Hutan Buku Penerbit Gramedia di Yogyakarta

Hutan Buku Gramedia di Yogyakarta - Junaidi Khab dan Fajri Andika

Hutan Buku Gramedia di Yogyakarta – Junaidi Khab dan Fajri Andika

HARI ini – Rabu, 28 September 2016 – aku menghadiri “Hutan Buku” penerbit Gramedia di Yogyakarta bersama Marsus dan Fajri Andika. Aku berangkat sekitar pukul setengah sembilan (08:30-an WIB). Sebelumnya, berencana akan berangkat pukul 08:00 dengan Marsus agar tidak antre lama. Biasanya, di sana antre lama kalau sudah agak sedikit siang. Aku sebenarnya juga ada kesepakatan berangkat dengan Fajri, tapi dia sedikit lambat – waktu aku akan berangkat dia tidak ada di kos – jadinya, aku berangkat duluan dengan Marsus.

Di tengah perjalanan, aku berpapasan dengan Fajri yang sama-sama mengendarai motor. Dia minta ditunggu, aku dan Marsus menyetujui asal tidak lama. Lalu, aku berangkat dan berhenti di toko untuk membeli sesuatu. Setelah itu, Marsus membeli gorengan di salah satu pedagang kaki lima di daerah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kemudian berangkat untuk menunggu Fajri di tempat yang disepakati. Marsus pun turun untuk menunggu sembari mau makan gorengan. Saat Marsus baru menikmati gorengan, tiba-tiba Fajri datang. Mau apa lagi? Ya, langsung meluncur ke lokasi gudang Gramedia di Yogyakarta.

Setelah tiba di sana, ternyata sudah antre di gerbang bagian dalam. Kemarin saat aku ke sana, antre di dua gerbang. Gerbang bagian luar untuk antre masuk mengisi daftar masuk. Sementara antre di gerbang kedua di bagian dalam untuk antre nama dipanggil satu persatu sesuai dengan kuota (kapasitas gudang) karena gudang di sana berlantai dua yang terdiri dari papan kayu. Jika melebih kapasitas katanya bisa ambruk.

Hari ini, aku menganggarkan uang Rp.50.000,- untuk belanja buku. Tapi, hanya mendapat delapan buku yang menghabiskan uang Rp.40.000,- dengan harga perbuku Rp.5000,- cukup murah kan? Makanya di sana diberi label “Hutan Buku”, selain murah buku-buku benar-benar diobral dengan harga lima ribu rupiah per eks. Tapi, di saat pembayaran di kasir, buku-buku itu disortir. Mungkin, jika bukan terbitan Gramedia Grup tidak dijual dengan harga lima ribu rupiah. Sebelumnya, punyaku terkena sortir beberapa buku. Tapi, hari ini aku selamat dari sortir buku karena memang memilih buku-buku terbitan Gramedia Grup.

Pada 10 September 2016 aku sebenarnya ke “Hutan Buku” Gramedia bersama Fajri Andika, Hariyono, dan Abdul Jalil. Baru setelah itu, datang-menyusul Ardi dan Siddiqi. Waktu itu, aku belanja buku dengan anggaran Rp.150.000,- (seratus lima puluh ribu rupiah). Waktu itu buku-buku masih banyak stoknya, berbeda dengan hari ini – 28 September 2016 – buku-buku itu sudah banyak yang terjual dan berantakan lebih sulit mencari buku-buku yang sesuai dengan seleraku. Waktu itu, aku mengantongi tiga puluh buku dengan harga lima ribu rupiah per eks. Kreksek tanpa bayar, tapi hari ini kreksek berlabel Gramedia (iklan) harus dibayar dengan harga dua ratus rupiah. (*)

Yogyakarta, 28 September 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: