Merekatkan Jalinan Ayah dan Anak

Tribun Jateng: Minggu, 11 November 2018

Dok. Pribadi Junaidi Khab_Anakku Sayang, Ada Ayah di Sini

Buku parentingAnakku Sayang, Ada Ayah di Sini – yang ditulis secara keroyokan ini kiranya sangat tepat untuk dijadikan sebagai bahan bacaan para keluarga yang sudah menikah, khususnya yang memiliki anak atau ayang sedang dalam masa kehamilan. Di dalam buku ini, pembaca akan disuguhi tentang kisah seorang ayah dalam berinteraksi dengan anak guna memajukan dan mendukung perkembangan fisik, emosional, sosial, dan perkembangan kecerdasan anak.

Kisah-kisah inspiratif seorang ayah dalam mengasuh anak memungkinkan para orangtua untuk mengambil pelajaran dari pengalaman tersebut. Salah satunya membangun komitmen antara suami dan istri: ayah-ibu. Misalkan ketika anak menangis bersama ayahnya (berseteru karena suatu hal), maka istri jangan ikut campur yang cenderung bisa mendukung atau membela keinginan anak yang sebenarnya tak baik baginya (hlm. 32). Biarkanlan urusan itu selesai dengan ayahnya, begitu juga sebaliknya. Hal ini dilakukan agar anak yang menginginkan sesuatu – padahal kurang baik baginya – bisa dihindari.

Baca: Agama, Moral, dan Politik

Dari pengalaman mendidik anak oleh para ayah dalam buku ini akan menjadi pilihan tersendiri bagi pembaca yang ingin mendidik anaknya dengan cara yang terbaik. Kesibukan dan rasa lelah jangan sampai menjadi alasan untuk acuh terhadap anak, karena hal itu akan mempengaruhi perkembangan fisik dan psikisnya. Memang banyak rintangan yang harus dihadapi oleh para orangtua, karena dunia anak tentu berbeda dengan dunia orang dewasa.

Apalagi jika sebuah keluarga ditakdirkan harus membangun jarak jauh dengan, misalkan Aceh-Jakarta. Kewajiban mengasuh anak pertama di tengah kesibukan bekerja membuat seorang ayah harus sabar membagi waktu. Sementara istrinya harus melanjutkan kuliah ke Jakarta berkat mendapat beasiswa (hlm. 53). Jarak antara Aceh dan Jakarta bukan jarak yang dekat, sehingga menambah keruwetan dalam proses parenting, dan bisa gagal jika orangtua tak bisa membangun keintiman komunikasi secara intens dengan anak.

Baca juga: Perjuangan Orang Miskin di Indonesia

Usia anak-anak memang dipenuhi warna dan rasa ingin tahu. Menghadapi hal demikian, sosok ayah harus bisa menggantikan posisi ibu untuk anak-anak dengan membangun komitmen untuk terus dekat dengan anaknya dan menyadarkan diri agar tak labil di saat anaknya mengajukan pertanyaan. Begitu juga sebaliknya bagi seorang ibu. Memang hal semacam ini yang perlu dibangun oleh para orangtua, bukan hanya dilakukan oleh masing-masing ayah atau ibu.

Baca lainnya: Sastra Lisan sebagai Media Pendidikan Keluarga

Pengalaman-pengalaman empat belas sosok ayah dalam buku ini kiranya sangat inspiratif dalam proses parenting. Meskipun demikian, sebagian kisah satu dengan yang lainnya masih mengundang paradoks. Sebagian keluarga masih berpikir untuk menyewa baby sitter, meski pada akhirnya tak dilakukan. Mereka menyadari bahwa dalam parenting, yang diutamakan adalah peran orangtua, bukan orang lain yang bisa membangun jarak keintiman antara orangtua dengan anak. Dari beberapa pengalaman dalam buku ini yang kiranya dipandang kurang baik bisa dijadikan sebagai bahan pelajaran dan refleksi diri guna membangkitkan kesadaran orangtua agar tak melakukan kesalahan dalam mendidik anak. begitu! Semoga bermanfaat!

Judul               : Anakku Sayang, Ada Ayah di Sini

Penulis             : Keroyokan

Penerbit           : Laksana (DIVA Press)

Cetakan           : I, November 2018

Tebal               : 160 hlm.; 14 x 20 cm

ISBN               : 978-602-407-439-5

Peresensi         : Junaidi Khab*

* Peresensi adalah Akademisi dan Pecinta Baca Buku asal Sumenep, lulusan UIN Sunan Ampel Surabaya. Sekarang Belajar di Yogyakarta.

15 Responses to Merekatkan Jalinan Ayah dan Anak

  1. Pingback: Ramadan sebagai Momentum Mengendalikan Nafsu | junaidikhab

  2. Pingback: Menguliti Kemunafikan dan Kefasikan Manusia | junaidikhab

  3. Pingback: Motivasi | junaidikhab

  4. Pingback: Tauhid Kemanusiaan | junaidikhab

  5. Pingback: Meraih Beasiswa ke Luar Negeri | junaidikhab

  6. Pingback: Sastra dan Persatuan Suku Masyarakat Melayu | junaidikhab

  7. Pingback: Bencana Alam (Aceh) dan Oportunisme Manusia | junaidikhab

  8. Pingback: Berbuat Baik sebagai Bekal Kebahagiaan | junaidikhab

  9. Pingback: Organisasi dan Tujuan Pergerakan Pemuda | junaidikhab

  10. Pingback: Meneladani Kehidupan (Keluarga) Para Nabi | junaidikhab

  11. Pingback: Bob Dylan, Alice Munro, dan Karya Peraih Nobel | junaidikhab

  12. Pingback: Memahami Cinta dan Cara Mencintai | junaidikhab

  13. Pingback: Bangsa Asing dan Eksotisme Masyarakat Nias | junaidikhab

  14. Pingback: Pahlawan yang Peduli pada Rakyat Kecil | junaidikhab

  15. Pingback: Menemukan dan Memutus Benang Merah Terorisme | junaidikhab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: