Daging yang Penuh Kabut

Koran Merapi Pembaruan: Jumat Pahing, 27 Januari 2017

Oleh Junaidi Khab

Daging Penuh Kabut (Dok. Junaidi Khab)

Daging Penuh Kabut (Dok. Junaidi Khab)

Kecuali yang dekat,

aku ingin merengkuh erat,

tapi bisikan itu begitu kuat:

“Kau harus mufakat!”

katanya dengan makna tersirat.

Aku ingin memilihmu,

kawanan kabut tak tentu,

segumpal daging penuh ragu,

mana yang harus dituju:

kau, kelabu, abu-abu,

semua masih semu.

Tak ada ikatan,

tapi mandi ingatan.

Aku ingin mengajakmu,

di bawah hamparan langit biru,

bersama mencari yang tak buntu,

meski tali itu membisu.

Tuhan mungkin tahu,

segala yang kuhadapi,

awan berkabut itu,

hanya penuh duri.

Aku ingin memilih,

kau seperti tuli,

tak mendengar suara rintih,

dalam gaduh yang sunyi.

Yogyakarta, 23 Januari 2017

Advertisements

One Response to Daging yang Penuh Kabut

  1. Pingback: Puisi-Puisi oleh Junaidi Khab* | junaidikhab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: