Beberapa Jenis Semut

Oleh: Junaidi Khab

Junaidi Khab

Junaidi Khab

Di Sumenep – Madura, tepatnya di daerahku, ada beberapa nama jenis semut. Kata orangtua dulu, hati-hati kalau mau makan atau minum jika ada semutnya. Jika kita memakan semut, maka kita tidak akan tahu mengaji, bodoh. Begitu katanya. Perlu diketahui, jenis-jenis dan nama semut menurut versi lokal daerahku – karena dalam bahasa nasional Indonesia belum ditemukan namanya – sebagai berikut:

Pertama, geheremang. Jenis semut ini bertubuh kecil, pemakan gula atau manis-manis. Warnanya merah dan berjalan dengan cepat. Semut ini jika terganggu tidak menggigit, tapi kadang menggigit dengan mengeluarkan semacam cairan sedikit beraroma semut dan membuat kulit perih karena mengenai pori-pori. Jenis semut ini kadang tercebur ke dalam kopi atau teh, saat diminum dan masuk ke mulut rasanya sedikit kecut.

Kedua, bilis podheg (bhs. Indonesia: semut podheg). Jenis semut ini bertubuh kecil dengan warna abu-abu. Semut ini memiliki bau yang khas, khususnya saat masuk ke mulut. Semut jenis ini suka makan yang manis-manis seperti roti dan kopi yang bergula. Kadang, jenis semut ini tercebur ke dalam kopi atau teh seperti gheremang. Jika kita makan roti atau minum kopi semut ini ikut termakan karena bentuknya yang sangat kecil dan tidak mudah dilihat oleh mata. Di mulut, saat semut ini menyentuh perasa akan terasa baunya.

Ketiga, bilis méra (bhs. Indonesia: semut merah). Semut ini bertubuh kecil berwarna merah. Jika berjalan sangat pelan. Kadang masyarakat menyebutnya bilis ghetel (bhs. Indonesia: semut gatal) karena jika menggigit menimbulkan gatal hingga benjol-benjol.

Keempat, bilis marde (bhs. Indonesia: semut bara). Semut ini bertubuh kecil tapi gempal dan berwarna merah. Biasanya jenis semut ini ditemukan di sawah-sawah. Jika menggigit terasa panas tapi tidak menimbulkan benjol-benjol seperti gigitan semut merah atau semut gatal. Di sebuah situs halosehat.com, lain halnya lagi, ada semut api. Ini sepertinya lebih berbahaya dari semut bara.

Kelima, bilis perang (bhs. Indonesia: semut perang). Jenis semut ini memiliki tubuh berwarna hitam dan gempal. Biasanya, semut ini ditemukan di pohon-pohon mengkudu dan sawo. Jenis semut ini bentuk dan cara jalannya hampir mirip dengan semut bara, cuma warna, bekas gigitannya yang membedakan. Semut perang jika menggigit tidak menimbulkan gatal atau rasa panas, tapi hanya tidak enak saja.

Keenam, bilis tana (bhs. Indonesia: semut tanah). Jenis semut ini biasanya ditemukan di tanah-tanah dan berjalan memanjang untuk bolak-balik mengangkut remah-remah makanan ke sarangnya. Sebenarnya, mayoritas jenis semut berjalan lebih memilih memanjang seperti semut tana yang hidup berkoloni. Jika semut ini terganggu, maka akan menyebar dengan cepat untuk menggigit mangsanya. Gigitannya tidak menimbulkan gatal-gatal, tapi sekadar sedikit rasa sakit. Dalam satu koloni, semut ini biasanya memiliki raja atau ratu, yaitu semut yang paling besar dari yang lain. Sementara semut-semut yang kecil biasanya menunggangi semut yang besar itu saat berjalan.

Ketujuh, kaléng. Jenis semut ini berwarna merah dan bertubuh besar seperti reghere. Biasanya kita mudah menemukannya di daun-daun pepohonan. Sarangnya menggumpal daun dengan lem ajaib hingga terbentuk semacam pola sarang yang unik daru daun. Sarangnya digunakan untuk bertempat tinggal, tentunya. Tapi, sarang itu sering digunakan untuk menyimpan telur dan generasinya. Tepatnya bukan telur jika kita amati, tapi semacam larva berwarna putih. Jenis semut ini juga memiliki raja atau ratu seperti semut tanah. Namun, raja atau ratunya memiliki sayap dengan warna agak hijau. Jika semut ini menggigit karena terganggu, maka langsung mengeluarkan cairan bening yang membuatb ekas gigitan menjadi perih. Kadang, semut ini dari atas dahan berkencing atau menyemprotkan cairannya dan jika mengenai mata, maka mata kita akan perih. Begitu cara jenis semut ini melindungi dirinya dari berbagai ancaman.

Kedelapan, reghere. Jenis semut ini memiliki tubuh besar dan juga pemakan gula dan remah-remah makanan. Semut ini bisa kita temukan di lantai rumah di dekat minuman atau makanan manis. Semut ini kalau terganggu hanya berlari tanpa perlawanan. Kadang juga tercebur ke dalam kopi atau teh seperti gheremang dan bilis podheg. Tapi, semut ini tidak menimbulkan aroma seperti gheremang dan bilis podheg.

Kesembilan, ghereghe. Jenis semut ini berwarna keabu-abuan dan bentuk tubuhnya mirip dengan reghere. Biasanya semut ini bersarang di pohon-pohon atau dinding. Sarang itu berisi telur. Aroma semut ini sedap manis jika berhamburan saat ada yang mengganggu.

Kesepuluh, nyénglényéng. Jenis semut ini bertubuh besar seperti halnya reghere dan ghereghe. Semut ini mudah ditemukan di tanah-tanah karena sarangnya berupa lubang di tanah. Kehidupan semut ini tidak berkoloni, sendiri-sendiri. Biasanya, anak-anak di Sumenep mengadu sesama semut ini. Caranya, mengambil dua nyénglényéng dengan membuang telepati (indera semacam antena di bagian depannya) masing-masing. Lalu, ditempatkan dalam wadah yang sekiranya mereka tidak bisa berjalan jauh. Maka, dua semut itu akan saling menggigit satu sama lain. Ingat, jangan melakukan cara ini, tak boleh, ini bentuk penyiksaan.

Itulah sepuluh nama dan jenis semut yang saya tahu berdasarkan pengamatan pribadi melalui pengalaman hidup sejak kecil. Nama-nama semut tersebut, mungkin di daerah lain memiliki nama yang berbeda. Namun, dalam bahasa Indonesia saya belum menemukan nama-nama dan jenis semut tersebut secara tepat. Dalam bahasa Indonesia masih disandarkan dengan nama kata “semut”, misalkan semut tanah, tidak sama halnya dengan gheremang (independen). Jika teman-teman menemukan nama dan jenis semut lain bisa disampaikan atau dibagikan. Terimakasih. (*)

Yogyakarta, 26 November 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: