Cerita Dewasa

Lampung Post: Jumat, 27 April 2018

Oleh: Junaidi Khab*

Dok. Pribadi Junaidi Khab

Dalam buku kumpulan cerita pendek (cerpen) yang berjudul Kamu Sedang Membaca Tulisan Ini (2017) karya Eko Triono yang diterbitkan oleh penerbit Basabasi Yogyakarta, dia menulis sebuah cerita pendek berjudul Cerita Dewasa: “Cerita ini mengandung konten dewasa. Pastikan Anda sudah cukup umur untuk dapat melanjutkan. Ingat, Tuhan Maha Melihat dan peraturan ada untuk ditaati. (Saya 18+ dan ingin melanjutkan, klik. Saya 18- dan tetap ingin melanjurkan, klik).”

Memahami makna atau arti Cerita Dewasa dalam cerpen Eko tersebut kita disuguhi pemahaman bahwa cerita dewasa merupakan cerita yang mengandung konten dewasa, yaitu sebuah aktivitas seksual yang lumrah dilakukan oleh orang dewasa. Hal demikian memantik pemahaman pembaca pada hal-hal yang berhubungan dengan penyaluran biologis belaka.

Cerita dan Dewasa

Dalam KBBI kata cerita diartikan sebagai 1. tuturan yang membentangkan tentang kejadian suatu hal (peristiwa) 2. karangan yang menuturkan perbuatan, pengalaman, atau penderitaan orang; kejadian dan sebagainya (baik yang sungguh-sungguh terjadi atau rekaan belaka) 3. lakon yang diwujudkan atau dipertunjukkan dalam gambar hidup (sandiwara, wayang, dan sebagainya) 4. omong kosong, dogengan (yang tidak benar), omongan.

Baca: Menjaga Identitas Bahasa

Sementara kata dewasa dalam KBBI diartikan sebagai 1. sampai umur, aki balig (bukan kanak-kanak atau remaja lagi) 2. telah mencapai kematangan kelamin, 3. matang (tentang pikiran, pandangan, dan sebagainya).

Dengan kata lain, pemahaman tentang cerita dewasa tetap mengacu pada makna secara artifisial dalam konteks tertentu, yaitu buatan atas konsep memahaminya. Dua pengertian tersebut untuk kata cerita dan dewasa tak jauh berbeda dengan pandangan Eko yang mengartikan sebagai cerita yang mengandung unsur seksual atau berpau porno. Kecuali pada pengertian tentang dewasa pada bagian ketiga: matang dalam berpikir.

Berbeda halnya sebagaimana diketahui secara umum, bahwa karya-karya novel Fredy S merupakan karya vulgar alias porno. Cerita-cerita yang dikarang oleh Fredy S merupakan kisah cerita dewasa. Dengan kata lain, Fredy S dianggap sebagai penulis novel porno yang banyak digandrungi anak-anak SMP dan SMA era tahun 90-an. Cerita dewasa dipandang dan  dianggap hanya sebagai cerita yang menyuguhkan hal-hal yang berbau seksual dan lumrah dilakukan oleh orang dewasa.

Padahal, tidak demikian, termasuk karya-karya novel Fredy S. Misalkan Gerimis Jatuh di Wajah Cinta (1996), yang mengisahkan bagaimana hubungan rumah tangga bisa bertahan dengan sikap kedewasaan antara suami dan istri. Bahkan, jika ingin berbicara kevulgaran atau kepornoan suatu karya, lebih vulgar dan hot karya Eka Kurniawan yang berjudul Lelaki Harimau (2017) yang mengisahkan tentang pembunuhan dengan bumbu-bumbu persetubuhan yang dibahasakan dengan begitu lihai dan erotis pada sebagian adegannya.

Baca juga: Belajar Akar Bahasa

Istilah atau frasa cerita dewasa jangan hanya dipandang sebagai bentuk kisah-kisah yang menyajikan cerita porno atau seksualitas belaka, karena masih ada makna lain harus dipahami. Belakangan ini, dan bahkan jauh sebelumnya, banyak anak-anak di bawah usia 18 tahun yang menjadi patokan dewasa orang Indonesia dalam undang-undang pemerintahan, juga melakukan tindakan seksual. Sehingga, pemahaman tentang makna cerita dewasa tidak tepat ketika disangkut-pautkan dengan kisah-kisah seksual belaka.

Bermakna Bijak dan Arif

Dalam istilah farasa cerita dewasa, ada sebuah generalisir makna yang ditautkan dengan segala aktivitas yang dilakukan oleh orang dewasa. Hal ini bertolakbelakang dengan pengertian cerita dewasa yang lebih cenderung mengajarkan masyarakat bersikap agar bersikap lebih dewasa untuk mengambil tindakan atau keputusan yang bijak dan arif dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini mungkin akan berbenturan dengan pandangan umum tentang cerita dewasa yang dianggap sebagai kisah seksual-biologis.

Pemahaman tentang makna cerita dewasa bukan sebatas pada perilaku seksual belaka. Tetapi lebih dari itu, yaitu cerita-cerita yang menyuguhkan kisah tentang sebuah relasi di antara manusia untuk berpikir arif dan bijak dalam mengambil suatu tindakan atau keputusan agar keputusan yang diambil melahirkan sebauh kebaikan bersama.

Seperti disebutkan sebelumnya, yaitu karya Fredy S yang berjudul Gerimis Jatuh di Wajah Cinta tersebut. Novel tersebut benar-benar berisi cerita dewasa. Yaitu, cerita tentang kehidupan sebuah keluarga yang diterpa suatu masalah bisa dihadapi dengan cara dewasa: bijak dan arif. Sehingga, kehidupan rumah tangga yang dibangun tetap damai, rukun, sakinah, dan penuh keharmonisan. Begitulah kiranya pemahaman dalam konteks berbeda tentang makna cerita dewasa yang sebelumnya dipandang sebagai kisah seksualitas belaka.

* Penulis adalah Akademisi asal Sumenep, lulusan Sastra Inggris Konsentrasi Studi Sosiolinguistik, Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya.

18 Responses to Cerita Dewasa

  1. Pingback: Politasasi Bahasa | junaidikhab

  2. Pingback: Laknat atau Musibah Datang dari Kita Sendiri | junaidikhab

  3. Pingback: Motivasi | junaidikhab

  4. Pingback: Tips dan Trik Menang RANK Mobile Legends Bang Bang (MOBA) | junaidikhab

  5. Pingback: Tauhid Kemanusiaan | junaidikhab

  6. Pingback: Mengajarkan Kebaikan dan Kebijakan pada Anak | junaidikhab

  7. Pingback: Meraih Beasiswa ke Luar Negeri | junaidikhab

  8. Pingback: Sastra dan Persatuan Suku Masyarakat Melayu | junaidikhab

  9. Pingback: Cara Ibu Merawat Anak | junaidikhab

  10. Pingback: Bencana Alam (Aceh) dan Oportunisme Manusia | junaidikhab

  11. Pingback: Berbuat Baik sebagai Bekal Kebahagiaan | junaidikhab

  12. Pingback: Organisasi dan Tujuan Pergerakan Pemuda | junaidikhab

  13. Pingback: Meneladani Kehidupan (Keluarga) Para Nabi | junaidikhab

  14. Pingback: Bob Dylan, Alice Munro, dan Karya Peraih Nobel | junaidikhab

  15. Pingback: Memahami Cinta dan Cara Mencintai | junaidikhab

  16. Pingback: Bangsa Asing dan Eksotisme Masyarakat Nias | junaidikhab

  17. Pingback: Pahlawan yang Peduli pada Rakyat Kecil | junaidikhab

  18. Pingback: Menemukan dan Memutus Benang Merah Terorisme | junaidikhab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: