Hari Bumi dan Refleksi Pelestarian Alam

Dok. Pribadi Junaidi Khab_Dunia Anna

Hari Bumi yang diperingati setiap tanggal 22 April kadang terasa tidak memberikan sumbangan apa pun. Mungkin hal itu hanya sebatas dilakukan sebagai seremonial belaka tanpa merenungi segala peristiwa yang sebenarnya dilakukan oleh manusia seluruh dunia. Di satu sisi mereka dengan gigih memahat slogan agar bumi diselamatkan. Tapi, di sisi lain mereka hadir sebagai penggerak kerusakan bumi.

Jostein Gaarder dengan kejelian kata-kata dan bahasanya mencoba untuk mengajak masyarakat dunia – tanpa terlihat memaksa – untuk menjaga dan melestarikan kehidupan umat manusia di bumi. Melalui novel yang berjudul Dunia Anna ini, Gaarder akan mengajak kita keliling dunia untuk melihat beberapa penyebab kerusakan bumi dan alam. Pemaparannya dalam bentuk narasi ini penuh dengan renungan yang berjiwa filsafat untuk dipahami secara mendalam.

Baca: Membaca Biografi Nabi Muhammad Saw

Melalui mimpinya yang aneh, Anna bertemu dengan nenek buyutnya dan sebuah cincin di tangannya saat terbangun (hlm. 148). Cincin itu bisa memberikan kilasan permulaan kehidupan buyutnya. Dalam dunia semiotika, cincin itu merupakan lambang dari keberadaan ozon bumi yang mulai menipis, karena hanya dengan lapisan ozon yang utuh itu kehidupan manusia akan kembali normal seperti sediakala.

Baca juga: Shalat Malam, Mahasiswa, dan Tugas Akhir Kuliah

Satu hal yang diingatkan oleh Gaarder tentang misi manusia terhadap eksistensi alam, yaitu: tanggung jawab dalam menjaga keseimbangan bumi atau alam (hlm. 157). Karena sebagai makhluk pelupa dan penuh khilaf, manusia kadang lebih suka bermain-main tanpa mengindahkan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin di bumi. Sehingga, sesuatu yang seharusnya dijaga seperti menjaga kelestarian bumi dan alam terlupakan begitu saja.

Baca lainnya: Manusia yang Ingin Mengalahkan Tuhan

Dengan bahasa yang sangat kuat, tajam, dan mendalam, Gaarder seakan membawa kita pada kenyataan-kenyataan yang dilakukan oleh manusia tanpa mereka sadari sebenarnya mengurangi jumlah lapisan ozon yang melindungi keberadaan bumi dengan berjuta-juta penghuni. Narasi yang dijabarkan oleh Gaarder dalam buku ini cukup inspiratif untuk mencambuk kita yang lalai dalam menjaga kelestarian bumi. Selamat membaca dan selamat Hari Bumi 22 April 2017!

Judul               : Dunia Anna

Penulis             : Jostein Gaarder

Penerbit           : Mizan

Cetakan           : IX, 2016

Tebal               : 244 halaman

ISBN               : 978-979-433-842-1

Peresensi         : Junaidi Khab*

* Peresensi adalah Akademisi dan Pecinta Baca Buku asal Sumenep, lulusan UIN Sunan Ampel Surabaya.

5 Responses to Hari Bumi dan Refleksi Pelestarian Alam

  1. Estisisme says:

    Sip, pas hari Bumi postingnya 🌏 👍

    Like

  2. Pingback: Menyembuhkan Stres di Era Modern | junaidikhab

  3. Pingback: Usaha Mengubah Nasib Kita Sendiri | junaidikhab

  4. Pingback: Buka Puasa dengan Pola Makan Sehat | junaidikhab

  5. Pingback: Berjihad Melawan Korupsi dan Ketidakadilan | junaidikhab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: