Bekal Menjalani Kehidupan Rumahtangga

Tribun Jateng: Minggu, 4 Desember 2016

Banjir Pahala Setelah Menikah (dok. Junaidi Khab)

Banjir Pahala Setelah Menikah (dok. Junaidi Khab)

Judul               : Banjir Pahala setelah Menikah

Penulis             : Muhammad Yusuf

Penerbit           : Saufa (DIVA Press)

Cetakan           : I, Juni 2016

Tebal               : 192 hlm; 14 x 20 cm

ISBN               : 978-602-391-158-5

Peresensi         : Junaidi Khab*

Manusia melanjutkan perjalanan hidupnya dengan menikah. Melalui pernikahan dengan segala seremoninya menjadikan sebuah ikatan yang sakral dan mulia. Pernikahan pula yang menjadi ajang perjuangan hidup di bawah naungan keluarga. Namun, menjalani perjuangan dalam keluarga tidak semudah seperti yang kita bayangkan. Jika tidak ada aturan yang tepat, sebuah ikatan keluarga akan cepat runtuh. Dengan kata lain, meskipun tidak runtuh tak pernah memberikan kebahagiaan bagi suami dan istri. Alias, keluarga tidak memberikan gambaran sebuah hubungan yang sakinah dan penuh berkah.

Situasi demikian mungkin tidak kita inginkan. Namun, melalui kehadiran karya Muhammad Yusuf yang berjudul Banjir Pahala setelah Menikah ini kita bisa menemukan sebuah narasi guna menjadikan keluarga yang sakinah dan penuh berkah. Ada banyak hikmah sebenarnya ketika seseorang menjalani ikatan pernikahan di bawah naungan keluarga. Selain menjadi sumber pahala, juga menjadi adrenalin untuk menemukan jalan terang mendapatkan rejeki.

Dengan ulasan dari sudut pandang reliji yang mendatangkan pahala, Yusuf mencoba menarik pembaca agar terpukau dengan memaksimalkan peran-peran di antara suami dan istri agar saling dipenuhi. Jika suami memiliki sebuah kewajiban yang menjadi sumber pahala baginya, maka istri juga memiliki sebuah tanggung jawab yang tak jauh berbeda ganjarannya. Kolaborasi dua kewajiban ini pada hakikatnya yang menjadi sumber pahala dan mendorong agar sebuah keluarga sakinah dan penuh berkah.

Sebagai seorang suami, ada beberapa kewajiban yang harus dipenuhi yaitu memberi nafkah bagi anak dan istri (hlm. 10). Tugas ini, selain mendatangkan banyak pahala, juga menjadi fondasi keutuhan sebuah keluarga. Dengan begitu, jika suami memenuhi tugas tersebut, maka kehidupan rumahtangga bisa menjadi gerbang kebahagiaan. Namun, jika kewajiban menafkahi anak dan istri tak pernah dipenuhi oleh suami, maka kehancuran sebuah keluarga lambat-laun akan terjadi. Melalaikan sebuah kewajiban, selain mendatangkan dosa juga menjadikan petaka.

Karya ini sangat tepat jika dibaca oleh publik untuk mendorong dan menjadikan sebuah ikatan keluarga penuh dengan berkah dan kerukunan. Selain karya ini menyajikan beberapa pahala dan kewajiban suami atau istri, juga diulas tentang sebuah kebersamaan dalam menjalankan sebuah aktivitas seperti halnya saat makan. Cara-cara yang diulas di dalam karya ini bisa menjadi sebuah pegangan atau panduan agar kehidupan rumahtangga penuh pahala, rukun, dan penuh berkah. Selamat membaca dan menjalani kehidupan berumahtangga! (*)

* Peresensi adalah Akademisi dan Pecinta Baca Buku asal Sumenep, lulusan UIN Sunan Ampel Surabaya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: