Ramadan dan Kisah Pejabat yang Bebas dari Penjara

Dok. Pribadi Junaidi Khab_Sajadah Lipat Pak Camat

Seorang pejabat yang adil dan bijak harus dipenjara. Bahkan, tuntutan hukumannya seumur hidup atau hukuman mati karena kasus pembunuhan berencana. Namun, kuasa Tuhan memberikan jalan keluar. Tepat pada bulan suci Ramadan, pejabat itu bebas. Ia mayakini, Ramadan memang penuh dengan hikmah dan berkah.

Kita menyadari bahwa, sebuah jabatan pada hakikatnya adalah amanah dan tanggung jawab yang harus diemban demi kepentingan rakyat. Bukan untuk memperkaya diri melalui proyek-proyek yang kadang merugikan rakyat sendiri. Memang sangat sulit menjadi pejabat yang bijak dan baik. Ada banyak tantangan, selain orang lain di kanan-kiri, juga uang menjadi tantangan. Siapa yang tak tergiur dengan uang miliaran dengan kerja sedikit?

Buku yang berjudul “Sajadah Lipat Pak Camat” merupakan sebuah gambaran tentang sosok camat alias kepala kecamatan bernama Ikhsan. Meskipun kepemimpinannya dilandasi keadilan dan kebijakan bagi rakyatmya, namun ia tetap dibui. Tidak sedikit orang yang mencibir, bahkan orang-orang terdekatnya menjauh ketika ia dibui. Pak Ikhsan dipenjara karena dugaan pembunuhan atas selingkuhannya, perempuan bernama Myrna. Atas dugaan tersebut Pak Ikhsan dipukuli (hlm. 7) hingga dipenjara sebagai tersangka dan menunggu putusan pengadilan.

Baca: Menggapai Kesucian Jiwa dengan Zakat

Masyarakat yang pada mulanya mengelu-elukan Pak Ikhsan sebagai camat yang adil dan bijak, kini sedikit menaruh rasa sinis karena telah menjadi tersangka pembunuhan Myrna. Namun, sebagian di antara mereka masih ada yang peduli dan yakin bahwa Pak Ikhsan tak melakukan itu semua. Persoalan itu memang sangat rumit. Tak ada bukti kalau Pak Ikhsan benar.

Bahkan bukti pembelaan oleh pengacaranya yang bernama Maria tidak diterima oleh hakim karena landasannya kurang bukti meski sedikit-banyak sudah rasional. Namun, ada temuan baru dengan dugaan unsur jebakan atas kematian Myrna, ada pihak ketiga di balik kematian Myrna (hlm. 186). Dengan alasan demikian sidang ditunda selama tiga hari agar Maria mendatangkan bukti atas dugaan keterlibatan orang ketiga.

Baca lainnya: Bertaraweh dengan Nilai yang Sempurna

Dengan berbagai upaya, akhirnya Pak Ikhsan bebas atas dugaan pembunuhan Myrna di hotel. Hal itu setelah ada empat bukti yang datang dengan sendirinya ke pengadilan di luar dugaan Maria dan Ikhsan yang sudah pasrah untuk menjalani hukuman penjara seumur hidup. Tepat di penghujung bulan Ramadan, setelah Pak Ikhsan berdoa di kala siang, dan merintih memohon ampun kepada Tuhan.

Baca lainnya: Lipstik

Novel ini mengisahkan tentang dunia hukum dan kehakiman, seluk-beluk pemerintahan daerah, dan keteguhan hati seorang yang difitnah, hingga bebas dari penjara pada bulan Ramadan. Lebih dalam lagi, novel ini mengajarkan tentang sebuah tanggung jawab bagi kepala daerah untuk tetap mempertahankan keadilan, kenyamanan, dan kesejahteraan rakyat baik untuk hari ini serta masa depannya. Selain itu, untuk memikul tanggung jawab membutuhkan keberanian meski penjara atau nyawa yang menjadi taruhannya. Begitu selayaknya menjadi pemimpin, seperti halnya yang digambarkan oleh tokoh Pak Ikhsan. Selamat membaca dan menemukan hikmah Ramadan!

Judul               : Sajadah Lipat Pak Camat

Penulis             : Riyanto El Harist

Penerbit           : Tinta Medina (PT Tiga Serangkai)

Cetakan           : I, 2015

Tebal               : viii, 288 hlm; 20 cm

ISBN               : 978-602-0894-11-9

Peresensi         : Junaidi Khab*

* Peresensi adalah Akademisi dan Pecinta Baca Buku asal Sumenep, lulusan UIN Sunan Ampel Surabaya.

2 Responses to Ramadan dan Kisah Pejabat yang Bebas dari Penjara

  1. Pingback: Mendidik Anak dengan Cara yang Benar | junaidikhab

  2. Pingback: Eksotisme Novel Karya Motinggo Busye | junaidikhab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: