Kisah dan Inspirasi Penyelamatan Bumi

Dok. Pribadi Junaidi Khab_Dunia Anna

Novel yang berjudul “Dunia Anna” ini merupakan salah satu buku yang mencoba untuk merenungi segala bentuk gejala kejadian di alam dan aktivitas manusia serta kemajuan-kemajuan yang menjadi bukti keberhasilan pemikirannya. Seiring kemajuan itu melaju, secara perlahan pemanasan global (global warming) menjadi isu hangat dekade tahun 2000-an. Pemanasan global bisa kita artikan perusakan bumi, yang mana hal ini tampak dari atmosfer yang sudah banyak dipenuhi oleh CO2 akibat alat canggih.

Melalui karya ini, Jostein Gaarder berusaha untuk menyibak fenomena alam, mulai dari masa silam sebelum ditemukannya gadget hingga masa di mana dunia sudah berada di genggaman tangan manusia. “Dunia Anna” merupakan kolaborasi antara dunia mistik-modern-fantasi yang kebenarannya bisa kita rasakan. Yaitu tentang perusakan alam dan pemanasan global yang sudah terjadi akibat ulah manusia.

Baca: Bermaulid dengan Membaca Sirah Nabi Muhammad Saw

Misalkan dalam hal penambangan minyak bumi di beberapa titik bumi. Seperti kita tahu bahwa minyak bumi itu umurnya jutaan tahun. Pada dasarnya itu adalah sebuah simpanan dari jutaan tahun energi matahari. Namun, karena tidak ada yang memilikinya, jadi bisa saja dihabiskan begitu saja (hlm. 73).

Memang benar seperti yang dikatakan oleh politisi dan menteri-menteri perminyakan bahwa minyak bumi telah mengentaskan banyak orang dari kemiskinan. Namun, banyak juga orang-orang yang terentaskan dan lantas masuk ke dalam kemewahan yang sia-sia, sebuah penghamburan yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah hidup manusia.

Baca juga: Jogja dan Kearifan Masyarakatnya

Dengan permenungan yang dilakukan oleh Anna sebagai aktivis penyelamat bumi yang kadang bermimpi bertemu dengan Olla, nenek buyutnya sendiri. Juga kadang pernah bermimpi menjadi dirinya sendiri atau menjadi Nova, cucunya sendiri. Di dalam mimpinya dia mendapat hal-hal aneh yang bisa ditemukan di dunia nyata. Ada cincin bermata rubi. Cincin itu disebut cincin Aladin (hlm. 186). Sebagaimana wasiat nenek buyutnya, hanya cincin itu yang bisa diharapkan dan mampu untuk menyelamatkan bumi dari kehancuran akibat pemanasan global.

Jin Aladin yang ada di dalam cincin itu akan memenuhi tiga permintaan. Tapi dua permintaan sudah dikabulkan oleh jin cincin itu. Kini hanya tinggal satu permintaan yang berlaku bagi jin tersebut. Tapi, suatu ketika jin itu pernah diminta untuk menyelamatkan bumi. Karena sang jin tidak memiliki kemampuan atas sesuatu yang diminta oleh tante Anna, Sunniva, maka permintaan tersebut tidak bisa dipenuhi. Otomatis sia-sia lah permintaan terakhir kepada jin yang menghuni cincin rubi.

Baca lainnya: Bambu Pak Suto

Seperti yang ditokohkan oleh Nova dan kekasihnya, mereka memandang ke arah planet bumi. Keduanya ingat pada gambar-gambar yang mereka lihat tentang bola bumi yang berwarna biru kehijauan yang diambil dari pesawat ulang-alik Apollo sekitar seratus tahun lalu (hlm. 210). Menurut mereka, kin bumi sudah hampir tidak dapat dikenali lagi, yang tampak jelas dari luar angkasa ialah bumi yang sebagian besar tertutup awan mendung, dan ini memang sejalan dengan yang dirsakan pada permukaan bumi: panas dan tidak menentu.

Kehadiran karya ini merupakan suatu upaya untuk mengajak kita agar berkaca diri terhadap perilaku yang kita lakukan setiap hari. Karena akibat aktivitas yang kita lakukan, bumi perlahan mengalami penuaan dan kerusakan yang dampaknya seakan bukan karena ulah manusia. Padahal sejatinya bumi rusak akibat ulah manusia yang tamak dan serakah hingga menyebabkan pemanasan global. Melalui alur kisah yang ringan, santai, dan sedikit mistik tapi penuh makna, buku ini akan menyadarkan para pembaca untuk merenungi keberadaan manusia dan alam semesta agar tidak dirusak. Selamat membaca dan menyelami makna kehidupan yang dalam melalui buku ini!

Judul               : Dunia Anna

Penulis             : Jostein Gaarder

Penerbit           : Mizan

Cetakan           : IX, 2016

Tebal               : 244 halaman

ISBN               : 978-979-433-842-1

Peresensi         : Junaidi Khab*

* Peresensi adalah Akademisi dan Pecinta Baca Buku asal Sumenep, lulusan UIN Sunan Ampel Surabaya. Sekarang Belajar di Yogyakarta.

2 Responses to Kisah dan Inspirasi Penyelamatan Bumi

  1. Pingback: Belajar dari Peraih Nobel Karya Sastra | junaidikhab

  2. Pingback: Menyambut Kematian dengan Amal Kebaikan | junaidikhab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: