Ramadan

Lampung Post: Rabu, 21 Juni 2017

Oleh: Junaidi Khab*

Junaidi Khab (Dok. Pribadi)

Menjelang akhir bulan Mei 2017, umat Islam menjalankan ibadah puasa pada bulan ke-9 kalender Hijriyah, yaitu menggunakan penghitungan atas penampakan bulan. Kini, umat Islam sudah berhasil melewati setengah perjalanan menuju satu bulan Ramadan penuh. Bulan ke-9 dari kalender Hijriyah, masyarakat biasa menyebut sebagai bulan Ramadan atau bulan puasa yang penuh ampunan. Namun, faktanya dalam beberapa bahasa tulis, ejaan untuk bulan ke-9 Hijriyah tersebut masih tampak belum menemukan kebakuannya.

Misalkan, ada sebagian masyarakat yang menulis dengan ejaan “Ramadhan, Ramadlan, Ramadlon, dan Ramadan”. Namun, jika kita mengacu pada bahasa serapan – karena istilah “Ramadan” berasal dari kata bahasa Arab – maka penyerapannya menjadi “Ramadan”. Seperti yang digunakan oleh beberapa media, misalkan: Kompas, Jawa Pos, Lampung Post, Media Indonesia, Tribun Jateng, Tribun Jabar, Duta Masyarakat. Media-media ini seperti sudah sepakat untuk menyerap kata Ramadlan (bahasa Arab) menjadi Ramadan (bahasa Indonesia), meski dalam beberapa artikelnya masih tidak konsisten.

Namun, dalam beberapa tulisan – baik berupa berita, catatan, atau gagasan – di beberapa koran dan buku masih terjadi simpang-siur dalam penggunaan istilah “Ramadan”. Dari sini, kita bisa memahami bahwa dalam hal penulisan istilah “Ramadan” seharusnya media menguatkan andilnya dengan serius dan harus konsisten.

Peran Media

Secara tidak langsung, namun cukup masif dalam melakukan gerakan perubahan, media memiliki pengaruh yang cukup kuat. Meskipun kita diwakili oleh menteri-menteri, tapi gerakan mereka tidak akan maksimal tanpa bantuan media. Maka dari itu, penggunaan istilah “Ramadan” harus benar-benar disatukan bahasa tulisnya, khususnya melalui media-media yang berupa koran cetak atau media sosial online yang mudah diakses oleh masyarakat. Sehingga, istilah Ramadan tidak lagi rancu dalam penulisannya.

Sebenarnya, persoalan ini bukan sesuatu yang perlu kita jadikan diskusi berat. Namun, setidaknya tidak akan membuat hati ragu saat akan menggunakan istilah “Ramadan” – mana yang harus dipakai atau tidak. Tetapi, beberapa media sudah sepakat bahwa istilah “Ramadan” lebih tepat digunakan sebagai bahasa serapan – bahasa Arab – yang dalam akhir penulisannya tidak menggunakan “dhan”, “dhon”, “dlan”, atau “dlon”. Hal tersebut juga perlu diperhatikan oleh media-media lokal dan nasional.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Edisi Lux (2005), Suharso dan Ana Retnoningsih menggunakan istilah “Ramadan” untuk bulan puasa. Namun, dalam Kamus Ilmiah Populer (2001), Partanto dan Dahlan menggunakan istilah “Ramadhan” sebagai bulan ke-9 kalender Hijriyah. Dua model penulisan yang berbeda tersebut kadang juga muncul dalam beberapa media. Selain media tidak konsisten dalam menuliskan istilah “Ramadan” juga kadang terjadi keteledoran oleh editor.

Kita tidak dapat memungkiri bahwa ada beberapa kesalahan karena kurang meyakinkan saat menggunakan istilah “Ramadan”. Jika istilah tersebut ditulis sebagai serapan, maka harus ditulis “Ramadan” tanpa miring seperti dalam KBBI Edisi Lux. Tetapi, jika ditulis sebagai bahasa Arab (Ramadhan/ Ramadlan/ Ramadhon/ Ramadlon), maka harus dimiringkan seperti dalam Kamus Ilmiah Populer.

Namun, beberapa koran lokal dan nasional telah sepakat untuk menggunakan istilah “Ramadan” sebagai kata serapan dari bahasa Arab. Hal ini yang perlu kita apresiasi dari media dalam melakukan gerakan perubahan dan penyatuan pemahaman pembaca. Ini mungkin hanya contoh kecil dari istilah yang digunakan oleh masyarakat Indonesia dan tidak menemukan kebakuannya. Dari istilah “Ramadan” ini, mungkin kita bisa mengambil analogi lebih luas dalam menentukan penulisan suatu kalimat atau kata yang diserap dari bahasa asing. Semoga memberikan pencerahan! Amin.

* Penulis Akademisi asal Sumenep-Madura, lulusan Sastra Inggris Konsentrasi Studi Sosiolinguistik, Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: