Berpuasa dan Mengonsumsi Makanan dengan Baik

Dok. Pribadi Junaidi Khab_Food Combining & Yoga Mengendalikan Stres

Karya Hiromi Shinya ini menjadi katalisator di dunia kesehatan. Baik dari sisi kedokteran ataupun keagamaan. Namun, pada hakikatnya Shinya ingin mengajarkan terapi sehat dengan dua cara yang bisa mengubah hidup agar lebih baik dan sehat. Terapi yang pertama dengan mengimbangi pola makan sehat. Sedangkan cara kedua dengan melalui terapi puasa – alias tidak makan dan minum dalam waktu tertentu.

Dua cara yang digagas oleh Shinya pada mulanya kita akan menganggap menyalahi ketentuan empat sehat dan lima sempurna dalam pola makan. Namun, ulasan-ulasannya yang analitik mampu memberikan pemahaman secara ilmiah. Inilah yang kita sebut dengan katalisator dunia kesehatan. Di mana kita dituntut untuk mengurangi segala bahan makanan yang berbasis hewani dan mengganti dengan makanan yang berbasis nabati secara imbang.

Baca: Merayakan Kelahiran Nabi Muhammad Saw

Pola makan yang sebagian besar berbasis hewani, seperti daging, susu, dan produk susu menghasilkan banyak protein rusak atau sampah. Maka dari itu, kita akan menanggung sejumlah besar sampah ini dalam sel-sel tubuh kita yang belum sepenuhnya terdegradasi. Seiring dengan proses penuaan, sampah ini semakin menumpuk dan seperti pada pembuangan sampah kota, sampah ini akan menjadi racun (hlm. 28). Sebaliknya, pola makan yang didominasi dengan makanan berbasis nabati lebih menyehatkan, karena kandungan seratnya yang mudah diolah oleh usus dan memperbaiki sel-sel tubuh yang mati atau rusak.

Baca juga: Inspirasi dari Jogja untuk Indonesia

Selain Shinya menganjurkan untuk mengonsumsi bahan makanan berbasis nabati karena minim lemak dan kolesterol. Ia juga menganjurkan untuk melakukan puasa atau tidak makan dalam waktu tertentu (hlm. 45). Seperti dijelaskan secara ilmiah, ketika perut tidak diisi oleh makanan, maka tubuh akan tetap bekerja mendaur ulang segala yang tersisa. Karena tidak ada asupan makanan, maka kandungan lemak dan sel-sel yang mati atau rusak tetap didaur ulang oleh tubuh dan akan diganti dengan sel yang baru ketika ada makanan masuk ke dalam tubuh. Sehingga, dengan puasa tubuh bisa menjadi sehat dan tampak awet muda karena sel-sel mati atau rusak didaur ulang dan diganti dengan sel-sel yang baru. Selamat membaca dan mengikuti ide dan gagasan cemerlang ala Shinya!

Judul               : Keajaiban Enzim Awet Muda

Penulis             : Hiromi Shinya. M.D.

Penerbit           : Qanita

Cetakan           : Ed. Baru/I, November 2015

Tebal               : 180 h.; 19 cm

ISBN               : 978-602-1637-91-3

Peresensi         : Junaidi Khab*

* Peresensi adalah Akademisi dan Pecinta Baca Buku asal Sumenep, lulusan UIN Sunan Ampel Surabaya.

2 Responses to Berpuasa dan Mengonsumsi Makanan dengan Baik

  1. Pingback: Membaca Biografi Nabi Muhammad Saw | junaidikhab

  2. Pingback: Shalat Malam, Mahasiswa, dan Tugas Akhir Kuliah | junaidikhab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: