Mengikat Makna di Era Medsos

Solopos: Minggu Pahing, 26 Februari 2017

Cover Flow di Era Socmed Efek – Dahsyat Mengikat Makna_Junaidi Khab

Judul               : Flow di Era Socmed Efek – Dahsyat Mengikat Makna

Penulis             : Hernowo Hasim

Penerbit           : kaifa

Cetakan           : I, 2016

Tebal               : 228 hlm.; 23,5 cm

ISBN               : 978-602-0851-48-8

Peresensi         : Junaidi Khab*

Melalui karya ini, Hernowo Hasim berupaya menghidupkan pendidikan melalui media literasi – dengan mengikat segala ilmu yang kita peroleh melalui tulisan. Segala hal yang layak dijadikan sebagai bahan refleksi dan mengandung nilai-nilai yang positif perlu diabadikan dengan tulisan. Namun, dalam mengabadikannya harus menggunakan prosedur penulisan yang baik dan tepat. Hernowo Hasim menyebut dengan istilah ‘mengikat makna’ (hlm. 14). Sementara intinya, yaitu membaca sederetan teks (segala macam hal) dan dilanjutkan dengan menuliskan pemahaman atas teks tersebut.

Terlebih, di era modern saat ini, dunia tulis-menulis mengalami perkembangan dan kemajuan yang cukup signifikan. Kini media sudah menjamur yang bisa digunakan untuk mengungkapkan pemikiran, kritik, dan berbagai macam isi hati serta pikiran bisa disalurkan melalui tulisan. Tetapi, satu hal yang dilupakan oleh masyarakat modern, yaitu metode-metode dalam menyampaikan kemelut jiwa dan pikirannya tidak dengan baik serta komunikatif. Padahal, menuliska segala luapan emosi, perasaan, dan segala pemikiran yang bersumber dari hati atau pikiran memerlukan metode yang baik.

Maka dari itu, sebuah pendidikan berbasis literasi – kesanggupan membaca dan menulis – sangat diperlukan guna memberikan efek positif dalam dunia kepenulisan dengan cara mengikat makna. Dalam mengikat makna melalui tulisan, ada manfaat yang tentunya bisa didapat. Salah satunya mampu memperbaiki komunikasi (hlm. 15). Orang yang terbiasa mengikat makna dalam bentuk tulisan, maka komunikasi lisan dengan orang lain akan berjalan dengan baik. Secara tidak langsung, dengan mengikat makna kita belajar menata bahasa agar komunikatif dan supaya mudah dipahami oleh orang lain.

Diterapkan di Sekolah

Karya Hernowo Hasim ini mengulas mengenai dunia tulis-menulis agar menjadi gagasan yang komunikatif-inspiratif. Jika ditelaah lebih dalam sangat tepat disebut sebagai ‘pendidikan berbasis literasi’. Karya ini sangat tepat jika metode-metodenya digunakan oleh guru-guru di sekolah dalam memberikan didikan dan bahan ajaran kepada murid-muridnya. Dengan belajar membaca dan menulis secara aktif, kreatif, serta komunikatif – yang kita sebut sebagai gerakan literasi – maka murid berpeluang menjadi manusia yang benar-benar memiliki potensi positif bagi masyarakat.

Satu hal yang perlu diperhatikan, yaitu membaca. Membaca untuk anak-anak dapat mengembangkan pembendaharaan kata dan koneksi-koneksi baru pada sistem auditifnya. Sementara untuk orang dewasa, membaca sebagai latihan mental untuk mempelajari hal-hal baru sekaligus mengembangkan apa yang disebut sebagai lima sistem belajar: emsosional, sosial, konitif, fisikal, dan reflektif (hlm. 107). Metode-metode yang diulas di dalam buku ini sangat tepat jika diterapkan di sekolah-sekolah dan terlebih perguruan tinggi.

Dalam kajiannya, Hernowo Hasim mengulas panjang-lebar melalui upaya-upaya agar budaya membaca dan menulis (mengikat makna) dipelajari dengan baik. Hal itu merupakan dasar-dasar dari ‘pendidikan berbasis literasi’ yang dampaknya secara tersurat tak bisa kita rasakan. Namun, secara tersirat ada beragam dimensi manfaat yang tentunya menjadi fondasi kemajuan dan keberhasilan dalam proses belajar-mengajar. Semua orang (guru) tentu bisa mengajar (menyampaikan materi pelajaran), namun tidak semua dari mereka mampu menyampaikan dengan baik. Sehingga, pembelajaran mengikat makna sebagai sumber ‘pendidikan berbasis literasi’ perlu dijadikan materi pokok, baik bagi guru dan khususnya bagi para murid.

Buku ini mengupayakan keberhasilan pendidikan melalui dunia literasi dengan menggerakkan budaya baca, mendengarkan, dan merenung yang baik kemudian menuliskannya untuk ‘mengikat makna’ yang kita peroleh. Selain itu, buku ini mengulas dari dimensi literasi yang memiliki multifungsi untuk membangun komunikasi yang baik, keberhasilan pendidikan, dan peradaban umat manusia agar menjadi lebih bermakna bagi kehidupan. Selamat membaca dan menghidupkan pendidikan berbasis literasi!

* Peresensi adalah Akademisi dan Pecinta Baca Buku asal Sumenep, lulusan UIN Sunan Ampel Surabaya. Sekarang Bergiat di Komunitas Rudal Yogyakarta.

Bisa dijumpai di:

YouTube: Junaidi Khab

Instagram: Junaidi Khab

Twitter: Junaidi Khab

Facebook: Junaidi Khab

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: