Membongkar Misteri G-30-S 1965

Harian Nasional: Sabtu-Minggu, 14-15 Mei 2016

Gestapu 65 PKI, Aidit, Sukarno, dan Soeharto (dok. Junaidi Khab)

Gestapu 65 PKI, Aidit, Sukarno, dan Soeharto (dok. Junaidi Khab)

Judul               : Gestapu 65 PKI, Aidit, Sukarno, dan Soeharto

Penulis             : Salim Haji Said

Penerbit           : mizan

Cetakan           : IV, Maret 2016

Tebal               : 202 hlm

ISBN               : 978-979-433-905-5

Peresensi         : Junaidi Khab*

Karya ini hadir dalam usaha utnuk membongkar misteri pembunuhan enam perwira Angkatan Darat yang di kemudian hari dikenal dengan peristiwa G-30-S/ Gestapu/ Gestok. Peristiwa ini mewarnai dunia politik dan konflik internal pembesar pemimpin bangsa Indonesia beberapa tahun silam. Dari tujuh perwira yang menjadi objek kudeta hingga berakhir pada pembantaian, hanya satu perwira yang selamat. Buku ini berusaha untuk mengulas dan mendalami dari sudut pandang serta analisa terhadap kegagalan atas pembunuhan satu perwira tersebut.

Peristiwa G-30-S, yang sering juga disebut “Gestapu” (Gerakan September Tiga Puluh) meskipun Presiden Soekarno lebih suka menamakannya “Gestok” (Gerakan Satu Oktober), bukan saja suatu konflik yang paling unik penuh misteri dalam sejarah modern Indonesia, tetapi juga yang teramat mencekam dalam struktur kesadaran kebangsaan (hlm. 21).

Sebagaimana kabar beredar, bahwa dalam kasus tragedi G-30-S itu dalangnya adalah PKI. Tapi, tidak semua masyarakat menerima kabar yang beredar tersebut. Hal tersebut karena belum ada bukti kuat yang menyatakan bahwa PKI sebagai biang kerok pembantaian enam jenderal Angkatan Darat. Peristiwa tersebut memang menyulut rasa penasaran dan emosi bangsa Indonesia mulai saat itu. Konflik berkepanjangan menjadi duri dalam tubuh birokrasi dan pembesar negara. Dampaknya pun menjalar pada situasi masyarakat pada saat itu yang semakin dilanda rasa takut dan teror-teror pembunuhan.

Sehingga, pada masa-masa mencekam tersebut, ada banyak kalangan masyarakat tertentu yang lebih menjadi kiri (hlm. 73). Tujuannya, mereka mencari selamat dari berbagai ancaman yang mungkin terjadi dari golongan kiri. Keterpaksaan mengikuti kelompok kiri pada masa itu merupakan suatu keterpaksaan untuk tetap bertahan hidup. Sudah tentu kita memahami, pada masa itu kelompok kiri sudah membangun radikalisme gerakannya untuk menancapkan kekuasaan. Sehingga, tak heran jika sebagian orang menukar idealismenya demi keselamatan. Mungkin, jika kita hidup pada masa itu, tak dapat dimungkiri kita akan ikut-ikutan menjadi kiri atau kelompok yang lebih radikal gerakannya.

Tragedi Gestapu tersebut hingga beberapa tahun lamanya mengendap. Tak ada kepastian siapa kawan dan siapa lawan. Memang banyak pihak dan media yang berusaha membongkar misteri pembantaian enam perwira angkatan darat tersebut. Namun, mereka tak berhasil menarik benang merah yang menjadi persoalan semakin kusut, hingga layu dimakan zaman.

Analisis yang dilakukan oleh Salim melalui karya ini cukup rinci dengan menyebutkan banyak kejadian yang mengiringi peristiwa G-30-S. Persoalan yang diangkat mulai keterlibatan PKI (Partai Komunis Indonesia), Aidit (Pembesar PKI), Soekarno (Sang Presiden), dan Soeharto (bagian militer Angkatan Darat). Hingga merambat pada persoalan tradisi daulat yang dilakukan pada masa itu (hlm. 125). Bahkan, dalam beberapa analisis, peristiwa G-30-S juga ada hubungannya dengan kepentingan pihak Asing yang ingin bebas bergerak menancapkan kuku kekuasaannya.

Karya ini memang disuguhkan dengan analisis yang rinci dan rumit, namun akan memberikan pandangan luas bagi para pembaca guna menemukan benang merah di balik peristiwa G-30-S. Dengan ulasan-ulasan rinci tersebut, kita tidak akan mudah menyalahkan pihak manapun dalam persitiwa mengerikan tersebut. Sehingga, kesalah pahaman dalam menilai siapa yang salah dan yang benar tidak mudah menyulut konflik baru di tubuh negeri ini. Selamat membaca dan menemukan benang merah misteri kekejaman G-30-S! (*)

* Peresensi adalah Akademisi dan Pecinta Baca Buku asal Sumenep, Lulusan UIN Sunan Ampel Surabaya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: