Mengutamakan Perbuatan Baik

Kabar Madura: Senin, 11 April 2016

Ushfuriyah (dok. Junaidi Khab)

Ushfuriyah (dok. Junaidi Khab)

Judul               : Ushfuriyah

Penulis             : Syekh Muhammad bin Abu Bakar al-Ushfuri

Penerbit           : DIVA Press

Cetakan           : I, Januari 2016

Tebal               : 268 hlm; 14 x 20 cm

ISBN               : 978-602-391-063-2

Peresensi         : Junaidi Khab*

Karya ini akan menjadi inspirasi bagi kehidupan umat manusia agar selalu mengutamakan perbuatan baik dan kemuliaan. Dalam hidup ini hanya diukur oleh dua perbuatan, yaitu perbuatan baik dan perbuatan buruk. Kadang kita tidak menyadari telah melakukan suatu perbuatan buruk. Padahal, hakikatnya kita ingin melakukan kebaikan selama menjalani hidup di dunia ini. Namun, apalah daya, nafsu selalu menggiring kita agar menjauh dari kebaikan.

Di dalam karya ini ada empat puluh hadits pilihan yang secara tersurat tidak menggambarkan tentang keutamaan berbuat baik. Namun, secara tersirat kita akan menemukan sari-sarinya, yaitu agar segala tindakan dan perbuatan kita dilandaskan hanya untuk kebaikan. Hal tersebut berlandaskan atas perintah Tuhan yang telah menganugerahkan kita ilmu (hlm. 24). Karena dengan ilmu yang kita miliki, kita bisa membedakan hal-hal yang baik dan buruk.

Ada banyak perkara sepele dalam pandangan kita sangat merugikan. Tetapi, hakikatnya hal tersebut tidak merugikan sama sekali jika memahami substansinya. Seperti mensedekahkan sesuatu yang kita miliki (hlm. 76). Bersedekah pada hakikatnya tidak harus dengan materi. Membuat seseorang bahagia juga bagian dari sedekah (hlm. 160). Sedekah juga bisa dilakukan dengan memberikan jasa tanpa harus mengharap imbalan (hlm. 173). Ada banyak cara kita untuk bersedekah sebagai perbuatan baik.

Selain itu, karya ini akan menjadi pengingat bagi kita semua sebagai pemimpin, baik pemimpin secara individu, kemasyarakatan, hingga kenegaraan agar selalu bijak dalam menentukan suatu keputusan. Seperti halnya para sahabat ketika dipercaya untuk menjadi penerus perjuangan dan kepemimpinan nabi Muhammad Saw. Mereka selalu mengutamakan kebaikan atas kepemimpinannya. Misalkan, Umar bin Khattab tidak menggunakan fasilitas kenegaraan untuk dimanfaatkan atas kepentingan pribadinya.

Empat puluh hadits di dalam buku ini akan mengajak kita agar berbenah diri untuk melakukan kebaikan di setiap lini kehidupan. Penyajian emput puluh hadits ini selain diterjemahkan dengan bahasa penulis, juga disajikan kisah-kisah inspiratif tentang melakukan perbuatan baik dalam kehidupan sehari-hari. Ganjaran perbuatan baik bukan hanya bisa dipetik di akhirat kelak, namun di dunia pun akan kita rasakan. Mari kita utamakan segala perbuatan kita untuk terus melakukan amal kebaikan. Selamat membaca dan menemukan inspirasi kehidupan! (*)

* Peresensi adalah Akademisi dan Pecinta Baca Buku asal Sumenep, lulusan UIN Sunan Ampel Surabaya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: