Agama, Moral, dan Politik

Kedaulatan Rakyat: Minggu, 11 November 2018

Dok. Pribadi Junaidi Khab_Islam Santai

Agama – khususnya Islam – merupakan salah satu media untuk menuntun manusia pada jalan kebaikan. Sebagaimana karya Acep ini, Islam Santai, menjadi cerminan cara beragama kita yang – dengan kata lain – sudah tidak santai lagi dan moral mulai terkikis. Apalagi belakangan ini kita seperti disuguhi oleh gerakan-gerakan yang mengatasnamakan Islam, tetap mengundang kontroversi dan membuat resah.

Karya ini akan mengajak pembaca untuk merefleksikan kembali tentang jati diri masyarakat Indonesia yang multikultural dan multiagama agar tak mudah menyalahkan atau bahkan mengafirkan kelompok lain yang tidak sepaham. Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam seharusnya memberikan ketenangan, khususnya bagi penganutnya, dan terlebih bagi masyarakat yang menganut agama lain. Persoalan hidayah berada di tangan Tuhan, tugas kita hanya menyampaikan, tanpa paksaan.

Baca: Pesan Damai Beragama dari Rumi

Secera tidak langsung, Acep dalam buku ini mengingatkan tentang peran tokoh (kiai) agar tak begitu aktif terlibat dalam dunia politik praktis dan bahkan tak terlibat sama sekali (hlm. 126). Seorang Gus Mus yang dijadikan sebagai bahan contoh oleh Acep, merupakan sosok kiai yang tak masuk ke ranah politik praktis. Perannya sebagai kiai, kiranya tepat menjadi guru bangsa melalui media seni dan literasi.

Baca juga: Menguatkan Peran Guru Ngaji dan Islam Nusantara

Beragama demi memperbaiki diri dan selebihnya lingkungan sekitar, itu dalam ajaran agama dianjurkan tampan pamrih. Tak melihat materi. Sementara kita sudah tahu tentang eksistensi agama dalam dunia politik yang secara tak langsung digunakan untuk mendapat pangkat, kekuasaan, dan materi. Jika seseorang terjun ke dunia politik, segalanya akan dipandang untung-rugi materi secara materi.

Baca lainnya: Mengingat Lupa Sejarah Bangsa Indonesia

Penempatan judul buku ini kiranya tepat di zaman sekarang yang banyak masyarakat – semacam – terperosok dalam keagamaan yang kaku, mulai tak ramah, dan tak bermoral lagi. Esai-esai segar dan ringan ini akan memberikan pencerahan bagi masyarakat agar tak kaku lagi dalam beragama. Ada tiga bagian yang dibahas dalam buku ini: Becermin pada Kearifan Loka, Keberagamaan dan Keseragaman, dan Ekspresi Budaya dan Porses Kreatif.

Baca juga: Mempertahankan Semangat Kebangsaan

Tiga bagian ini masing-masing memiliki pesan moral yang cukup tepat direnungkan menjelang Pilpres 2019 yang marak dengan isu agama. Kecuali pada bagian ketiga yang lebih banyak membicarakan tentang budaya dan dunia seni-literasi. Tetapi, tiga bagian ini mengajak pembaca agar tak begitu muluk-muluk dalam menghadapai kehidupan ini, khususnya dalam beragama. Selamat membaca!

Judul               : Islam Santai

Penulis             : Acep Zamzam Noor

Penerbit           : IRCiSoD (DIVA Press)

Cetakan           : I, Oktober 2018

Tebal               : 324 hlm.; 14 x 20 cm

ISBN               : 978-602-7696-66-6

Peresensi         : Junaidi Khab*

* Peresensi adalah Akademisi dan Pecinta Baca Buku asal Sumenep, lulusan UIN Sunan Ampel Surabaya. Sekarang Belajar di Yogyakarta.

15 Responses to Agama, Moral, dan Politik

  1. Pingback: Perjuangan Orang Miskin di Indonesia | junaidikhab

  2. Pingback: Merekatkan Jalinan Ayah dan Anak | junaidikhab

  3. Pingback: Tauhid Kemanusiaan | junaidikhab

  4. Pingback: Mengajarkan Kebaikan dan Kebijakan pada Anak | junaidikhab

  5. Pingback: Meraih Beasiswa ke Luar Negeri | junaidikhab

  6. Pingback: Bencana Alam (Aceh) dan Oportunisme Manusia | junaidikhab

  7. Pingback: Menata Kehidupan Rumahtangga | junaidikhab

  8. Pingback: Berbuat Baik sebagai Bekal Kebahagiaan | junaidikhab

  9. Pingback: Organisasi dan Tujuan Pergerakan Pemuda | junaidikhab

  10. Pingback: Meneladani Kehidupan (Keluarga) Para Nabi | junaidikhab

  11. Pingback: Bob Dylan, Alice Munro, dan Karya Peraih Nobel | junaidikhab

  12. Pingback: Memahami Cinta dan Cara Mencintai | junaidikhab

  13. Pingback: Bangsa Asing dan Eksotisme Masyarakat Nias | junaidikhab

  14. Pingback: Pahlawan yang Peduli pada Rakyat Kecil | junaidikhab

  15. Pingback: Menemukan dan Memutus Benang Merah Terorisme | junaidikhab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: