Meneladani Langkah Kepolisian Medan

Harian Analisa: Selasa, 18 Oktober 2016

Oleh: Junaidi Khab*

Junaidi Khab

Pada Jumat, 14 Oktober 2016 Harian Analisa menerbitkan berita tentang penangkapan sembilan orang yang diduga calo surat ijin mengemudi (SIM) pada hari Kamis, 13 Oktober 2016. Modus sembilan orang yang diduga calo ini menggunakan media sebagai juru parkir di daerah Satlantas Polrestabes Medan. Langkah yang dilakukan oleh Polrestabes Medan perlu kita dukung guna mengurangi gerakan orang-orang yang melakukan pungutuan liar atau calo SIM.

Sebagaimana dikatakan oleh Kasat Lantas Pol­res­tabes Medan Kompol Rizal Moelana, khusus Pol­res­tabes Medan, sudah dibentuk tim internal yang akan meng­awasi kinerja personel di Satpas Satlantas Pol­res­tabes Medan dari dalam. Dia juga mengimbau masyarakat agar hati-hati dengan pungutan liar dan jangan sampai berurusan dengan calo dalam pembuatan SIM. Dia juga menambahkan agar masyarakat saat mengikuti tes pembuatan SIM mengikuti prosedur yang berlaku.

Langkah yang dilakukan oleh Satlantas Polrestabes Medan ini sangat ambisius dalam menguak skandal calo di lingkaran pembuatan SIM. Sehingga berbagai kecurangan dalam pengurusan pembuatan SIM bisa dikendalikan. Selain itu, langkah tersebut membuka jalan lebar bagi masyarakat agar benar-benar waspada dengan berbagai pungutan liar selain pembayaran resmi pembuatan SIM.

Langkah Konkrit

Peranan Satlantas Polrestabes Medan ini dalam menangkap sembilan orang yang diduga sebagai pantas kita apresiasi dan menjadi teladan bagi kepolisian yang ada di Indonesia. Sayangnya, langkah yang dilakukan oleh mereka bukan solusi konkrit dalam menguak skandal calo yang menyamar sebagai juru parkir. Ada dua kemungkin atas penangkapan sembilan orang yang diduga calo SIM di Medan, masyarakat merasa heran atau merasa jengkel dengan langkah tersebut.

Baca: Nasionalisme dan Romantisme “Sang Kiai”

Pertama, tindakan yang dilakukan Satlantas Polrestabes Medan untuk menangkap sembilan orang yang diduga sebagai calo SIM tanpa menginterogasi orang-orang yang menggunakan jasa calo untuk membuat SIM. Sebuah tindakan yang hanya memberatkan sebelah pihak.

Kedua, dengan penangkapan sembilan orang yang diduga calo kemungkinan juga menimbulkan rasa resah atau jengkel di hati masyarakat. Kemungkinan ini berdasarkan pada saat pelaksanaan tes praktek lapangan. Praktek lapangan merupakan ujian pembuatan SIM yang sangat rumit dan menjadi kekhawatiran masyarakat tidak lulus serta tidak bisa membawa SIM meski berkali-kali melakukan tes uji pembuatan SIM.

Sebenarnya, kita menyadari bahwa keberadaan para calo di sekitar Satlantas Polrestabes di seluruh Indonesia akibat praktik lapangan yang begitu sulit dan rumit. Sehingga, banyak masyarakat yang tidak lulus dalam tes tersebut. Saya pernah menulis di Harian Analisa terkait prosedur praktek lapangan pembuatan SIM, yang terbit pada Senin, 06 April 2015 dengan judul “Mempertanyatakan Proses Pembuatan SIM”.

Jika Satlantas Polrestabes Medan dalam razia penangkapan sembilan orang yang diduga sebagai calo SIM sebagai langkah meningkatkan kejujuran masyarakat dalam membuat SIM dan mewanti masyarakat agar waspada terhadap pungutan liar itu cukup mulia. Tetapi, jika pihak kepolisian tidak pernah memberikan sosialisasi tentang rambu-rambu lalu lintas dan prosedur pembuatan SIM yang sulit dan rumit itu masih kurang bijaksana.

Sosialisasi

Sebagaimana tulisan saya pada 06 April 2015 tersebut, selayaknya pihak kepolisian harus benar-benar mengkonkritkan langkahnya dalam mengusut para calo dari lingkaran Polrestabes. Masyarakat harus diberi arahan dan materi pelajaran agar lolos dalam dua tahap pembuatan SIM: tes tulis dan praktek lapangan dengan melewati jalan-jalan fiktif yang sulit ditemukan di jalan raya.

Kemungkinan besar, jika sosialisasi dari pihak kepolisian dimarakkan kepada masyarakat, maka langkah tersebut akan mampu menekan berbagai kecurangan pembuatan SIM melalui para tangan calo. Sudah menjadi rahasia umum bahwa para calo akan tetap berkeliaran di lingkaran Satlantas Polrestabes Medan dan seluruh Satlantas di Republik ini guna melayani calon pembuat SIM dengan harga yang ditentukan sendiri. Tentunya, dengan razia-razia yang dilakukan oleh pihak kepolisian itu akan menjadi bahan pelajaran untuk meningkatkan strategi pencaloan agar lebih strategis dan tidak mudah dirazia.

Baca juga: Mempertanyakan Keberagamaan Kita

Tes pembuatan SIM dengan dua metode tes – tulis dan lapangan – merupakan tes di luar nalar dimana masyarakat harus mengerjakan berbagai soal dan praktek lapangan tanpa pengetahuan yang cukup mumpuni. Sementara dari pihak kepolisian tidak ada sosialisasi untuk mengajarkan model soal sebagai bekal saat ujian dan kontrol saat berkendara agar benar-benar mengikuti rambu-rambu lalu lintas dengan baik dan benar. Hal ini yang perlu dilakukan oleh pihak kepolisian selain merazia skandal calo di sekitar Satlantas Polrestabes di seluruh Republik, dan khususunya di Medan.

Maka dari itu, kesungguh-sungguhan seluruh jajaran Satlantas Polrestabes di Republik ini harus imbang dan bijak dalam membuat suatu aturan. Masyarakat benar-benar diarahkan agar sadar untuk mematuhi segala aturan yang memang dibuat demi kenyamanan bagi mereka. Pihak kepolisian jangan sewenang-wenang dalam membuat aturan, khususnya terkait pembuatan SIM tanpa memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Masyarakat bukan manusia ajaib dengan segala pengetahuan, mereka juga perlu mengetahui dan belajar tentang prosedur pembuatan SIM serta rambu-rambu lalu lintas yang dijadikan sebagai peraturan berkendara. Mari, layani masyarakat sepenuh hati. Berikan pemahaman dan sosialisasi bagi mereka, jangan buat mereka buta.

* Penulis adalah Akademisi asal Sumenep, lulusan UIN Sunan Ampel Surabaya. Kini Bergiat di Komunitas Rudal Yogyakarta.

15 Responses to Meneladani Langkah Kepolisian Medan

  1. Pingback: Motivasi | junaidikhab

  2. Pingback: Mengajarkan Kebaikan dan Kebijakan pada Anak | junaidikhab

  3. Pingback: Meraih Beasiswa ke Luar Negeri | junaidikhab

  4. Pingback: Sastra dan Persatuan Suku Masyarakat Melayu | junaidikhab

  5. Pingback: Cara Ibu Merawat Anak | junaidikhab

  6. Pingback: Bencana Alam (Aceh) dan Oportunisme Manusia | junaidikhab

  7. Pingback: Menata Kehidupan Rumahtangga | junaidikhab

  8. Pingback: Berbuat Baik sebagai Bekal Kebahagiaan | junaidikhab

  9. Pingback: Organisasi dan Tujuan Pergerakan Pemuda | junaidikhab

  10. Pingback: Meneladani Kehidupan (Keluarga) Para Nabi | junaidikhab

  11. Pingback: Bob Dylan, Alice Munro, dan Karya Peraih Nobel | junaidikhab

  12. Pingback: Memahami Cinta dan Cara Mencintai | junaidikhab

  13. Pingback: Bangsa Asing dan Eksotisme Masyarakat Nias | junaidikhab

  14. Pingback: Pahlawan yang Peduli pada Rakyat Kecil | junaidikhab

  15. Pingback: Menemukan dan Memutus Benang Merah Terorisme | junaidikhab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: