Menyoal Hisab dan Rukyat Bulan Ramadan

Dok. Pribadi Junaidi Khab_Jangan Asal ikut-ikutan Hisab & Rukyat

Keberadaan Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam di Indonesia, antara Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah selalu terjadi kontradiksi dalam memahami dan mengamalkan ajaran syariat Islam. Khususnya terkait penentuan awal dan akhir bulan Ramadan yang selalu mengundang kontroversi. Satu patokan pasti yang dipegang oleh Muhammadiyah untuk menentukan awal dan akhir Ramadan yaitu berdasarkan hisab (hitungan). Sementara NU berdasarkan pada hadis yang Nabi Muhammad Saw. yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

Ada tiga hadis yang menjadi rujukan umat Islam, utamanya warga NU. Pertama, “Jangan kalian berpuasa sampai kalian melihat hilal, dan jangan berbuka sampai melihatnya lagi. Jika bulan tersebut tertutup awan, maka sempurnakan bulan tersebut sampai tiga puluh hari” (HR. Muslim). Kedua, “Berpuasalah karena kalian melihat bulan, dan berbukalah ketika kalian melihat bulan” (HR. Bukhari dan Muslim). Ketiga, “Jika kalian melihat hilal (Ramadan), maka berpuasalah, dan jika kalian melihat hilal (Syawal), maka berbukalah” (HR. Muslim).

Baca: Melawan Absurditas Masyarakat Modern

Kehadiran karya monumental Agus Mustofa ini merupakan suatu upaya untuk menyatukan kesepakatan warga NU dan Muhammadiyah dalam penentuan awal dan akhir bulan Ramadan. Hal ini mengingat bahwa sudah berpuluh-puluh tahun umat Islam Indonesia terjebak dalam perdebatan tiada akhir, tentang penetapan awal Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha. Semakin lama bukan semakin mendekati titik temu, tetapi malah semakin menjauh. Sehingga, sidang isbat yang diharapkan bisa menjadi forum untuk menjadi solusi bersama pun, kini terkesan sudah tak memiliki daya apa-apa (hlm. 216).

Fenomena perbedaaan pendapat tersebut semakin lama bukan semakin mendapatkan titik temu, padahal jika ditelisik lebih tajam dan rasional, warga Muhammadiyah yang selalu merujuk pada hadis dan Alquran dalam setiap tindakannya, tak lagi merujuk pada Alquran dan hadis yang ada. Namun, untuk penentuan awal dan akhir bulan Ramadan mereka menggunakan hisab yang jauh kendali dari ketentuan hadis dan Alquran. Padahal sabda Nabi Muhammad Saw. sudah jelas dalam penentuan awal dan akhir bulan Ramadan, yaitu dengan melakukan rukyat dengan segala perangkat yang bisa menuju rukyat itu sendiri.

Rukyat, Hisab, dan Teknologi

Melihat fenomena yang tak kunjung usai dari perbedaan tersebut, pada Sabtu, 26 April 2014 lalu buku ini dibedah secara internasional di Jatim Expo International Surabaya dengan mendatangkan tokoh astrofotografi dari Australia, Thierry Legault. Acara tersebut juga mendatangkan tokoh NU dan Muhammadiyah, Din Syamsudin dan Said Aqil Siraj dengan tujuan untuk membangun kerjasama untuk menyatukan antara warga NU dan Muhammadiyah dalam penentuan awal dan akhir Ramadan.

Mencermati perkembangan praktek penentuan awal Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha di Indonesia, kita bisa merujuk akar masalahnya pada kriteria yang digunakan oleh dua Ormas besar: NU dan Muhammadiyah. Jika warga NU mengandalkan rukyat berdasarkan hadis Nabi Muhammad Saw. dan warga Muhammadiyah melalui penghitungan hari, maka Agus Mustofa dengan dukungan ilmuwan astrofotografi dari Australia menggunakan alat canggih untuk menengahi perbedaan antara NU dan Muhammadiyah.

Organisasi masyarakat (Ormas) lain seperti Persis (Persatuan Islam), walau sedikit berbeda kriterianya, secara garis besar berada pada salah satu kriteria NU atau Muhammadiyah. Untuk mencari titik temu, perlu kita memahami kesamaan dan perbedaannya serta kemungkinan untuk dipersatukan. Berdasarakan keputusan Muasyawarah Tarjih Muhammadiyah tahun 1932 menegaskan bahwa datangnya awal bulan bukan hanya dengan rukyat, tetapi juga dengan hisab. Hisab bisa berdiri sendiri sebagai sumber pengetahuan datangnya Ramadan dan bulan-bulan Hijriyah lainnya. Ini berbeda dengan NU yang menyatakan hisab sebagai pembantu di kala rukyat tidak memungkinkan (hlm. 218).

Baca juga: Pesan Damai Beragama dari Rumi

Muhammadiyah mendefinisikan hisab sebagai penghitungan astronomi tentang posisi hilal (bulan). Namun, hisab tidak mungkin tanpa adanya kriteria yang disebut hilal. Tidak ada satu pun dalil di dalam hadis dan Alquran yang menyebutkan secara tegas tentang hilal yang bisa diterjemahkan secara kuantitatif dalam kriteria hisab. Di sini titik lemah warga Muhammadiyah yang perlu diakhiri mengenai penentuan awal dan akhir Ramadan.

Sementara NU sebagai Ormas berhaluan ahlussunnah wal jamaah berketetapan mencontoh Rasulullah Saw. dan para sahabat dan mengikuti ijtihad para ulama mazhab empat. Warga NU dalam menetapkan awal atau akhir bulan Ramadan selalu berdasarkan rukyat. Jika bulan sedang ditutupi awan atau menurut perhitungan, hilal masih di bawah ufuk, maka warga NU tetap melakukan rukyat untuk kemudian mengambil keputusan dengan menggenapkan bulan berjalan sampai tiga puluh hari.

Di dalam buku ini, kita akan menemukan sisi lain antara rukyat, hisab, dan teknologi yang digunakan sebagai upaya dalam penentuan awal dan akhir bulan Ramadan. Agus Mustofa menyodorkan beberapa ide dan gagasan cemerlang terkait penyatuan warga NU dan Muhammadiyah dalam penentuan awal dan akhir bulan Ramadan dengan menggunakan pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sudah berkembang dan maju. Bahkan tak tanggung-tanggung disarankan untuk menggunakan teknologi sebagai alternatif untuk melihat bulan yang tertutup awan dan menimbang hisab yang tidak memiliki landasan dalam hadis dan Alquran.

Judul               : Jangan Asal ikut-ikutan Hisab & Rukayat

Penulis             : Agus Mustofa

Penerbit           : PADMA Press

Cetakan           : 2017

Tebal               : 272 halaman

ISBN               : 978-979-1070-47-8

Peresensi         : Junaidi Khab*

* Peresensi adalah Akademisi dan Pecinta Baca Buku asal Sumenep, lulusan UIN Sunan Ampel Surabaya.

2 Responses to Menyoal Hisab dan Rukyat Bulan Ramadan

  1. Pingback: Bebas dari Penjara Berkah Doa dan Puasa Ramadan | junaidikhab

  2. Pingback: Keutamaan (Puasa) Ramadhan dan Zakat Fitrah | junaidikhab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: