Berhaji dan Berumrah dengan Benar

Dok. Pribadi Junaidi Khab_Tuntunan Haji & Umrah

Melakukan ibadah haji atau umrah sangat terasa sulit. Itu dirasakan oleh kita yang belum pernah melaksanakan dua ibadah tersebut, sangatlah wajar karena ibadah haji merupakan ritual keagamaan musiman. Hal tersebut merupakan suatu kewajaran yang kita hadapi ketika akan melaksanakan ibadah haji atau umrah ke tanah suci Makkah. Tak jarang pula masyarakat belajar tatacara melakukan haji dan umrah pra-keberangkatannya ke Makkah. Itu dengan harapan agar ibadah haji dan umrah yang dilakukan bisa berjalan lancar, benar, dan penuh pahala.

Seiring dengan kemajuan zaman pada saat ini dengan suguhan transportasi yang cukup cepat, berhaji semakin menjadi catatan hidup tiap kaum muslim di belahan dunia termasuk Indonesia yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam. Tetapi terkadang kita merasa bimbang pada detik-detik keberangkatan ibadah haji yang akan kia laksanakan akibat pengetahuan mengenai tatacara melaksanakan ibadah haji atau umrah masih terlihat buram. Ini yang perlu dibenahi terlebih dahulu agar ketika nanti sampai di Makkah tanpa harus berpikir seribu kali untuk melakukan ibadah haji atau umrah. Maka dari itu, belajar tatacara sebelum berangkat haji atau umrah menjadi kewajiban tersendiri bagi calon jamaah haji.

Baca: Bebas dari Penjara Berkah Doa dan Puasa Ramadan

Buku sederhana ini akan mencoba untuk memandu para calon jamaah haji atau umrah agar pelaksanaan ibadah tahunan tersebut bisa berjalan dengan lancar tanpa keraguan akibat ketidaktahuan yang kita miliki. Kemungkinan besar sebagian atau bahkan mayoritas calon jamaah haji tidak mengetahui macam-macam haji. Seperti halnya haji disebutkan ada tiga macam, yaitu; haji ifrad, haji qiran, dan haji tamattu’. Tiga macam haji tersebut memiliki pengertian berbeda dan pelaksanaan yang berbeda pula. Hal semacam ini kiranya patut diketahui dan dipahami oleh para calon jamaah haji dan secara umum oleh umat Islam sedunia (Hal. 19-20).

Dari persoalan ini perlu kiranya untuk belajar tatacara melakukan haji dan umrah dengan baik dan benar. Suatu kesalahan dalam melaksanakan ibadah tahunan itu, kesempurnaan dan mungkin juga kesia-sian akan menghantui kita setelah kita mengetahuinya di kemudian hari. Maka dari itu, agar tidak menyesal di kemudian hari pasca-melaksanakan ibadah haji, tentunya kita harus belajar dari berbagai sumber. Baik pada teman yang berpengalaman atau melalui buku-buku literatur seperti halnya buku tuntunan ini cukup relevan untuk dipelajari oleh calon jamaah haji atau pun orang Islam di seantero dunia guna persiapan bagi diri sendiri atau pun persiapan ketika seseorang bertanya tentang tatacara pelaksanaan ibadah haji atau umrah sehingga untuk menjawabnya tidak membutuhkan waktu lama.

Baca juga: Keutamaan (Puasa) Ramadhan dan Zakat Fitrah

Misalkan lagi pada sebelum tanggal 8 Dzulhijjah, umat Islam dari seluruh dunia mulai berbondong-bondong untuk melaksanakan tawaf haji di Masjidilharam, Makkah. Pada tangga 8 Dzulhijjah pula jamaah haji bermalam di Mina. Pada tanggal 8 pagi Dzulhijjah, semua umat Islam memakai pakaian ihram (dua lembar kain tanpa jahitan sebagai pakaian haji). Kemudian, berniat haji dan membaca talbiyah. Jamaah kemudian berangkat menuju Mina, karena pada malam harinya semua jamaah haji harus bermalam di Mina (Hal. 37).

Secara gamblang penulis buku ini memberikan sebuah tuntunan yang cukup sederhana mengenai tatacara melaksanakan ibadah haji atau umrah di tanah suci Makkah. Sehingga enak dibaca dan mudah dipahami. Namun tak menutup kemungkinan para pembaca sebagai masyarakat berpendidikan atau tidak harus pula mencari panduan lainnya sebagai pembanding guna menemukan banyak keringanan dalam pelaksanaan ibadah haji atau umrah. Memang secara kasat mata buku ini menunjukkan kesempurnaan tuntunan haji dan umrah. Namun tidak dapat dipungkiri buku ini juga sedikit masih kurang memberikan segalanya mengenai tuntunan jamaah haji ketika melakukan ibadah lain seperti halnya ketentuan batal wudlu menurut empat imam dalam madzhab fikih dan persoalan ibadah lainnya saat berada di Timur Tengah.

Baca lainnya: Memotret Peristiwa Sepanjang Jalan Raya

Sebenarnya hal tersebut juga menjadi kebimbangan para calon jamaah haji Indonesia yang akan melaksanakan ibadah haji ke Makkah. Misalkan dengan bersentuhan dengan perempuan yang tidak muhrim (sementara di Makkah laki-laki dan perempuan berbaur), maka wudlu’nya batal (madzhab Syafi’i). Persoalan yang akut semacam ini perlu kiranya menjadi panduan agar hati para jamaah haji Indonesia tidak ragu dan tidak was-was dengan keyakinan ajaran yang diikutinya. Buku ini malah memberikan bentuk percakapan singkat menggunakan bahasa Arab-Indonesia mengenai persoalan turun dari bandara, turun dari bus, dan mencari kopor. Memang itu sangat penting, namun lebih urgen lagi pemahaman yang lainnya terkait ibadah-ibadah tertentu yang diulas.

Secara garis besar buku ini memberikan tuntunan yang tepat, mudah, dan sangat kontekstual bagi umat Islma di dunia khususnya Indonesia untuk memahami perihal haji dan tatacara melaksanakannya guna mencapai haji yang mabrur. Selain memberikan tuntunan mengenai tatacara melaksanakan ibadah haji dan umrah dengan baik, buku ini juga mengulas perihal tempat ibadah yang mustajabah di tanah suci dan doa-doa yang populer dilantunkan dari masa ke masa.

Judul               : Tuntunan Haji & Umrah

Penulis             : Achmad Ja’far Sodik

Penerbit           : Buku Pintar

Cetakan           : I, 2013

Tebal               : 132 hal 14 cm x 20 cm

ISBN               : 978-602-7881-45-7

Peresensi         : Junaidi Khab*

* Peresensi adalah Wakil Direktur Gerakan UIN Sunan Ampel Menulis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

2 Responses to Berhaji dan Berumrah dengan Benar

  1. Pingback: Menggapai Kesucian Jiwa dengan Zakat | junaidikhab

  2. Pingback: Bertaraweh dengan Nilai yang Sempurna | junaidikhab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: