Puisi-Puisi Junaidi Khab* 1

Koran Merapi Pembaruan: Jumat Wage, 15 Desember 2017

Dok. Pribadi Junaidi Khab_Puisi-Puisi_1

Puisi memiliki ruh dan makna tersendiri bagi tiap-tiap pembaca, dan khususnya bagi penciptanya sendiri. Puisi menjadi wakil dari sebuah objek rasa menjadi kata-kata. Saya telah lama mengenal puisi. Baru pada pertengahan tahun 2011 saya menyentuh puisi meski dengan sentuhan yang cukup kasar dan tak memiliki banyak makna. Universalitas makna dalam membuat puisi memerlukan olah rasa dan kata yang begitu matang. Bagi saya, puisi menjadi teman di kala sepi, bukan kesepian, tapi juga kadang bagi sebagian orang, mungkin puisi menjadi semacam pengobat rindu dan dahaga yang tak terkira. Dari balik puisi, saya belajar tentang makna dan seluruh penyusunan kata-kata hingga memiliki nilai estetik di luar kebiasaan.

Puisi kadang dipandang sebagai karya yang tak begitu bernilai, karena proses penulisannya memang cukup singkat, meskipun tak dapat dimungkiri juga ada puisi yang ditulis dengan panjang. Dalam penulisan puisi, kita harus memiliki daya kreasi yang tinggi untuk menghasilkan makna yang lebih mampu diserap bagi kehidupan. Selain kata-katanya yang berusaha disusun sedemikian memikat, puisi juga harus mampu memberikan cerminan realita kehidupan manusia. Puisi lahir bukan sekadar sbagai halusinanasi pengarang, namun lebih pada ekspresi kegelisahan, kemelut, pemikiran, atau perasaan lainnya yang perlu ditumpahkan menjadi kata-kata yang bermakna.

Meskipun tidak seandal para penyair, saya juga menulis beberapa puisi yang belakangan ini berhasil menembus media massa, koran. Hal demikian, semakin manambah motivasi saya untuk menuliskan segala apa yang saya rasakan dan dihubungkan dengan konteks sosial yang pernah  saya lihat, dengar, atau rasakan. Birikut beberapa puisi saya yang berhasil dimuat di koran Merapi Yogyakarta edisi Jumat Wage, 15 Desember 2017.

 

Tampuk

Dok. Pribadi Junaidi Khab_Tampuk

Lekuk kuasa itu meluluhkan

mata terkesiap memandang

liur meleleh bak Read more of this post

 

 

 

Sawah

Dok. Pribadi Junaidi Khab_Sawah

Pada lautan padi

aku sering berbaring

bermain ilalang bersama awan

menapis gabah di sawah

menakar beras di Read more of this post

 

Bidik

Dok. Pribadi Junaidi Khab_Bidik

Aku bernaung padamu

dari hujan sampah dosa

yang menerjang Read more of this post

 

 

Lorong

Dok. Pribadi Junaidi Khab_Lorong

Pada deretan gubuk lapuk

juga pada barisan rumah,

rupamu kelam diapit bangunan

perlindungan dari rasa sepi

menjadi satu-satunya Read more of this post

 

* Penulis asal Sumenep, lulusan Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya. Sekarang Tinggal di Yogyakarta.

Advertisements

11 Responses to Puisi-Puisi Junaidi Khab* 1

  1. Pingback: Pemuda dan Perannya bagi Kehidupan Bangsa | junaidikhab

  2. Pingback: Bencana Alam (Aceh) dan Oportunisme Manusia | junaidikhab

  3. Pingback: Menata Kehidupan Rumahtangga | junaidikhab

  4. Pingback: Berbuat Baik sebagai Bekal Kebahagiaan | junaidikhab

  5. Pingback: Organisasi dan Tujuan Pergerakan Pemuda | junaidikhab

  6. Pingback: Meneladani Kehidupan (Keluarga) Para Nabi | junaidikhab

  7. Pingback: Bob Dylan, Alice Munro, dan Karya Peraih Nobel | junaidikhab

  8. Pingback: Memahami Cinta dan Cara Mencintai | junaidikhab

  9. Pingback: Bangsa Asing dan Eksotisme Masyarakat Nias | junaidikhab

  10. Pingback: Pahlawan yang Peduli pada Rakyat Kecil | junaidikhab

  11. Pingback: Menemukan dan Memutus Benang Merah Terorisme | junaidikhab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: