Meminimalisir Geng dan Kenakalan Remaja

Dok. Pribadi Junaidi Khab_BARACAS Barisan Anti Cinta Asmara

Di era modern saat ini sudah banyak bermunculan geng-geng dari kaum remaja, baik laki-laki atau perempuan. Mereka membuat kelompok dalam lingkungannya dengan anggota yang setia. Di area Jogja, mungkin istilah klithik bagi masyarakat pada umumnya sudah tidak asing lagi. Kelompok klithik ini secara kasar dipandang sebagai kumpulan anak-anak remaja nakal yang masih duduk di bangku sekolah.

Kemungkinan besar yang menyebabkan anak remaja membentuk kelompok teman sebaya yang kita sebut dengan istilah klithik atau geng dikarenakan orangtua tidak intens memberikan perhatian terhadap mereka. Disadari atau tidak, orangtua modern saat ini lebih cenderung menyibukkan diri dengan dunia karir. Tujuannya, demi masa depan anak-anak mereka. Padahal, mereka melakukan suatu usaha yang bertolak belakang antara harapan dan peristiwa kenalakan anak-anaknya.

Melalui buku ini, Pidi Baiq bersama teman-temannya menyuguhkan suatu kisah yang bisa menjadi inspirasi bagi kaum perempuan yang dipandang lemah. Namun substansinya, kaum perempuan memiliki kekuatan yang tidak mereka sadari. Baiq dengan kisah-kisahnya menghadirkan sebuah geng bernama Baracas (Barisan Anti Cinta Asmara) yang diketuai oleh Agus (hlm. 13).

Baca: Mengatasi Segala Macam Persoalan Hidup

Kehadiran kisah jenaka geng ini akan mengantarkan masyarakat pembaca untuk melihat fenomena geng anak-anak jalanan. Karena tak dapat dimungkiri bahwa saat ini ada banyak remaja yang terperosok ke dalam dunia kriminal lantara pergaulan bebas dengan anak-anak jalanan. Pembentukan suatu geng atau kelompok remaja bukan tanpa alasan. Seperti geng Baracas yang dibentuk karena remaja cowok merasa sakit hati saat ditolak oleh gadis cantik yang menjadi idamannya.

Baca juga: Menjadikan Orang Lain Sukses untuk Kita

Geng Baracas ini beranggota para pemuda yang mulanya dikhianati oleh perempuan dan akhirnya dengan kejadian itu, mereka membenci perempuan. Dengan komitmen yang kuat, mereka membuat kesepakatan bersatu. Namun, geng ini bisa bubar karena pemudi (perempuan) melakukan gerakan cukup masif. Hingga geng ini kepengurusan internalnya goyah dan komitmennya rapuh.

Dengan begitu, beberapa pemudi – yang ikut merasakan cemas melihat keresahan masyarakat dan orangtua para anggota Baracas yang gundah – melakukan aksinya agar geng ini bubar. Berkat Winny (pacar Ajo yang ditinggal begitu saja) dan perempuan lainnya, geng ini bisa bubar tanpa harus mendatangkan konflik berkepanjangan (hlm. 87). Itu terjadi tetap menjada pertemanan mereka tanpa harus berbentuk geng yang dipandang buruk oleh masyarakat.

Baca lainnya: Makanan Bergizi untuk Otak

Pidi Baiq mengemas kisah awal mula kenakalan remaja melalui kejenakaan sosial berbentuk komik ini perlu diapresiasi dan dijadikan bahan bacaan para orangtua dan khususnya masyarakat luas. Kisah ini mungkin hanya segelintir peristiwa dari lautan geng-geng kecil hingga besar dan kuat yang secara tidak langsung meresahkan masyarakat. Di luar sana ada banyak sekumpulan remaja yang berpotensi menjadi nakal, padahal mereka memiliki potensi positif yang perlu diarahkan dan dikembangkan sebaik mungkin. Hal itu tak lepas dari peran orangtua dan masyarakat untuk mengontrolnya agar tidak larut dalam dunia hitam dari geng-geng kecil yang mereka bentuk.

Kisah-kisah yang dikemas dalam bentuk komik ini cukup menggelikan dan penuh dengan hiburan-hiburan bagi pembaca. Lebih dari itu, pesan-pesan moralnya dalam memberantas geng-geng remaja yang dilakukan oleh para remaja perempuan cukup menjadi inspirasi bagi pembaca, khususnya para remaja putri agar bisa menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan kehidupan bangsa ini. Selamat membaca!

Judul               : BARACAS Barisan Anti Cinta Asmara

Penulis             : Pidi Baiq dkk.

Penerbit           : Pastel Books

Cetakan           : 2017

Tebal               : 100 hlm.; 21 cm

ISBN               : 978-602-61273-0-3

Peresensi         : Junaidi Khab*

* Peresensi adalah Akademisi dan Pecinta Baca Buku asal Sumenep, lulusan UIN Sunan Ampel Surabaya.

2 Responses to Meminimalisir Geng dan Kenakalan Remaja

  1. Pingback: Menyambut Ramadan dengan Meneladani Ibadah Rasulullah | junaidikhab

  2. Pingback: Bekal Melindungi Anak dari Pelecehan | junaidikhab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: