Mengajarkan Kebaikan dan Kebijakan pada Anak

Dok. Pribadi Junaidi Khab_Princess Aziza Indahnya Berbuat Baik

Dunia anak merupakan dunia yang masih putih bersih seperti sebuah kapas atau kertas. Dengan perumpamaan itu, orang-orang di sekitarnya – khususnya orangtua – bisa menjadikan kapas itu dengan segala warna. Jika orangtua menginginkan anaknya berkelakuan baik atau buruk itu bisa dilakukan sejak dini. Namun, tidak ada orangtua yang menginginkan anak-anaknya agar berperilaku buruk atau jahat. Semua orangtua tentu menginginkan anak yang shaleh atau shalehah dan bisa berbakti kepada orangtua, agama, bangsa, dan negara.

Sebuah inspirasi mungkin diperlukan, baik oleh orangtua atau anak-anak. Kehadiran buku yang berjudul Princess Aziza Indahnya Berbuat Baik ini, merupakan cahaya inspirasi yang tepat untuk dibaca oleh para orangtua dan khususnya anak-anak untuk menemukan nilai-nilai kebaikan dan kebijaksanaan. Kadang kita memang tidak sempat untuk membaca sebuah buku untuk menemukan inspirasi atau motivasi sebagai penyemangat hidup.

Buku ini disajikan dalam bentuk sederhana dengan pola gambar yang menyesuaikan pada isi cerita yang terkandung di dalamnya. Kisah-kisahnya pun ditulis dengan sederhana dan pendek serta mudah dipahami. Hal ini memungkinkan bagi anak-anak untuk lebih semangat untuk membaca sembari memandangi ilustrasi yang disajikan. Selain itu, ilustrasi ceritanya pun mampu memberikan gambaran tentang perbuatan baik atau buruk yang pada substansinya akan memancing otak anak untuk memahami maksud ceritanya.

Baca:

: Menguliti Kemunafikan dan Kefasikan Manusia

: Membincang Olahraga dan Dunia Kepenulisan

: Tauhid Kemanusiaan

: Meneladani Langkah Kepolisian Medan

: Cerita Dewasa

: Politasasi Bahasa

Tokoh utama dalam buku kisah inspiratif ini yaitu Princess Azizah. Dia anak dari seorang Ratu Tsurayya dari Gaza. Seiring pertumbuhannya, Princess Aziza menjadi anak yang kuat dan rajin. Hal ini mungkin patut dibaca dan kisahnya diteladani oleh anak-anak. Namun, meskipun Princess Aziza kuat dan rajin, dia sering usil pada temannya. Mengganggu menjadi kebiasaan sehari-hari. Sehingga, temannya kadang diganggu dengan menarik kerudungnya ketika bermain (hlm. 2-4).

Dua sifat bertentangan itu akan menumbuhkan daya pikir bagi anak-anak ketika membaca. Princess Aziza memang suka mengganggu, tapi dia rajin dan kuat. Anak-anak akan diajak berimajinasi tentang sifat baik dan buruk yang melekat pada diri seseorang. Sehingga, anak-anak bisa memilah dan memilih sifat mana yang harus dilakukan, menjadi baik atau jahat. Dengan cara tersebut, anak memiliki kebebasan untuk memilih, tetapi dalam buku ini kisahnya menekankan agar anak berbuat baik. Seakan anak-anak dipersuasi agar membenci perbuatan buruk atau jahat tanpa harus dipaksa.

Membuka Kesadaran

Mengajarkan anak tentang nilai-nilai kebaikan dan kebijakan memang bisa dilakukan dengan berbagai cara. Tetapi, cara yang sangat tepat dan tak tampak memaksa melalui kisah-kisah untuk memancing daya pikirnya agar bisa membedakan antara yang layak dilakukan dan yang harus dihindari dalam kehidupan sehari-hari. Tentunya, perilaku buruk atau jahat kadang dipandang menyenangkan, tetapi dampaknya bagi diri sendiri sangat berpengaruh, terlbaih bagi orang lain.

Maka dari itu, kisah tentang Princess Aziza bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak guna bisa memilih perbuatan baik dan bijak dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai anak yang rajin dan kuat, sekaligus nakal, Princess Aziza pada akhirnya menjadi pribadi yang bijak akibat pengalaman kenakalannya. Suatau ketika saat Princess Aziza bermain boneka dengan Princess Imani, Princess Aziza mengambil paksa boneka milik Princess Imani. Princess Imani pun menangis dan meminta paksa dengan mengejar Princess Aziza. Ketika, Princess Aziza terjatuh dan menangis (hlm. 13-19).

Baca juga:

: Lipstik

: Baju Ayah

: Sehelai Kerudung

: Agama, Moral, dan Politik

: Perjuangan Orang Miskin di Indonesia

: Tips dan Trik Menang RANK Mobile Legends Bang Bang (MOBA)

Atas kejadian itu, Ratu Tsurayya sebagai ibunya bukan membela Princess Aziza. Tetapi, Princess Aziza diingatkan agar tidak mengambil mainan milik orang lain. Agar dia punya teman, Ratu Tsurayya menyuruhnya untuk meminta maaf pada Princess Imani. Dengan lugu dan polos, permintaan maaf pun dilakukan. Mereka bisa bermain bersama lagi tanpa saling rebut mainan.

Buku ini akan mengantarkan anak-anak agar menjadi pribadi yang baik dan bijak dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kisah Princess  Aziza yang inspiratif ini, anak-anak diajak untuk berkelana secara bebas, tetapi pada substansinya mereka dipersuasi untuk memilih perbuatan baik dan bijak sebagai landasan hidupnya. Begitu juga, buku ini mendorong orangtua untuk mengajarkan nilai-nilai kebaikan dan kebijakan bagi anak-anaknya.

Judul               : Princess Aziza Indahnya Berbuat Baik

Penulis             : Yulia Nurul I. dan Ferry Barryadi

Penerbit           : DAR! Mizan

Cetakan           : 2017

Tebal               : 20 halaman

ISBN               : 978-602-242-757-5

Peresensi         : Junaidi Khab*

* Peresensi adalah Akademisi dan Pecinta Baca Buku asal Sumenep, lulusan UIN Sunan Ampel Surabaya. Sekarang Belajar di Yogyakarta.

Advertisements

One Response to Mengajarkan Kebaikan dan Kebijakan pada Anak

  1. Pingback: Meraih Beasiswa ke Luar Negeri | junaidikhab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: