Belajar Sukses dari Kegagalan

Dok. Pribadi Junaidi Khab_Jatuh 7 Kali, Bangkit 8 Kali

Menjadi orang sukses bukan perjalanan seperti merapal mantra sulap. Untuk menuju kesuksesan, kita harus berjuang sekuat tenaga: memeras keringat dan membanting tulang. Sukses memang sangat relatif, namun lumrahnya kesuksesan bisa diartikan sebuah usaha kerja keras untuk mengubah hidup agar lebih baik dari sebelumnya.

Sukses yang dijalani oleh G. Sutarto sebagaimana dikisahkan dalam buku ini merupakan sederet perjuangan hidup dari penderitaan miskin secara materi dan berada di lingkungan yang jauh dari pencerahan. Tetapi, dengan semangat menggebu, Sutarto yang gigih tetap berjuang melawan kemelaratan dan kemalangannya. Segala tetek-bengik kehidupan dijalani dengan penuh kerja keras demi mengubah hidupnya agar lebih baik.

Baca: Menyambut Kematian dengan Amal Kebaikan

Satu hal yang menjadi jalan usaha Sutarto dalam mencari kesuksesan hidupnya, yaitu melalui cita-cita dan semangat belajar tanpa lelah di rumah atau sekolah (hlm. 8). Dengan harta milik apa adanya, hingga harus berutang dan bahkan pakaian sekolahnya pun yang tak layak pakai dilayak-layakkan demi bisa bersekolah. Berbagai hinaan dan cercaan diterima oleh Sutarto, hal itu menjadikannya memiliki mental baja untuk terus berjuang demi menjadi orang sukses.

Baca juga: Menguak Rahasia Seseorang dari Bahasa Tubuhnya

Memang tak semudah membalik telapak tangan untuk menjadi orang sukses dan penuh dengan perubahan yang lebih baik dalam hidup. Apalagi jika dihadapkan pada persoalan ekonomi seperti yang dialami oleh Sutarto. Demi makan saja kadang harus mengganjal perutnya semalam suntuk dengan rasa yang melilit (hlm. 40). Tetapi, perjuangan, kerja keras, dan semangat Sutarto untuk mengubah hidupnya agar lebih baik tidak sia-sia. Meski beberapa kali dia terjatuh, tapi dia terus bangkit dan menguatkan segala spirit hidupnya untuk terus menatap masa depan yang lebih cerah.

Baca lainnya: Ingatan Daun

Kisah-kisah perjuangan Sutarto dalam buku ini akan mengajarkan bahwa setiap peristiwa yang dijalani oleh manusia itu tak lain pelajaran dari alam yang perlu dihayati dan ditemukan maknanya. Bagi Sutarto, kehidupan merupakan pelajaran yang sangat brilian tanpa mengenal tempat dan waktu. Sutarto dalam menempuh keberhasilannya – dari kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan – banyak belajar dari lingkungan sekitarnya, hingga dia menjadi pribadi layak diteladani oleh warga kampungnya sendiri dan umumnya oleh bangsa Indonesia. Kemiskinan, keterbelakangan, kebodohan, dan terlebih kegagalan bukan penghalang untuk mengubah hidup agar lebih baik. Tetapi, hal tersebut merupakan pelajaran agar kita lebih cerdas dan penuh semangat dalam menjalani kehidupan ini.

Judul               : Jatuh 7 Kali, Bangkit 8 Kali

Penulis             : G. Sutarto dan J. Sumardianta

Penerbit           : Bentang

Cetakan           : I, Maret 2017

Tebal               : xxxvi + 248 hlm.; 20,5 cm

ISBN               : 978-602-291-373-3

Peresensi         : Junaidi Khab*

* Peresensi adalah Akademisi dan Pecinta Baca Buku asal Sumenep, lulusan UIN Sunan Ampel Surabaya.

2 Responses to Belajar Sukses dari Kegagalan

  1. Pingback: Belajar Jiwa Kebangsaan dari Cak Nun | junaidikhab

  2. Pingback: Pengaruh Haji Mabrur dan Mardud | junaidikhab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: