Menjadi Pemuda yang Mandiri

Kabar Madura: Kamis, 16 Maret 2017    

Business Girl Cover

Judul               : Business Girl

Penulis             : Dyah Apriliani

Penerbit           : DAR! Mizan

Cetakan           : I, April 2016

Tebal               : 176 hlm., 19,5 cm

ISBN               : 978-602-242-691-2

Peresensi         : Junaidi Khab*

Hidup mandiri merupakan impian setiap orang, baik tua atau muda. Terlebih orang dewasa yang harus memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri ditambah ketika sudah hidup berkeluarga. Tak menutup kemungkinan, anak muda juga tentu ada keinginan untuk hidup mandiri, tanpa bergantung kepada orangtua atau orang lain. Usia tua ataupun muda memiliki peluang untuk hidup mandiri. Cuma memerlukan tekad bulat dan komitmen yang kuat untuk membuka usaha sendiri.

Buku ini bagian dari cahaya tentang anak muda yang berusaha untuk menemukan jalan kemandirian hidup. Membuka usaha melalui hobi atau passion yang kita mampu akan menjadi ladang untuk hidup secara mandiri. Novel tenlit ini merupakan sebuah inspirasi bagi anak remaja yang ingin membuka usaha sendiri agar bisa hidup secara mandiri.

Sebuah kisah yang menceritakan tentang perjalanan anak sekolah menengah pertama dalam memulai usahanya. Novel ini dimulai dengan kisah yang menceritakan kisah lain mengenai remaja kembar yang menggeliat membuka usaha sendiri dengan persaingan yang sehat. Rey dan Ray yang sama-sama satu kelas terinspirasi dari Mona yang selalu tampak ceria dan sederhana meski hidupnya tergolong kaya.

Dari rahasia yang berhasil dikorek oleh Rey dan Ray, Mona tak banyak bergantung kepada orangtuanya. Ia berjualan roti yang dititip ke kantin-kantin sekolah, selebihnya dijual sendiri (hlm. 36). Memang, kadang penampilan Mona sangat kumal akibat keringat yang mengguyur tubuhnya. Tapi, ia memiliki penghasilan sendiri untuk memenuhi kebutuhan sekolah dan hidupnya sehari-hari.

Dari pengalaman hidup Mona, Rey dan Ray bisa mengubah hidupnya yang suka jajan dengan meminta jatah uang kepada orangtuanya sedikit terkutangi. Mereka berdua membuka usaha jual pulsa dengan persaingan yang tentunya sehat. Mereka membuat perjanjian terlebih dahulu bahwa meski sama-sama jual pulsa, tetap harus menjaga relasi satu sama lainnya. Cobaan memang tentu ada, seperti ketika Ray ditipu oleh temannya saat beli pulsa (hlm. 84). Namun, dengan hati lapang, Ray menerima perlakuan tersebut. Pendapatnya pun makin tak berkurang, bahkan ia bisa mengganti modal yang diberi oleh ayahnya.

Merintis sebuah usaha sejak usia masih muda memang tidak muda. Ada banyak rintangan, seperti kurang pengalaman, pikiran kurang dewasa, dan tak memiliki kekuatan modal. Maka dari itu, memanfaatkan uang jajan dengan ditabung akan menjadi modal awal jika tak mendapat pinjaman modal dari orangtua atau orang lain. Jika kita sudah mampu membuka usaha sejak usia muda, kelak ketika sudah dewasa tinggal mengembangkan dan mencari jalan yang tepat agar lebih profesional.

Dengan semangat hidup mandiri sejak usia muda, Ray akhirnya memiliki toko baju dan aksesori kekinian dengan dua puluh enam cabang di berbagai pulau di Indonesia. Sementara Ray menjadi pengusaha rumah makan yang merangkap bisnis laundry dengan beberapa puluh cabang di Indonesia (hlm. 172).

Usaha yang dilakukan oleh Ray dan Rey sejak masih duduk di bangku sekolah menengah pertama tidak sia-sia. Dengan semangat yang membara, mereka mampu membuka usaha yang lebih besar yang ditekuni ketika masih muda. Rahasia Ray dan Rey sukses berkat semangat yang anti menyerah atau putus asa menjadi landasan perjalanan awal usahanya.

Membaca buku ini, kita akan tergugah dengan rasionalitas usaha anak muda dengan modal kecil yang bisa menjadikannya sebagai pengusaha kawakan di bidang yang digelutinya. Di dalamnya, ada kemilau inspirasi yang patut dijadikan sebagai teladan bagi para anak mudah atau remaja, lebih-lebih orang dewasa yang ingin memulai usaha dengan modal minim.

* Cerpenis asal Sumenep, lulusan Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya. Sekarang Bergiat di Komunitas Rudal Yogyakarta.

Bisa dijumpai di:

YouTube: Junaidi Khab

Instagram: Junaidi Khab

Twitter: Junaidi Khab

Facebook: Junaidi Khab

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: