang terdalam.

Baca juga:

: Meneladani Langkah Kepolisian Medan

: Cerita Dewasa

: Politasasi Bahasa

: Agama, Moral, dan Politik

: Perjuangan Orang Miskin di Indonesia

: Merekatkan Jalinan Ayah dan Anak

: Tips dan Trik Menang RANK Mobile Legends Bang Bang (MOBA)

Salah satu cara untuk mendapatkan beasiswa agar bisa mencari ilmu atau belajar ke luar negeri dengan belajar sungguh-sungguh, berkeinginan keras, dan selalu berdoa. Enung Nurhayati dan beberapa rekan lainnya bisa memperoleh dana beasiswa untuk belajar ke Brunei Darussalam (hlm. 254). Jalan usahanya tetap sama, rajin belajar, berusaha keras dengan niat-tekad yang kuat, dan berdoa. Begitu pengalaman yang dilalui oleh para pencari ilmu yang mendapat scholarship ke luar negeri.

Membaca kisah-kisah dari para mahasiswa yang kuliah ke luar negeri memang sangat mengasyikkan. Ada yang membuat bangga, terharu, tersenyum, ada juga yang membuat merasa konyol, tetapi ternyata berbuah kesuksesan. Sungguh, kisah-kisah di dalam buku ini akan menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita semua untuk terus mencari ilmu dan belajar dengan tekun dan disertai doa serta usaha yang keras.

Buku ini merupakan sebuah pengalaman para pencari ilmu ke luar negeri dengan biaya yang ditanggung oleh pemerintah. Keberuntungan mereka belajar ke luar negeri dengan beasiswa berkat tekun belajar, keinginan yang tinggi (niat dan tekad), dan doa yang selalu mereka dengungkan hingga menjadi realita yang harus mereka syukuri dengan gembira. Selain itu, di dalam buku ini juga diberikan beberapa tips agar hidup sukses, khususnya untuk belajar ke luar negeri dengan beasiswa. Selamat membaca!

Judul               : Inggris di Tembok Kamarku Kisah Para Penerima Beasiswa

Penulis             : Enung Nurhayati

Penerbit           : Metagraf (PT Tiga Serangkai)

Cetakan           : I, Desember 2015

Tebal               : viii, 296 hlm; 21 cm

ISBN               : 978-602-73215-3-3

Peresensi         : Junaidi Khab*

* Peresensi adalah Akademisi dan Pecinta Baca Buku Asal Sumenep, Lulusan UIN Sunan Ampel Surabaya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: