Dari Cinta, Pacaran, hingga Pernikahan

Dok. Pribadi Junaidi Khab_Pacaran Mulu, Kapan Putusnya

Buku ini merupakan rangkaian motivasi bagi kalangan pemuda dan remaja agar tidak terjerumus pada jurang pacaran. Untuk saat ini, budaya pacaran sudah sangat lumrah terjadi. Tujuannya tak jauh berbeda – ingin menikmati hidup bersama pasangan. Bahkan, seiring waktu berjalan, pacaran sudah mengalami pergeseran yang sungguh signifikan. Bukan pacaran jika tidak melakukan hubungan layaknya suami istri.

Semua harapan yang dibangun di atas kehidupan pacaran memang sangat indah. Tapi, tidak jarang hanya menimbulkan berbagai macam penyakit; mulai penyakit hati, pikiran, bahkan penyakit sosial. Tidak sampai di ujung pelaminan, pacaran putus dengan sakit yang terus mendera. Melalui buku ini, kita diajak untuk membuka mata hati kita untuk memandang jerat-jerat pacaran yang sebenarnya tidak membahagiakan hidup. Meskipun membahagiakan, dampak negatifnya pun lebih besar – hamil di luar nikah dengan menanggung malu yang tiada terkira.

Baca: Jeritan Puisi dari Balik Jeruji

Seperti yang dialami oleh Anita bersama pacarnya, Fadil – nama Samaran. Ia hamil di luar nikah (hlm. 15). Bahkan tragisnya, Fadil memaksa Anita untuk melakukan aborsi. Dibelikan obat penggugur, tapi tak mempan. Jauh lebih sakit, selain dipaksa kekerasan fisik pun sering dialami oleh Anita. Sementara Fadil tak mau menikahinya dan Anita tak berani bercerita kepada orangtuanya. Penyesalan dan kegundahan terus membayangi pikiran serta hatinya.

Baca juga: Menabung dengan Cara Bersedekah

Ibaratnya, mau menenggak jamu kebahagiaan, tapi salah minum – racun yang menyerupai jamu yang ditenggak oleh Anita bersama pasangannya, Fadil. Sebenarnya, ini hanya sebagian kasus percintaan anak kekinian dari puncak gunung es dari beberapa kasus sama yang tak terungkap. Hal ini perlu menjadi pelajaran dan introspeksi diri bagi kita – khususnya remaja, pemuda, dan para pelajar yang masih tergolong seumuran jagung.

Baca lainnya: Sehelai Kerudung

Seperti yang dikatakan oleh penulis buku ini bahwa pacaran memang terasa nikmat, tapi akhirnya membuat kita sekarat (hlm. 79). Ibarat gatal di tubuh. Jika kita garuk, memang terasa nyaman. Namun, setelah gatalnya hilang, maka rasa perih seperti terbakar yang terasa kurang enak. Bahkan bisa jadi borok yang mengganggu.

Baca juga: Baju Ayah

Buku ini menjadi rangkaian pertimbangan bagi kita agar tidak memilih pacaran. Sudah barang tentu, korbannya seorang perempuan. Lelaki bisa memilih perempuan lain yang ia sukai manakala problem lain mendera. Baik laki-laki atau perempuan, tua-muda, harus membaca buku ini sebagai pegangan untuk mengingatkan diri sendiri dan generasi muda kita agar tidak terperosok pada jurang pacaran. Selamat membaca!

Judul               : Pacaran Mulu, Kapan Putusnya

Penulis             : ProfesorcintaID

Penerbit           : mizania

Cetakan           : I, 2016

Tebal               : 211 halaman

ISBN               : 978-602-418-037-9

Peresensi         : Junaidi Khab*

* Peresensi adalah Akademisi dan Pecinta Baca Buku asal Sumenep, lulusan UIN Sunan Ampel Surabaya.

4 Responses to Dari Cinta, Pacaran, hingga Pernikahan

  1. Pingback: Menguliti Kemunafikan dan Kefasikan Manusia | junaidikhab

  2. Pingback: Motivasi | junaidikhab

  3. Pingback: Tips dan Trik Menang RANK Mobile Legends Bang Bang (MOBA) | junaidikhab

  4. Pingback: Tauhid Kemanusiaan | junaidikhab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: