Banyak Jalan Menuju Surga

Harian Nasional: Sabtu-Minggu, 17-18 Desember 2016

Amalan-amalan Rumahan Berpahala Surga (Dok. Junaidi Khab)

Amalan-amalan Rumahan Berpahala Surga (Dok. Junaidi Khab)

Judul               : Amalan-Amalan Rumahan Berpahala Surga

Penulis             : Pipih Imron Nurtsani

Penerbit           : mizania

Cetakan           : I, 2016

Tebal               : 181 halaman

ISBN               : 978-602-418-031-7

Peresensi         : Junaidi Khab*

Peristiwa bom bunuh diri dan pengeboman atas nama agama oleh aliran Islam radikal dengan hadiah surga dari Tuhan perlu kita pertanyakan kembali kebenarannya. Karena kebenaran hanya mutlak milik Tuhan. Kita tidak menafikan sebuah tindakan untuk membela kebenaran, bukan membela agama secara brutal. Namun, jika suatu tindakan meresahkan (berbentuk teror atau terorisme) bagi masyarakat, hal itu belum bisa kita terima sebagai sebuah kebenaran. Alasan membela agama dalam aksi bom bunuh diri masih sulit diterima akal sehat. Membela agama secara gamblang bisa kita artikan dengan mentaati perintah dan menjauhi larang Tuhan yang diselipkan melalui agama atau keyakinan yang kita anut.

Melalui karya molek ini, kita akan diajak untuk mengenal dan mengetahui bahwa jalan untuk meraih surga bukan hanya dengan aksi bom bunuh diri yang secara tersirat telah menodai agama dan meresahkan masyarakat. Dalam hal ini, karena pelakunya beragama Islam, maka agama Islam dipandang sebagai agama kekerasan. Padahal tidak demikian, Islam mengajarkan kerukunan bagi umat manusia dan pemberi jalan terang dalam kehidupan.

Ada banyak ibadah yang secara tidak langsung menjadi buah harapan bagi umat manusia – khususnya umat Islam – untuk masuk surga dan itu sangat mudah dilakukan tanpa membuat kerusakan. Hal utama yaitu tidak menyekutukan Tuhan (Allah Swt.) (hlm. 35). Bahkan, shalat juga merupakan pintu pembuka surga (hlm. 52). Begitu juga dengan puasa – Senin dan Kamis atau lainnya yang bersifat wajib atau sunnah – merupakan sebagai pengantar untuk meraih rahmat Tuhan menuju surga (hlm. 74).

Kehadiran buku ini bukan menyalahkan para pelaku bom aksi diri dengan hadiah surga, namun sebagai bandingan bagi umat Islam agar lebih memilih jalan yang tidak meresahkan masyarakat. Namun, tindakan bom aksi bunuh diri merupakan perbuatan amoral yang menyiratkan pelakunya putus atas (dilarang oleh Tuhan) dan mengalami penyakit jiwa. Mereka perlu diobati agar memiliki batin dan jiwa yang bening dalam memandang hakikat agama dan ajaran-ajarannya. Substansinya, surga tidak bisa dibeli dengan amal perbuatan manusia karena masuk surga atau tidak itu merupakan prerogatif Tuhan.

Sebuah kisah, di akhirat seorang Imam saat akan dimasukkan ke surga dengan rahmat Tuhan, ia menolak. Prinsipnya, ia ingin masuk surga dengan amal perbuatan baiknya yang dilakukan di dunia sepanjang hidupnya. Namun, setelah amal kebaikannya ditimbang dengan rahmat (nikmat)-Nya berupa mata, amal kebaikannya selama hidup tidak ada apa-apanya. Akhirnya Imam tersebut masuk neraka.

Rahmat dan Prerogatif Tuhan

Imam Ibn Hajar menjelaskan bahwa amal seseorang tidak mungkin menyebabkan masuk surga jika pada kenyataannya amal itu tidak diterima oleh Allah Swt. Persoalan amal diterima atau tidak itu sudah menjadi hak prerogatif Tuhan (hlm. 165). Dalam hal aksi bom bunuh yang didengungkan dengan hadiah surga belum tentu menjamin orang tersebut yang beralasan membela agama Tuhan mendapat surga.

Jadi, dengan kenyataan bahwa surga itu tidak bisa dibeli atau ditukar dengan amal perbuatan (baik) manusia. Tapi, Tuhan yang menentukan dengan kuasanya. Hal itu yang perlu kita pahami, rahmat Tuhan bagi manusia tidak bisa diatur oleh manusia. Namun, untuk meraih rahmat Tuhan agar masuk surga, buku ini menyajikan beberapa langkah-langkah yang perlu dilakukan.

Ada delapan langkah dalam meraih rahmat Tuhan agar memiliki peluang untuk masuk surga tanpa harus bunuh diri dengan konyol (hlm. 166). Salah satu di antaranya yang menjadi kunci utama yaitu dengan mentaati perintah serta menjauhi larangan Tuhan dan Rasul-Nya. Jika manusia mau mengikuti perintah Tuhan, maka perbuatan baik akan dilakukan. Begitu pula jika menjauhi larangan Tuhan, perbuatan buruk dihindari. Hakiktanya, perintah Tuhan mengarah pada kebaikan bagi diri sendiri atau orang lain, begitu juga dengan larangan Tuhan demi menjaga manusia agar tidak terjerumus pada hal-hal yang membahayakan.

Karya ini sangat tepat dibaca di era modern saat ini yang gaduh dan diresahkan oleh aksi bom bunuh diri yang mengatasnamakan Tuhan dan agama demi meraih surga. Dengan membaca karya ini, mata kita akan bisa melihat bahwa jalan menuju kebenaran untuk masuk surga bukan dengan cara brutal. Begitu pula dengan akal kita akan lebih dewasa untuk memilih tindakan, perbuatan, atau amal yang lebih menyejukkan dalam hal kebaikan demi meraih rahmat Tuhan. Selamat membaca dan menemukan solusi hidup yang serba modern ini!

* Peresensi adalah Akademisi dan Pecinta Baca Buku asal Sumenep, lulusan UIN Sunan Ampel Surabaya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: