Saya Berusaha Tidak Akan Membela Orang Islam

Junaidi Khab

Junaidi Khab

YOGYAKARTA – Di dalam al-Quran surah al-Maidah ayat 51 Allah Swt. berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, kalian jangan menjadikan pemimpin dari orang Yahudi dan Nasrani untuk memimpin kalangan yang lain. Siapa pun yang mengangkat menjadi pemimpin dari mereka, maka dia termasuk golongannya. Sesungguhnya Allah tidak akan memberikan petunjuk bagi orang-orang yang zalim.” Begitu kira-kira terjemahan dari al-Quran surah al-Maidah ayat 51 yang saat ini menjadi kontroversi di kalangan umat Islam. Kontroversi tersebut bermula dari ucapan Ahok – Basuki Tjahaya Purnama – (gubernur DKI Jakarta) bahwa ayat tersebut membodohi umat Islam saat berkunjung ke Kepulauan Seribu.

Baik, saya sedikit memiliki komentar tentang kontroversi ucapan Ahok mengenai al-Quran surah al-Maidah ayat 51 sebagai ayat yang membodohi masyarakat. Bagi saya, ucapan Ahok tidak usah digubris. Dalam dunia ini, kita mengenal propaganda. Sementara pengaruh propaganda ini sangat berpengaruh bagi mental kita. Kita bisa diombang-ambing. Saya sepakat jika Ahok dikatakan melecehkan al-Quran. Tapi, ya kita harus menggunakan akal sehat untuk menyikapi hal tersebut. Jalan diplomasi dan pikiran tenang harus menjadi jalan kita untuk berpijak.

Kata “awliya” di dalam ayat tersebut yang sering kali diartikan sebagai “pemimpin” oleh masyarakat umum, bagi saya masih harus dikaji. Kita harus melihat sebab-sebab ayat al-Quran diturunkan. Begitu juga mengenai sebab-sebab surah al-Maidah ayat 51 itu, umat Islam jangan terburu-buru menafsirkan sebelum tahun lebih dalam tentang sebab-sebab ayat tersebut diturunkan.

Karena saya tidak memiliki kitab Ibn Katsir tentang tafsir al-Quran, maka saya lihat di internet. Karena masyarakat saat ini lebih tertarik pada bahasa Internet. Tapi, terjemahan surah al-Maidah ayat 51 di atas itu, saya terjemahkan secara pribadi menurut kemampuan saya dalam menerjemah bahasa Arab. Di internet, Ibn Katsir menyebutkan bahwa kata “awliya” bukan pemimpin yang dipersepsikan oleh masyarakat umum. Tapi, pemimpin Yahudi atau Nasrani yang dijadikan aliansi oleh umat Islam dan menelantarkan umat Islam yang lain.

Ini kutipan dari internet yang saya ambil dari portal online Muslimmedianews: Kata Ibn Katsir: “Allah melarang hamba-hamba-Nya yang beriman mengambil orang-orang kafir sebagai “awliya” mereka, bukannya orang-orang mukmin. Yang dimaksud dengan istilah “awliya” dalam ayat ini ialah berteman akrab dengan mereka, setia, tulus dan merahasiakan kecintaan serta membuka rahasia orang-orang mukmin kepada mereka.” Begitu kira-kira.

Coba anda pilih, di dalam suatu kota, ada tiga calon pemimpin untuk dipilih. Satu calon beragama non-Islam. Sementara yang dua calon lainnya beragama Islam. Tapi, yang beragama non-Islam itu memiliki kedisiplinan yang tinggi, tidak korupsi, mematuhi undang-undang dan seperangkat peraturan daerah dan negara. Intinya, calon yang non-Islam ini secara kemanusiaan baik. Tapi, dua calon yang beragama Islam itu tidak bisa disiplin, jahat secara politik, korupsi, dan intinya tak patut menjadi pemimpin. Mau pilih yang mana? Pilih pemimpin Islam yang korupsi? Tapi, kadang kita memilih pemimpin – yang sebenarnya kita tidak percaya padanya – hanya karena gengsi untuk memilih pemimpin yang kita pandang lebih layak memimpin.

Saya sebenarnya jadi bingung dengan masyarakat umum yang mudah tersulut oleh kata-kata orang lain, khususnya kata-kata orang yang beragama non-Islam. Terlebih, media yang mencari momen portalnya untuk dikunjungi oleh citizen agar mendapat rating tinggi. Apa pun yang bersifat suku, agama, ras, dan agama (SARA), itu menjadi makanan empuk media. Jadi, masyarakat jangan mudah tersulut oleh bentuk propaganda apa pun. Itu berbahaya. Umat Islam mengutuk, mencaci maki kembali, dan segala hal kemarahan ditumpahkan. Setelah habis kutukan, cacian, dan kemarahannya, mereka akan capek sendiri dan orang lain yang dianggap melecehkan di rumahnya tertawa riang.

Apa hasilnya mengutuk Ahok? Lebih baik, kita menggunakan akal sehat untuk mengkaji surah al-Maidah ayat 51 itu. Bukan malah langsung minder dan marah-marah tak menentu setelah Ahok mengatakan demikian dan ditambah lagi bahasa media yang bagaikan lagu Ayu Ting Ting, Sambalado. Pedas dan memikat hati dan perasaan. Mari, pelajari al-Quran dengan baik dan melihat sebab-sebab tiap ayat yang diturunkan, jangan hanya mempelajari berita-berita. Adakah yang masih peduli di antara umat Islam untuk – sekadar membuka al-Quran, lalu mempelajari maknanya dengan melihat sebab-sebab ayat itu diturunkan? Di era modern sekarang ini, saya katakan jarang! Mereka nikmat-menikmati internet dengan berbagai suguhan unsur SARA dan membuat pikiran serta hati galau, resah, dan sedih. Nah, al-Quran dan pesan-pesan ayatnya saja mereka lupakan dan tidak mau mengenal lebih dalam!

Bukan karena saya membela Ahok. Kalau saya ditanya mau membela siapa, maka saya akan membela yang benar meski kebenaran itu hanya mutlak milik Tuhan. Tapi, setidaknya, kita memahami konsep kebenaran dengan baik untuk diterapkan. Kebenaran itu, membawa kita pada jalan yang nyaman, tenang, dan sejahtera. Mari pelajari lagi tentang al-Quran surah al-Maidah ayat 51 berikut dengan sebab-sebab diturunkan ayat tersebut. Mau? Ya, baca al-Quran dan tafsir-tafsir para ulama. Tapi, masih lumayan jika kita masih mau membaca al-Quran. Parahnya, kalau kita enggan membaca dan merenungi ayat al-Quran untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Ayo kita bela agama Islam!” kadang ada seruan dari aliran dan kalangan tertentu. Tapi, perilaku mereka tidak mencerminkan segala hal yang mencerminkan nilai-nilai keislaman. Mereka memberangus kemanusiaan manusia, padahal sudah jelas Islam di dalam al-Quran mengajarkan tentang kemanusiaan.

Saya berusaha tidak akan membela orang Islam yang salah. Bahkan ada sebuah – entah itu hadis atau pepatah – yang mengatakan “Katakan yang hak meskipun pahit!

Jika saya tanya lagi, misalkan ada dua orang yang diadili di depan hukum atas dugaan pencurian. Satu orang di antara mereka beragama Islam, satunya lagi beragama non-Islam. Dalam kasus pencurian tersebut, ada warga yang tahu – saksi mata yang juga beragama Islam – bahwa yang mencuri itu adalah orang yang beragama Islam, tapi di depan pengadilan orang Islam yang mencuri itu tidak mengaku. Andaikan Anda menjadi orang yang melihat bahwa yang mencuri itu adalah orang yang beragama Islam, agamanya sama dengan agama Anda, apakah Anda akan membelanya?

Kalau ingin membela Islam, belalah dengan cara yang baik dan bijak. Membela itu, bukan menyakiti yang lain. Tapi kita harus berusaha agar situasi aman dan kondusif. Misalkan lagi, anak kita bertengkar dengan anak tetangga. Mainan anak kita diambil hingga menangis dan terjadi tengkar. Untuk membela anak kita sendiri, kita jangan sampai memukul anak orang lain itu. Tapi, mainan itu diminta dengan baik-baik. Kita bisa melakukannya dengan berdiplomasi dengan orangtua anak tetangga kita agar mainan itu dikembalikan dan meminta agar anak tetangga itu juga diperhatikan. Begitu kira-kira contoh sederhana untuk membela anak kita sendiri yang mainannya diambil oleh temannya.

Begitu kira-kira pandangan saya tentang Ahok yang dibilang melecehkan al-Quran surah al-Maidah ayat 51 dan umat Islam pada umumnya. Mari, sebagai umat Islam, kita sikapi dengan pikiran jernih dan hati tenang setiap ada persoalan keagamaan di lingkungan kita. Satu hal lagi, jangan mudah terbakar agar tidak mudah habis bahan bakar yang kita miliki oleh kobaran api propaganda!

Yogyakarta, 08 Oktober 2016

2 Responses to Saya Berusaha Tidak Akan Membela Orang Islam

  1. junaidikhab says:

    Ini link berita yang saya buka dari pemberitahuan seorang teman, lalu kubaca.
    http://www.tarbiyah.net/2016/10/di-depan-warga-kepulauan-seribu-ahok.html

    Like

  2. Binyo Hexa says:

    Bila melihat kemungkaran…anda digunakan ajj dalil selemah-lemahnya Iman…setelah itu bantu do’a ajj orang yang berjuang…Salam Damai Aksi Bela Islam…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: