Menyelamatkan Hidup Kaum Wanita

Radar Sampit: Minggu, 24 April 2016

Dosa-Dosa Khas Wanita yang Paling Dimurkai Allah (dok. Junaidi Khab)

Dosa-Dosa Khas Wanita yang Paling Dimurkai Allah (dok. Junaidi Khab)

Judul               : Dosa-Dosa Khas Wanita yang Paling Dimurkai Allah

Penulis             : Ahmad Khotib

Penerbit           : Safirah (DIVA Press)

Cetakan           : I, Februari 2016

Tebal               : 232 hlm; 14 x 20 cm

ISBN               : 978-602-391-069-4

Peresensi         : Junaidi Khab*

Sosok wanita atau dengan sebutan lain kaum perempuan selalu menjadi buah bibir, baik di media online, cetak, atau pun karya-karya dalam bentuk buku. Eksotisme wanita yang menjadi buah bibir kadang memang untuk mengangkat kaum wanita sendiri meski pada mulanya mereka seakan dimarjinalkan dengan berbagai macam kesalahan dan kekurangannya. Namun, lebih dari itu, wanita menjadi buah bibir bukan semata hanya karena eksotisme yang tersimpan di dalam dirinya. Tetapi demi kemaslahatan dan kemuliaannya baik di lingkungan sosial maupun Tuhannya.

Karya Ahmad Khotib ini merupakan seulas perbincangan mengenai sifat buruk kaum wanita yang mesti menjadi sebuah introspeksi diri. Baik bagi kaum wanita sendiri atau kaum laki-laki yang akan menjadi pendamping hidup kelak ketika sudah berstatus suami. Wanita bukan hanya sebagai mesin penggerak kemajuan suatu bangsa atau kemundurannya, tapi juga menyimpan banyak rahasia yang harus kita perbincangkan agar mereka menemukan hakikat jati dirinya lebih mulia.

Kita akan terperangah jika membaca karya ini. Wanita akan termarjinalkan dengan pola dan kelakuannya sendiri. Sebuah marjinalitas yang berusaha akan mengangkat mereka kepada nilai-nilai keluhuran sebagai hakikat kaum wanita. Ada banyak perilaku termarjinalkan yang dilakukan oleh wanita dan hal itu merupakan suatu dosa yang sangat dimurkai oleh Tuhan. Penunjukan marjinalitas karena dosa ini disajikan dengan upaya tetap ingin melindungi kaum wanita agar tetap berada di garis kebahagiaan dan mulia dengan melepas segala dosa (hlm. 9).

Hal tersebut dilandasi oleh keinginan bahwa seluruh wanita (khususnya wanita muslimah) tentu mengharapkan kehidupan yang bahagia dan mulia di seluruh aspek kehidupan. Supaya hasrat demikian bisa tercapai, hal utama yang harus dilakukan yaitu dengan menghiasi kehidupan dengan amal kebajikan serta sekuat mungkin menghindari dari berbagai dosa yang bisa mencelakakan dirinya. Bisa pula bukan hanya dirinya yang dicelakakan oleh dosa yang diperbuat kaum wanita, tetapi orang lain pun bisa celaka akibat dosa yang diperbuat para kaum wanita.

Dosa dan Marjinalitas

Perbuatan dosa bisa menyebabkan kaum wanita termarjinalkan oleh kehidupan. Pada hakikatnya bukan hanya wanita yang akan termarjinalkan oleh wanita, kaum laki-laki pun juga bisa termarjinalkan oleh dosa yang diperbuat. Akan tetapi, sebagaimana sudah lumrah bicarakan bahwa wanita merupakan sumber segala dosa. Hal tersebut tidak seutuhnya benar, tapi cuma sebagai cermin bahwa wanita tetap harus hati-hati meskipun itu hanya buah bibir yang belum tentu kebenarannya. Sebagaimana terangkum dengan apik, bahwa banyak dosa kaum wanita seperti mencukur alis dan bertato seperti pada era moderen saat ini (hlm. 32).

Modernisasi sudah menjadi sebuah katalisator di berbagai aspek dan bidang kehidupan. Tidak memandang dalam persoalan teknologi mesin saja, tapi hingga pada persoalan mempercantik diri pun teknologi memiliki peran untuk mengubah keaslian kaum wanita yang sejati dari naturalisme yang dimilikinya. Hal tersebut bisa kita cermati seperti wanita bisa dikata cantik dengan berpakaian tapi tampak telanjang dan melakukan berbagai model seks yang terinspirasi oleh dunia moderen, anal seks, dan oral seks (hlm. 97). Itu merupakan sebuah bentuk marjinalitas yang dibuat sendiri oleh kaum wanita yang harus dihindari secepat mungkin karena hal tersebut merupakan dosa yang sangat dimurkai oleh Tuhan.

Melakukan segala bentuk arus perkembangan zaman memang seakan memang menjadi sebuah tuntutan, namun tidak segalanya harus dilakukan jika hal tersebut bisa menjerumuskan pada nilai-nilai negatif kehidupan. Lebih-lebih bagi kaum wanita yang hasratnya selalu ingin dituruti dan dimanja dengan segala aspek modernisasi. Dampak modernisasi bukan semata memberi ruang perubahan pada alam yang positif, tindakan negatif pun mengiringinya dengan menyerupai seakan tindakan positif.

Kaum wanita termarjinalkan bukan karena orang lain, tapi karena ulah mereka sendiri. Bahkan lelaki pun termarjinalkan oleh ulah mereka sendiri. Semua manusia mengalami hal demikian. Itu tak lain akibat dosa-dosa yang mereka lakukan, baik yang mereka sadari atau belum mereka sadari. Maka dari itu, sebuah upaya yang dilakukan oleh Ahmad Khotib ini merupakan jalan terang untuk menjadikan kaum wanita secara khusus dan kaum lelaki pada umumnya agar menghindari berbagai dosa yang sangat dimurkai oleh Allah Swt. Karena tidak menutup kemungkinan bahwa laki-laki dan perempuan menjadi ladang perbuatan dosa yang menyebabkan banyak petaka hingga mereka termarjinalkan. Mari kita lepas marjinalitas kita dengan menghindari segala perbuatan dosa sesuai dengan keyakinan kita masing-masing. (*)

* Peresensi adalah Akademisi dan Pecinta Baca Buku asal Sumenep, Lulusan UIN Sunan Ampel Surabaya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: