Ramadan sebagai Momentum Mengendalikan Nafsu

Di bulan Ramadan, kita harus mampu mengendalikan nafsu dengan menata hati sebaik mungkin. Karena manusia pada umumnya hanya dipengaruhi oleh dua hal: hati dan pikiran. Namun, satu hal yang dominan memengaruhi kehidupan hanya hati: sumber nafsu. Segala yang melesat dalam hati akan diolah oleh otak. Kemudian, dari otak akan dikembangkan menjadi tindakan atau ucapan.

Ada banyak penyakit yang menyerang hati dan pengaruhnya terhadap pikiran, lalu disalurkan melalui ucapan atau tindakan hingga menjadi kejahatan. Bulan puasa Ramadan kali ini kiranya sangat tepat untuk menaklukkan nafsu dengan mengelola keberadaan hati agar hidup tidak dimenangkan oleh nafsu yang serakah. Sehingga, bulan Ramadan berakhir dengan kemenangan yang hakiki.

Baca: Menyembuhkan Stres di Era Modern

Melalui buku Purification of The Heart ini, kita akan diajak untuk mengenal lebih dalam tentang penyakit hati yang bisa membahayakan: seperti rasa benci akibat nafsu (hlm. 50). Secara tidak langsung, benci memang sederhana. Namun, dari sifat benci ini bisa muncul virus-virus lainnya seperti sombong, dengki, dan zalim.

Baca juga: Usaha Mengubah Nasib Kita Sendiri

Sebenarnya, bukan hanya benci saja yang bisa melahirkan sifat-sifat buruk lainnya, tetapi segala sifat buruk yang tumbuh di hati juga memiliki potensi yang sama. Hal demikian yang harus kita taklukkan agar kemenangan dalam hidup ini bisa diraih. Jika kita berhasil memerangi virus negatif dalam hati, maka kita akan mendapat kemenangan.

Baca lainnya: Merekatkan Jalinan Ayah dan Anak

Secara tegas dalam buku ini disebutkan bahwa akar dari segala penyakit hati adalah cinta dunia yang fana (hlm. 238). Seseorang yang menyintai dunia: kekuasaan, otoritas, dan terlebih kekayaan, maka berbagai macam penyakit hati akan mudah tumbuh. Jika satu saja tumbuh, maka penyakit-penyakit lainnya pun akan segera bertebaran. Ibarat imun tubuh kita lemah, jika satu penyakit menyerang, maka akan mendatangkan penyakit yang lain.

Baca juga: Sehelai Kerudung

Maka dari itu, cinta dunia yang fana ini jangan sampai mengalahkan cinta kita pada akhirat. Ada beberapa uraian penting yang bisa dijadikan bekal untuk meraih kemenangan dalam hidup. Pertama, buku ini mengulas tentang beberapa penyakit hati sebagai biang kehidupan nafsu. Kedua, mengulas tentang pengobatan hati dan pemurniannya. Ketiga, mengulas tentang akar penyakit hati. Selamat berpuasa, membaca, dan menjadikan hati kita sehat tanpa pengaruh nafsu!

Judul               : Purification of The Heart

Penulis             : Hamza Yusuf

Penerbit           : Mizan

Cetakan           : I, 2017

Tebal               : 320 h.; 23,5 cm

ISBN               : 978-979-433-975-6

Peresensi         : Junaidi Khab*

* Peresensi adalah Akademisi dan Pecinta Baca Buku asal Sumenep, lulusan UIN Sunan Ampel Surabaya.

3 Responses to Ramadan sebagai Momentum Mengendalikan Nafsu

  1. Pingback: Islam, Zakat, dan Pemerataan Ekonomi | junaidikhab

  2. Pingback: Menabung dengan Cara Bersedekah | junaidikhab

  3. Pingback: Membincang Olahraga dan Dunia Kepenulisan | junaidikhab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: