Puisi-Puisi A. Warits Rovi

Basbasi.co: Selasa, 4 September 2018

Senyum Ibel

Ibel, putriku, bibirmu tumpuan kembang mekar
setangkai-setangkai di tangan musim
menggetarkan jantung angin.

senyumlah dalam giris hujan yang lebat
membabat tingkap ladang senyap
bertaut sisipan mata bajak
menumbuhkan benih yang sajak,

senyumlah dalam panas kuku kemarau
dengan riwayat kering tanah
mengubur bau nanah
menampung jalar akar bertemu getah.

Dik-kodik, 08.18

Baca: Puisi-Puisi Kurnia Hidayati

Meja Tamu

dua buah cangkir
dalam pengap yang sama
menutup bibirnya kepada angin,

kisah jeda di taplak hijau
antara leliuk oretan motif bunga
yang mengabadikan hari-hari
yang pernah wangi,

kita hanya berdua di sini
menghabiskan kebisuan
dengan lirikan tajam
dan sebuah gumam yang tetap terperam,

serasa di meja ini
ada sungai sunyi
kita duduk di seberang berbeda
menghayati bulan yang menua,

Sri, kapan kau akan jadi tamu abadi
yang tak akan beranjak dari meja ini?

Sumenep, 2018

Bibir Nenek

sadah merah kesumba
di bibirmu menjelma peta,

tak ke mana angin timur meraba
cicip kuncup sisa sirihmu
dengan sekapur giwang laut pualam,

gigimu tampak menyembul hitam
dua jadi tugu hari tua
sekali kau cipratkan sadah
hari terapung dalam warna merah,

hari-hari, malam yang sunyi
sepotong pinang, sesendok kapur
dan tiga helai sirih
kau tumbuk di lesung tuamu
agar bibirmu seperti binar tanju

basah sadah, manis kisah.

Gapura, 07.17

Baca juga: Puisi-Puisi Mutia Sukma

Di Telaga Dewi Kelintang

di airmu yang bening
ikan-ikan mengapungkan tubuh
habis segala senyap dibadai gemercik air
suara dari sekali kibasan ekor klemar
yang melewati tujuh batang semanggi
dengan sirip menusuk-nusuk sepi,

seekor capung menyentuhkan
ujung ekornya pada air
dengan gerakan lamban
seperti sedang menyampaikan pesan
yang ia terima semalam,

duhai perempuan mana
yang mencuci di tepinya
di sehampar batu berlumur deterjen?
wanginya melumat angin
seperti tumpah kelopak kembang Dewi Klintang
menjelang upacara bulan safar,

ya, aku takluk pada bening airmu
yang menerimaku dengan riak tenang
menggenggam bayangan badan
dengan pantulan mata manis Dewi Kelintang

Bungduwak 11.17

Ilustrasi gambar diambil dari Basabasi.co.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: