Kebaikan dan Kesombongan

Junaidi Khab

Junaidi Khab

BEBERAPA pertanyaan muncul dalam benakku. Adakah di antara hati kita tergetar untuk ingin melakukan kebaikan kepada orang lain? Adakah kepedulian di antara kita untuk menghargai atau menghormati orang lain? Aku yakin – ini sekadar pandangan subjektif – rasa sinis, ogah, dan peduli memenuhi hati, perasaan dan pikiran kepada orang lain jika akan melakukan kebaikan atau memberikan kepedulian kepada orang lain. Mengapa demikian? Dalam pandanganku, itu semua karena kita hanya melihat materi dan rasa ingin dihormati. Padahal, materi tidak akan memberikan kebahagiaan seutuhnya. Hanya sementara waktu materi memberikan kebahagiaan. Ada banyak orang yang tidak peduli dengan orang lain atau lingkungan sekitarnya. Ya, itu pandanganku secara pribadi. Jika kugali lebih dalam lagi, orang yang tidak punya rasa peduli – dengan kata lain menganggap remeh orang lain – merupakan sikap keniscayaan sebuah kesombongan.

Sombong bagiku bukan hanya membesarkan diri, tapi merasa diri besar pun bagian dari sombong. Aku sebutkan dalam versi pribadi yang pernah kucerna dalam pikiran, misalkan: kamu, aku, dan kita mendatangi sebuah pertemuan. Sementara kita sebenarnya punya aktivitas lainnya. Pada pertemuan tersebut, kita datang terlambat. Di sana kita tergopoh-gopoh. Lalu, seorang teman menanyakan keterlambatan yang kita lakukan. Kemudian, kita menjawab sibuk, misalkan. “Andaikan bukan karena acara ini, aku tidak hadir ke pertemuan ini. Aku masih ada pekerjaan lain sebenarnya.” Jawaban itu merupakan sebuah kesombongan.

Begini, ucapan itu seharusnya tidak perlu kita sampaikan kepada teman kita atau orang lain. Itu merupakan sebuah ungkapan seakan-akan kita digdaya dengan menghadiri pertemuan tersebut dan seakan tampak meremehkan – seakan ada kepentingan lain – selain pertemuan itu. Terlambat, ya terlambat dengan alasan yang tepat dan benar. Bukan malah mengeluarkan ungkapan yang berisi kosa-kata sombong.

Lain halnya lagi jika kita ditanya oleh seseorang. Sementara pertanyaan yang terlontar itu pertanyaan ringan, bahkan sangat ringan, lalu kita menyepelekannya. Kita tidak mau menjawab. Rasa tahu itu seakan hanya milik kita. Bagiku, itu salah. Ada pertanyaan, tapi bukan pertanyaan provokatif dan memojokkan itu perlu kita jawab. Nah, maka dari itu, kita harus memahami macam-macam pertanyaan yang benar-benar untuk bertanya demi kebenaran dan pengetahuan, pertanyaan provokatif, atau pertanyaan untuk memojokkan.

Jika kita mampu menjawab pertanyaan dari orang yang benar-benar ingin tahu, itu merupakan bagian dari kebaikan. Tapi, kadang kita sinis dan tidak menjawab pertanyaan seseorang – mungkin karena merasa diri kita jauh lebih hebat – baik dan mapan dalam sisi finansial, keilmuan, atau status sosial. Tidak elok dan tidak layaklah orang demikian disandang oleh orang yang pada hakikatnya dipercaya keilmuannya oleh masyarakat. Heran, memang heran. Misalkan lagi, ada orang keliru jangan dijadikan sebagai bahan tertawaan atau bahan ejekan. Tapi, berikan dia penjelasan agar tidak keliru. Ada yang ingin berbuat baik? Jika ada, berbuat baik itu banyak caranya, bukan mudah. Kadang kita merasa tidak mampu karena melihat aspek materi dan keuntungan status bagi diri kita. Ada yang ingin sombong? Tentu juga banyak demi memasang status sosial. Tapi, sombong hanya merusak situasi hati dan perasaan, dan akibatnya kehidupan kita yang akan menderita; bisa kehidupan batin, pikiran, ruh, hati, dan kehidupan yang tidak mudah tampak oleh mata kepala. Maka dari itu, jauhilah berbuat sombong dan perbanyaklah melakukan kebaikan agar hidupmu mendapatkan kebahagiaan dari sari-sari yang murni. Intinya, jauhi sifat sombong dalam bentuk apa pun. (*)

Yogyakarta, 2 Oktober 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: