Peran Agama Islam bagi Dunia

Kabar Madura: Selasa, 12 April 2016

Apa jadinya Dunia tanpa Islam (dok. Junaidi Khab)

Apa jadinya Dunia tanpa Islam (dok. Junaidi Khab)

Judul               : Apa Jadinya Dunia Tanpa Islam?

Penulis             : Graham E. Fuller

Penerbit           : Mizan

Cetakan           : II, Februari 2015

Tebal               : 403 halaman

ISBN               : 978-979-433-855-1

Peresensi         : Junaidi Khab*

Jika kita membaca judul buku ini, sekilas tampak arogan dan seakan-akan hanya Islam yang menjadi satu-satunya agama langit yang hadir untuk menunjukkan jalan yang benar. Tapi, kenyataannya memang seperti itu. Pada umumnya seluruh agama membawa ajaran untuk menunjukkan jalan kebenaran bagi umat manusia. Begitu pula dengan agama Islam. Cuma perlu disadari, hanya penganutnya yang selalu membangun hal-hal buruk tentang agama yang dianutnya, sehingga terhina lah agama yang dianut.

Kehadiran buku ini merupakan suatu upaya untuk mengorek sejarah kehadiran agama Islam ke dunia ini melalui spekulasi yang dirasionalkan dengan bukti-bukti konkret. Bukan tanpa tujuan, agama Islam hadir ke dunia, tapi ada nilai-nila substantif yang kadang berusaha dilenyapkan oleh manusia sendiri. Secara umum, ulasan dalam buku ini yaitu tentang konflik antara Barat yang ditopang oleh Amerika Serikat melawan Timur Tengah dan negara-negara Islam hingga berujung pada konflik berkepanjangan seperti konflik antara Israel (Yahudi) dan Palestina (Islam) (hlm. 13).

Memukul rata sebuah fenomena yang begitu besar dan dinamis seperti Islam adalah ibarat menusuknya dengan jarum seperti seekor kupu-kupu dalam sebuah kotak koleksi untuk penyimpanannya, untuk dilihat-lihat dan diteliti sebagai sebuah spesimen sepanjang waktu. Sebenarnya, ada ribuan kupu-kupu di luar sana, dan spesies itu berkembang serta beruabah bahkan sewaktu kita mencoba untuk menangkapnya. Ironisnya, sebagian umat Islam yang kaku dan fanatik di satu pihak, dan musuh-musuh mereka yang paling giat di Barat di lain pihak, keduanya berusaha membekukan Islam menjadi fenomena tunggal yang tak berubah, untuk memperjuangkannya atau menghinakannya.

Ada beberapa kesimpulan yang bisa dijadikan bahan perenungan dari ulasan sejarah di dalam buku ini. Salah satunya yaitu; tanpa Perang Salib, Barat tetap akan menyerbu Timur Tengah karena nafsu imperialisnya untuk menguasai minyak yang bagai sumber kehidupan bagi mereka (hlm. 121). Secara tidak langsung Islam menjadi faktor penutup keran imperialisme Barat ke Timur Tengah yang membabi buta.

India tidak akan sekaya sekarang tanpa warisan budaya yang diajarkan oleh Islam Mughal. Selain itu pula, tidak akan ada Taj Mahal sebagaimana bisa kita lihat dan nikmati pembangunannya yang unik dan penuh arsitektik (hlm. 260). Bahkan, aksi bom bunuh diri akan tetap terjadi, karena bukan orang Islam yang pertama kali melakukannya. Cuma, ketika orang Islam yang menjadi dalang kerusuhan, ada pihak yang membesar-besarkan dan menjelekkan Islam.

Melalui karya ini, kita akan mampu menarik benang merah kebenaran tentang kehadiran agama Islam ke dunia ini. Hakikatnya, secuil pun agama Islam tidak pernah membuat suatu hukum untuk merusak dunia, tapi sebaliknya. Segala hukum yang diajarkan oleh agama Islam adalah untuk kemaslahatan bagi dunia dan umat manusia yang menghuninya. Selamat membaca dan merenungi hingga menemukan hakikat kehadiran agama Islam ke dunia ini!

* Peresensi adalah Akademisi dan Pecinta Baca Buku asal Sumenep, lulusan UIN Sunan Ampel Surabaya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: