Bersama Prof. Berthold Damshäuser di UAD Yogyakarta

Junaidi Khab dan Prof. Berthold Damshäuser

Junaidi Khab dan Prof. Berthold Damshäuser

YOGYAKARTA – Aku berangkat bersama seorang teman sekitar pukul sembilan pagi ke Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta Prodi Sastra Bahasa Indonesia, Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi – Jl. Pramuka 42, Sidikan, Umbulharjo, Yogyakarta 55161. Aku kembali menghadiri acara bedah buku karya Prof. Berthold Damshäuser – yang akrab dipanggil Mr. Trum, Om Trum, panggilku – yang berjudulIni Itu Indonesia”. Di sana, peserta cukup antusias. Aku dengan seorang teman membawa beberapa buku karyanya untuk dijual di sana. Bukan aku yang jualan, tapi temanku yang tadi bersamaku.

Pada mulanya, aku mengira buku-buku itu akan laku-laris semua di UAD karena penulis secara langsung didatangkan. Para pembeli bisa meminta tanda-tangan dari Mr. Trum selaku penulisnya. Setelah acara selesai, aku tidak melihat mahasiswa UAD yang membeli buku karya Mr. Trum. Aku langsung bersumsi mahasiswa UAD minim memabca buku. Sebenarnya, bukan hanya mahasiswa UAD, mahasiswa-mahasiswa di luar UAD pun tidak jauh berbeda.

Aku pun menanyakan perihal buku yang laku pada teman yang buka lapak denganku – karena waktu itu aku hanya ikut mendampingi saja – ternyata, yang laku hanya tiga eks karya Mr. Trum. Dengan begitu, aku berasumsi bahwa tidak banyak mahasiswa yang gemar membaca. Jika kuperhatikan, aku punya sebuah sintesa dari apa yang kulihat di sana dan beberapa kampus lainnya – tak perlu kusebutkan – bahwa mahasiswa kini hanya hidup gaya ber-style keren. Aku yakin otaknya kering dan hatinya selalu galau. Dalam benakku, mengapa mereka tidak mau membeli karya Mr. Trum untuk dibaca. Setidaknya mempelakari karya Mr. Trum yang berkebangsaan Jerman ketika memandang Indonesia dari sudut pandangnya.

Setelah ruangan dibereskan, aku pun dengan teman yang jualan buku itu turun dari lantai empat untuk pulang. Di depan kampus UAD, aku bertemu dengan Mr. Trum dan sedikit membuka obrolan perihal buku yang laku.

“Om, Trum, bukunya hanya laku tiga eks,” kataku sambil berdiri di sampingnya menggunakan bahasa Indonesia.

“Oh, itu bagus. Itu bagus laku tiga eks,” katanya penuh semangat dengan bahasa Indonesia juga. Dia kembali meghisap kretek tanpa cengkeh itu. “Dibanding kampus lain, itu bagus,” katanya lagi dengan bahasa Indonesia bernada lain seperti logat Jerman.

Aku hanya terkekeh dengan tanggapan Mr. Trum. Aku hanya mengiyakan pernyataannya. Aku sebenarnya tidak begitu paham dengan ungkapan Mr. Trum yang dimaksud kampus lain itu. Aku tetap sedikit tertawa  di dekat Mr. Trum.

“Mana bukunya? Boleh aku bawa beberapa eks?” katanya dengan bahasa Indonesia padaku.

“Oh, iya, Om. Tunggu sebentar, yang mengurus buku ini masih ke motor yang diparkir,” kataku.

Oke, oke…” kata Mr. Trum.

Aku pun menunggu teman yang mengurus penjualan buku karya Mr. Trum dari ruang parkir kampus UAD. Tak lama, dia pun datang dan kupanggil. Kulihat Mr. Trum membawa beberapa eks buku karyanya. Mungkin sekitar lima belas eks buku yang dibawa. Dia meminta wadah, dengan gopoh-gopoh mencari kreksek – entahlah yang penting wadah untuk lima belas eks buku itu. Mulanya kusodorkan kreksek berukuran kecil karena aku sebenarnya eman dengan kreksek yang agak sedikit besar. Lumayan buat membungkus tas kalau ada hujan di tengah perjalanan. Tapi, aku tak enak hati melihat orang Jerman itu jika harus melorot-melorot dengan barang bawaannya – hadiah dari mahasiswa UAD dan beberapa buku itu. Akhirnya, kreksek yang berukuran besar kuberikan padanya. Lalu dia pulang diantar oleh mobil dinas kampus UAD bersama pegawainya. Sayangnya, aku tidak sempat berfoto dengan Prof. Berthold Damshäuser. Jadinya, aku mengedit fotoku dengannya.

Yogyakarta, 3 Oktober 2016

Baca juga: Prof. Berthold Damshäuser dan Sastra Indonesia

Advertisements

One Response to Bersama Prof. Berthold Damshäuser di UAD Yogyakarta

  1. Pingback: Prof. Berthold Damshäuser dan Sastra Indonesia | junaidikhab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: