Menjaga Identitas Bahasa

Lampung Post: Rabu, 11 Januari 2017

Oleh: Junaidi Khab*

Junaidi Khab (Dok. Pribadi)

Jangan menyepelekan bahasa. Bahasa merupakan alat komunikasi yang berkembang cukup pesat. Sejak manusia dicipta, bahasa sudah ada. Dengan keberadaan bahasa, manusia bisa berkomunikasi, berinteraksi, bertransaksi, beregenerasi, dan melakukan beberapa perubahan. Tanpa bahasa, mungkin kita tidak akan tahu apa yang akan menjadi alat dalam kehidupan ini. Setidaknya, kita sadar bahwa bahasa itu dimiliki oleh setiap makhluk di dunia. Tanpa bahasa, maka dunia akan sepi.

Suatu kelompok masyarakat akan dikenal oleh masyarakat lain karena bahasa yang digunakan. Jika kita pegang teguh, peduli, dan protektif terhadap bahasa sebagai identitas, maka dunia akan mengetahui kita. Suatu msayarakat akan hidup dan mendapat pengakuan jika pandai mempertahankan identitas bahasanya. Tanpa identitas bahasa yang kuat – hanya ikut identitas dan gaya masyarakat lain – maka kita akan tertelan oleh bangsa lain.

Namun, perlu kesadaran bersama, dengan adanya bahasa kita harus mampu menjaga hubungan baik antarsesama. Dengan bahasa, dunia ini akan selamat. Begitu pula akibat bahasa, dunia akan hancur. Bahasa memiliki kekuatan kongkrit dalam membangun peradaban dunia. Maka dari itu, tiap-tiap makhluk memiliki bahasa tersendiri yang bisa menjadi sarana komunikasi antar sesama kelompoknya. Sekarang terserah pada kita sendiri, mau dijadikan sebagai apa bahasa yang kita miliki dengan beberapa keunikannya.

Kekuatan dan kemajuan suatu bangsa sejatinya ada pada sejauh mana mereka menjaga dan mempertahankan identitas bahasanya. Kadang, masyarakat merasa sinis dan malu dengan bahasanya. Rasa percaya diri mulai menurun ketika mengetahui identitas kelompok lain yang mengalami kemajuan yang lebih pesat. Dari sini, identitas akan mulai rapuh. Jika sudah rapuh, maka apa yang kita miliki, termasuk identitas akan mudah diakui oleh kekuatan identitas masyarakat lain. Kita hanya ikut-ikutan kemajuan dan tidak mampu membangun suatu kemajuan. Maka, menjaga identitas bahasa merupakan sebuah keharusan bagi kita semua, seperti bahasa ibu kita sendiri.

Aksen

Bukan hal yang mengherankan jika masyarakat memiliki bahasa dengan gaya (aksen) yang berbeda dengan masyarakat lain. Itu merupakan kekuatan identitas dan entitas yang perlu dijaga dan dipertahankan. Aksen merupakan karya asli turun temurun suatu masyarakat tanpa ada pengaruh dari luar. Misalkan aksen bahasa Inggris saja sudah memiliki beberapa perbedaan tersendiri. Ada bahasa Inggris Amerika, Australia, Kingdom, dan beberapa aksen bahasa Inggris yang berbeda satu sama lainnya meskipun masih sama-sama bahasa Inggris.

Aksen-aksen tersebut dalam tatanan dunia internasional masih terjaga dengan baik sehingga mereka dikenal dan memiliki kekuatan tersendiri melebihi bahasa yang lain. Tidak heran jika bahasa Inggris meski dengan perbedaan dalam pengucapan, nada, dan aksen tetap eksis menjadi bahasa internasional. Mereka mampu memberikan yang terbaik bagi perkembangan bahasanya. Mereka selalu percaya dengan identitas dirinya untuk mendapat perhatian dari kelompok lain.

Mengaca pada kekuatan bahasa bangsa lain, kita yang berada di nusantara ini, khususnya di beberapa daerah, harus mampu mempertahankan kekuatan aksen yang dimiliki. Kadang kita merasa kecil karena berasal dari pedalaman dan jauh dari peradaban serta  kurang percaya diri dengan identitas yang kita miliki, sehingga kita merasa terkucil.

Dalam hal ini, aksen berbahasa masih disembunyikan dari gaya bahasa masyarakat lain. Padahal, aksen itu bisa diketahui meski berusaha disembunyikan. Rasa was-was dan malu masih tertanam kuat dalam diri kita ketika berinteraksi dengan orang lain. Hal ini yang perlu diubah, apa pun perbedaannya, aksen bahasa jangan dipandang sebagai kekerdilan dalam berkomunikasi.

Aksen merupakan keunikan tersendiri yang dimiliki oleh tiap-tiap masyarakat di seluruh negeri ini, termasuk aksen bahasa Lampung, Medan, Sunda, Jawa, hingga Madura, dan lainnya. Itu kekayaan yang perlu kita banggakan tanpa harus merasa malu.

Sekecil dan seperti apa pun identitas bahasa yang kita miliki, harus dijaga dan dipertahankan hingga percaya diri dalam berinteraksi. Dengan kepercayaan diri atas identitas itu, kita akan lebih kuat. Selain itu, keutuhan identitas bahasa yang asli akan mampu memberikan sumbangsih dalam memajukan bangsa kita sendiri. Ingat, suatu bangsa mengalami perkembangan dan kemajuan bukan berangkat dari upaya bangsa lain, melainkan dari kita dan identitas diri kita sendiri.

* Penulis Akademisi asal Sumenep-Madura, lulusan Sastra Inggris Konsentrasi Studi Sosiolinguistik, Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya.

Advertisements

2 Responses to Menjaga Identitas Bahasa

  1. Pingback: Cerita Dewasa | junaidikhab

  2. Pingback: Politasasi Bahasa | junaidikhab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: