Naik Haji Berkat Memberi Sedekah

Harian Analisa: Jumat, 5 Mei 2017

Cover Tukang Singkong Naik Haji

Judul               : Tukang Singkong Naik Haji

Penulis             : Satria Nova

Penerbit           : mizania

Cetakan           : I, Februari 2017

Tebal               : 194 halaman

ISBN               : 978-602-418-083-6

Peresensi         : Junaidi Khab*

Dalam al-Quran surah al-Thalaq ayat 7, Allah Swt. berfirman: “Hendaklah orang yang mempunyai keluasan memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang terbatas rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan oleh Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang, melainkan (sekadar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberi kelapangan sesudah kesempitan.

Bersedekah merupakan suatu perbuatan yang sangat sulit jika kesadaran kita sebagai manusia masih melihat segala sesuatu dari aspek materi. Tetapi, bersedekah akan menjadikan hidup berkah jika dilakukan sepenuh hati. Bukan hanya itu, bersedekah menjadikan kehidupan yang kita jalani akan penuh makna dan berkah. Jika sedekah dibagikan dengan tulus, maka kebahagiaan pasti datang menjumpai kita.

Melalui karya Satria Nova yang berjudul Tukang Singkong Naik Haji ini, kita akan diajak bertamasya mengarungi keindahan dalam bersedekah. Indonesia sebagai negeri yang kaya-raya, tingkat kedermawanan masyarakatnya bisa dikatakan cukup tinggi. Tetapi, faktanya dalam urusan berbagi masih jauh dari potensi yang ada (hlm. 12). Banyak fakto yang menjadi penyebab, salah satunya mungkin sebagian dari kita yang memang tidak mau menyisihkan sebagian harta karena takut akan berkurang.

Memang, secara meterialistik-logik, bersedekah mengurangi harta benda yang kita miliki jika yang didermakan berupa materi. Begitu juga, jika melakukan sesuatu tanpa pamrih akan tampak mengurangi tenaga yang kita miliki: tanpa dibayar. Namun, secara substansial, mungkin di antara kita tidak tahu tentang rahasia di balik bersedekah. Untuk membuka kesadaran di balik fakta mengagumkan di balik rahasia bersedekah, kiranya kita membutuhkan motivasi dan inspirasi.

Padahal, kita harus menyadari bahwa sebagai manusia yang hidup lingkungan sosial, tradisi berbagi atau bersedekah dari sebagian yang kita mampu atau miliki menjadi suatu keharusan. Karena tidak mungkin kita bisa menjadi kaya-raya: makan penuh dengan kecukupan, tanpa ada sumbangsih dari orang-orang di sekitar kita. Sementara kita bersifat angkuh tanpa mau berbagi dengan sesama.

Perlu diketahui bersama, bahwa setiap yang hidup akan menemukan kematiannya. Kita sebagai manusia yang akan menemukan kematian suatu hari nanti, seharusnya berpikir tentang kehidupan berikutnya yang tidak dipandang secara materi belaka. Tetapi, amal perbuatan baik selama masih hidup yang akan menjadi ukuran. Dari itu, sedekah memiliki pahala yang sangat luar biasa, selain memang di dunia kenikmatannya bisa dirasakan (hlm. 43).

Ada sebuah kisah yang cukup menggugah dan penuh inspirasi tentang berkah bersedekah. Sebagaimana judul buku ini Tukang Singkong Naik Haji. Ada seorang penjual singkong goreng di pinggir jalan. Setiap selesai dan mau tutup, buntut (sisa gorengan) singkong yang dijual selalu diberikan kepada seorang bocah yang selalu bermain di dekatnya.

Daripada sisa singkong goreng itu dibuang, lebih diberikan kepada bocah itu. Berselang beberapa tahun selama dua puluh empat tahun, bocah itu tidak pernah kelihatan lagi. Suatu hari, sebuah mobil mendatangi tempatnya berjualan singkong goreng. Dari dalam mobil itu keluar sosok lelaki dengan tampang orang kaya menanyakan buntut singkong goreng untuk dibeli. Ketika ditanya, lelaki tak lain bocah kecil yang dulu sering diberi buntut singkong dan kini menjadi orang kaya. Dengan niat baiknya, lelaki itu memberi hadiah untuk memberangkatkan haji penjual singkong tersebut (hlm. 137).

Sebuah kisah yang cukup sederhana, tetapi membawa pesan moral tinggi untuk hidup bersosial dengan sesama. Meskipun yang disedekahkan hanya buntut singkong goreng yang tidak ada artinya, hal itu menjadi sangat berharga bagi mereka yang tidak memiliki harta benda untuk sekadar makan. Tidak heran jika berkah bersedekah kita bisa menemukan kebahagiaan selain di akhirat kelak pahala menunggu.

Buku ini akan mengantarkan kita pada penyadaran diri untuk mengingat betapa sangat penting bersedekah, baik bagi diri sendiri atau bagi orang lain. Selain diulas tentang hakikat hidup pada permulaan ini, pada bagian akhir disuguhkan kisah-kisah memukau seputar nilai-nilai keutamaan bersedekah. Bersedekah akan menjadi sumber kebahagiaan dan keberkahan hidup. Mari, buka kesadaran untuk saling berbagi dengan bersedekah kepada sesama, khususnya bagi mereka yang memang membutuhkan.

* Peresensi adalah Akademisi dan Pecinta Baca Buku Asal Sumenep, lulusan UIN Sunan Ampel Surabaya. Sekarang Bergiat di Komunitas Rudal Yogyakarta.

YouTube: Junaidi Khab

Instagram: Junaidi Khab

Twitter: Junaidi Khab

Facebook: Junaidi Khab

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: